Home / Artikel / Opini Hatkor! / Ada 15000 Muslim Dibantai Biksu-biksu Fasis di Myanmar, Kalian Punk Katanya Anti-fasis pada Kemana??
Puing-puing masjid yang dibakar di Rohingya (sumber gambar : http://globalriskinsights.com)

Ada 15000 Muslim Dibantai Biksu-biksu Fasis di Myanmar, Kalian Punk Katanya Anti-fasis pada Kemana??

KONTERKULTUR—Di Indonesia ini memang aneh. Punk-nya suka ngaku-ngaku anti-fasis tapi yang diserang selalu ormas-ormas macam FPI. Mereka nuduh FPI fasis sampai-sampai kebencian mereka terhadap FPI seperti seolah dulu pernah digrebek pas nongkrong.

Tapi karena kurang wawasan, akhirnya kalo udah bicara soal anti-fasis yang disebut cuma 2 aja: kalo nggak Nazi, ya FPI. Kalo nggak manusia berkumis ala Charlie Caplin, ya orang yang berjenggot pakai baju putih-putih. Udah. Sejak dulu nggak berkembang. Ituuu aja.

Padahal sekarang sedang rame-ramenya isu fasisme/rasisme yang dilakukan para biksu Buddha dan kelompok nasionalis di Myanmar kepada warga muslim Rohingya. Ada lebih dari 15.000 muslim dibunuh oleh mereka, wanita-wanitanya diperkosa dan disiksa, bahkan ada lebih dari 20 masjid dibakar disana.

Inilah wajah pemimpin pembantaian muslim di Rohingya

Inilah wajah pemimpin pembantaian muslim di Rohingya

PBB diam saja melihat kejadian ini. Sampai sekarang tidak ada upaya yang signifikan yang dilakukan oleh PBB. Kemana aja pasukan perdamaian-nya, sedangkan pembantaian masih terus berlangsung sejak 2012 lalu?? Orang sekelas Aung San Suu Kyi, tokoh aktivis prodemokrasi yang pernah menerima nobel perdamaian dalam perlawanannya kepada rezim militer di Myanmar ternyata juga diam membisu melihat pembantaian di Rohingya. Ini apa-apaan?? Semua orang diam ketika orang-orang muslim dibantai, sedangkan ribuan Yahudi dibantai ketika tragedi Holocaust (punk) di seluruh dunia heboh, ikut mengutuk Nazi.

“Fuck you!” adalah kata yang cocok buat kalian yang ngaku punk tapi pilih-pilih isu untuk dibela atau dilawan! “Fuck you!” juga buat kalian punk di Indonesia yang mayoritas beragama Islam tapi buta, bisu, tuli, kalau ada kejadian-kejadian semacam ini.

Penulis justru salut dengan sekelompok punk di negeri konflik itu yang memberanikan memprotes pemerintahnya sendiri untuk menghentikan fasisme yang dilakukan pemerintah kepada umat Islam Rohingya. Band punk bernama Rebel Riot pernah memprotes yang dilakukan oleh kelompok-kelompok fasis yang anti-Islam di Myanmar yang menamakan diri “969” itu.

Kyaw Kyaw, vokalis band punk rock Rebel Riot, dalam latihan bersama kelompoknya di sebuah studio di Rangoon, Burma. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Kyaw Kyaw, vokalis band punk rock Rebel Riot, dalam latihan bersama kelompoknya di sebuah studio di Rangoon, Burma. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Yang belum ada adalah bentuk kepedulian punk dari Indonesia. Negeri mayoritas muslim yang jaraknya tidak jauh dari Myanmar. Mungkin punk disini sedang sibuk mabuk dan main musik. Sampai lupa tanggungjawab penggunaan label punk buat dirinya.*[]

Oleh: Makroni

5 comments

  1. Bener banget tuh …

  2. Jangankan ngurus negara orang lain, 300.000 komunis mati di indonesia gimana? negara bungkam

  3. miniatur replika tahupetis

    Oyi semangat! Bang.

  4. Rohingya sendiri gak diakuin sebagai etnis Myanmar. Mau gimana? Di sisi lain, negara Asia Tenggara gak ada yang bisa menekan Myanmar. Kecuali PBB. Punk Indonesia.. oooo.

  5. fasis sepertinya lebih bagus di sebut ultranasioalnalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.