Home / Artikel / Opini Hatkor! / Aksi Selebriti, Obyek Pemanis Berita

Aksi Selebriti, Obyek Pemanis Berita

KONTERKULTUR–Baru saja ramai terkuak kasus keberadaan jaringan prostitusi yang menawarkan para wanita cantik bertarif fantastis. Hampir seluruh media nasional merilis berita, meledakkan kasus ini. Wajar, karena dari pengakuan sang mucikari, balon-balon (PSK) ini berasal dari kalangan selebriti. Terbeber deretan daftar inisial nama wanita-wanita ini. Sejak itu, ramai pula beredar gambar para terduga wanita panggilan ini dengan kostum-kostum seksi. Memang kebanyakan dari mereka adalah model semi bugil, atau penyanyi dangdut-house-konak kambuhan yang, aduh, kok ada saja yang mau memproduseri. Orang-orang, kami, konsumen berita, menjadikannya bahan obrolan di warung kopi, jadi obyek pergunjingan di kantin koperasi, malah mungkin beberapa orang sempat menjadikan foto mereka sebagai bahan masturbasi di kamar mandi.

Jaringan media massa nasional dengan sangat bersemangat memberikan informasi tentang terkuaknya jaringan ‘dunia hiburan panas’ ini. Terbebernya inisial-inisial nama semakin memberi ide segar bagi para pencari berita untuk memberikan hiburan lain pada kami. Hasilnya, tuduh menuduh pun terjadi. Beberapa yang namanya dihubungkan dengan daftar inisial nama PSK selebriti mulai berkicau ramai, menolak tuduhan bahwa beliau pernah berhubungan dengan sang mucikari. Bantahan terjadi di sana sini. Salah satunya bahkan tetap bersikeras menyangkal, meskipun di media sosial telah tersebar foto-fotonya saat diperiksa di kantor polisi. Tapi siapa juga yang tahu? Bisa saja dia diperiksa bukan karena kasus prostitusi selebriti tersebut, melainkan baru saja tertangkap basah sedang mencuri sapi, atau pacaran dengan pria beristri, atau mungkin karena sembahyang dengan pakaian mini. Siapa yang tahu? Ya tentunya pak polisi.

Hebohnya sampai menggelegar seperti suara kentut dan* mencret* yang bergabung menjadi satu membasahi celana dalammu. Dunia pengalih perhatian (baca: media massa) memberikan perhatian lebih pada kasus ini. Karena memang skandal macam ini sangat laku untuk dijual. Dan bukankah di sini (negara ini, atau mungkin dunia ini), apapun yang berhubungan dengan seks sangatlah menarik untuk disajikan? Apalagi ini skandal bisnis seks di dunia selebriti.

Selebriti, yang setiap hari gerak-geriknya selalu diawasi. Apapun yang mereka lakukan selalu diintai para wartawan dan wartawati. Kegiatan indoor maupun outdoor, on air maupun off air, semuanya menjadi produk berita yang
selalu dinanti. Banyak orang yang memang benar-benar ingin tahu bagaimana kehidupan idola mereka sehari-hari. Walaupun dengan keingintahuan mereka itu, sengaja atau tidak, sebagian orang menjadi iri.

Kadang kita mendengar cerita, atau berita, seorang selebriti mendapat banyak cibiran dan cemoohan, bernada kebencian. Satu contoh, orang-orang menjadi benci pada seorang selebriti yang penyanyi. Karena selain suka
menyanyi, beliau juga suka memamerkan tas impor miliknya yang dibeli di luar angkasa seharga tanah di Kota Malang berukuran empat puluh lima meter persegi. Tas miliknya adalah langka, berbahan kulit sisa sunat John Lennon, tali dan kancing dan resletingnya berlapis emas dan anti peluru kendali, lengkap dengan jumlah produksinya yang sangat terbatas, seperti jatah beras.

Contoh lain, sering juga saya mendengar orang menyampaikan turut bahagia atas pernikahan selebriti T dengan selebriti A karena dia menganggap mereka serasi. Atau merasa kecewa kemudian marah-marah, lantaran keduanya bercerai dua menit kemudian, lalu menikah lagi setelah jeda iklan. Dengan pasangan baru, yang agak sedikit lumayan kurang serasi. Belum lagi jika ada selebriti E bertengkar dengan selebriti K karena berebut suami lalu berebut harta gono gini. Tiba-tiba suami mereka mempersengketakan kepemilikan sepeda motor, lalu saling melayangkan somasi, saling menuduhkan pasal pencemaran nama baik dan nama hewan. Sampai soal pertengkaran sepele karena si K lupa memberi makan anjing peliharaan si E yang dititipkan padanya selama pergi belanja cilok di Papua Nugini. Kemudian, akibat perselisihan selebriti ini akan ada dua kubu di masyarakat. Hingga pertengkaran
selebriti menjadi pemicu terbelahnya persatuan dan kesatuan dalam keluarga Indonesia. Ibu bersimpati pada K karena iba lantaran si K wajahnya melas dan tak terawat, sedangkan bapak tidak terima harga diri seorang lelaki
diinjak-injak oleh wanita melas dan tak terawat.

Memang hal tersebut tidak sampai membuat pertengkaran yang berlebihan, tapi itu sudah cukup menjadi bukti bahwa sebenarnya masyarakat sangat memperhatikan kehidupan pribadi selebriti. Sampai sampai mereka
menjadikannya bahan pertimbangan dalam membeli pakaian. Referensi dalam memilih sabun kecantikan, dorongan seksual, bahkan hubungan percintaan. Seorang pemuda tampan berkulit ular mengaku sangat mengagumi sosok
selebriti I dari golongan pemain sinetron. Si I sangat menawan, bodinya yang aduhai membuat pemuda tadi mimisan. Dan dia pun bersumpah dalam hidupnya akan mencari jodoh secantik selebriti I tadi. Tidak mengapa
meskipun bukan yang asli, asalkan dia masih bisa memanjakan fantasi.

Kenyataan tersebut memang benar terjadi. Selebriti menjadi obyek utama dalam dunia hiburan, bahkan obyek tunggal. Sorotan media massa terhadap kehidupan pribadi mereka terbukti lebih menohok hingga menjadi buah bibir di masyarakat kita. Segala tingkah laku mereka, tingkah laku yang ditampilkan dalam berita, akan membentuk pola pikir konsumen -pembaca berita- tentang mereka. Misalnya selebriti I tadi, beliau selalu tampil cantik di segala medan. Setiap berita yang berkaitan dengannya selalu menampilkan sosok I yang anggun. Sosok wanita setengah bidadari tanpa sayap dan bebas narkoba, selalu merawat diri. Tapi orang tidak pernah tahu selain itu, apakah I punya panu di punggung atau berbagai bentuk farises menghiasi betisnya. Orang tidak akan pernah tahu jika tidak ada berita tentangnya. Pemuda tampan tadi akan tetap memuja sang idola, meski jamur kulit rahasia memadati punggungnya. Namun jika I lengah, media bisa dengan mudah mengubah imej-nya. Sekali saja panu atau farises tersebut tertangkap mata media, bidadari cantik impian pemuda tampan akan segera berubah menjadi siluman
beruk penuh muslihat. Bila perlu akan dicap sebagai pembohong publik dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya yang ternyata palsu. Lalu pemuda tampan tadi akan patah hati dan memutuskan untuk hidup tanpa pasangan sampai mati.

Informasi tentang selebriti yang disajikan di media massa tidak selalu seputar kontroversi kehidupan mereka, meski kontroversi itulah yang selalu dinanti. Kadangkala kita melihat di acara gosip, pembawa acara kuis sedang ulang tahun, lalu dikerjai teman-temannya. Kadang ada juga sekedar berita tentang pemain film mendadak umrah ke tanah suci, atau penyanyi yang tidak suka pamer tas tiba-tiba membuka sanggar tari di luar negeri. Semuanya disajikan demi kepentingan konsumen yang selalu ingin tahu dan ingin mendengar kabar dari idola mereka. Sampai di mana perjuangan mereka dalam mencari arti kehidupan. Apakah mereka bahagia atau sedih, dan banyak hal lagi yang lainnya. Maka segala aspek sosial dalam kehidupan selebriti yang dirasa menarik akan diangkat menjadi sebuah informasi untuk disebarkan pada khalayak ramai.

Karena nama mereka termashyur di dunia hiburan. Baik mereka menggunakan bakat dan kemampuan di bidang seni, pertunjukan, maupun -sekedar- bergoyang-goyang mengandalkan lekuk tubuh atau cuma bermodal wajah rupawan. Bahkan jika apes, sampai menjadi pemberi layanan cinta bagi pria kaya nan belang-belang. Semua hanyalah karena mereka bekerja mencari nafkah di dunia hiburan. Dan dunia hiburan sangatlah tidak terbatas, di dalamnya juga terdapat jaringan media massa sebagai alat persebaran. Baik itu berupa talkshow tengah malam, teks berjalan di bagian bawah layar tv, majalah gosip, komik strip, situs berita, sampai kanal-kanal gosip investigatif di
media sosial, semua adalah bagian dari dunia hiburan, semua saling berkaitan.

Namun berita kontroversi, seperti halnya kontroversi prostitusi selebriti tadi, akhirnya menjadi topik yang lebih banyak dibicarakan daripada buah karya cipta selebriti terkait. Apakah beliau penyanyi atau foto model bikini, tidak akan penting lagi untuk dibahas. Semua perhatian akan tertuju pada kontroversi. Setiap orang akan terpusat pada satu pembahasan. Tidak akan pernah kita jumpai berita tentang dari mana dia berasal. Tidak juga pernah kita tahu konser dangdut manakah -dari pedangdut tersebut- yang tiketnya terjual habis. Apalagi sisi musikal dari penyanyi, seperti siapa pedangdut yang menjadi inspirasinya dalam berdangdut, atau karakter kendang merk apa yang dia sukai. Masyarakat tidak peduli. Keberadaan mereka, jadinya cuma akan dicap sebagai seorang wanita panggilan. Identitas ke-penyanyi-annya akan lenyap. Kecuali media berkenan mengangkat berita baru lagi. Berita pembangkit simpati masyarakat. Tentang seorang foto model bikini nan PSK yang bertobat, beralih menjadi penjual tomat. Lalu media mengangkat kontroversi baru tentang tomat, dan omset pedagang tomat yang tidak sebanding dengan pendapatan PSK selebriti. Hingga selebriti mantan PSK tersebut menjadi berwajah melas dan tidak terawat di mata ibu-ibu pemerhati tayangan gosip selebriti. Pada akhirnya, media berhasil memulihkan nama baik sang model bikini. Meski fakta dalam berita tidak selalu sama dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.*[]

Oleh: Ovanobing

ovanobing@gmail.com

2 comments

  1. ex jama'ah metaliyah

    selebriti pelacur industri.. topeng busuk kendali pencitraan tahi
    Propaganda menyesatkan dari korporat keparat pemilik modal bangsat kalian cekoki kami dengan hal hal yang berorientasi syahwat eerrggggggggggghh biadab!
    capitalist kapitalis capitalishit bullshit…………………… UUD sialan Ujung Ujungnya Dajjal
    citra busuk sempalan,,,,,,,, setan koplak kocak merangkak penjilat.. \ :v /

    • klo soal syahwat .. jgn standar ganda dong .. jgn cela selebriti yang dimaksud aja ,, cela noh anak punk , metal juga banyak yg umbar syahwat baik dalam ranah kapitalis maupun ranah kolektif … lawan noh suicide girl atau sejenis nya , lawan noh punk kitten .. mereka juga selebritis dalam kolum tertentu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.