Home / Artikel / Opini Hatkor! / Anarkisme Telah Menjadi Komoditas
kaos anarki

Anarkisme Telah Menjadi Komoditas

KONTERKULTUR–Istilah “anarki” dan “anarkisme” adalah dua istilah yang selalu melekat dengan subkultur punk. Mereka, antara punk dan istilah “anarki/anarkisme” sudah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan. Sangat identik. Karena esensi dari punk adalah perlawanan terhadap para penindas. Sedangkan anarkisme adalah paham yang meyakini bahwa pemerintahan didunia ini harus dihapuskan karena dianggap selalu membawa penindasan.

Namun, itu semua adalah definisi-definisi yang ideal, yang mungkin dulu pernah melatarbelakangi kemunculan punk maupun anarkisme dimuka bumi ini. Saat ini, ternyata kenyataannya tidak se-ideal dulu lagi.

Kalau dulu bisa dipercaya kalau band-band era awal punk di Inggris begitu berani melawan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah Inggris. Makanya, dulu anarkisme benar-benar menjadi gaya hidup para punk.

Tapi kita lihat kondisi saat ini. Betapa banyak simbol-simbol anarki/anarkisme dipakai hanya sebagai sangar-sangaran penampilan saja. Terkadang dipakai hanya untuk merchandise-merchandise band punk, namun para personel band itu sama sekali nggak paham konsekuensi memakai simbol-simbol itu. Ada juga yang hanya memakai istilah anarki untuk judul maupun lirik lagu mereka. Mungkin biar kelihatan galak, keren, dan brutal. Kan kalau band punk kelihatan sangar pasti menambah popularitas mereka.

Artinya nih artinya, saat ini anarkisme nggak lebih dari sekedar komoditas. Barang dagangan yang mampu bikin segala sesuatu jadi laku keras. Anarkisme saat ini hanya sebagai slogan-slogan kosong yang nggak punya makna lagi. Perlawanan yang dulu begitu nyata dilakukan oleh para leluhur punk, hanya mampu diadopsi sampai tataran kenakalan melawan orang tua. Perlawanan yang salah tempat.

Apa jadinya kalau judul album SID waktu itu nggak pakai istilah “anarki”? Apakah bakal laris juga? Apa jadinya kalau kaos-kaos band punk sama sekali tidak terkait dengan simbol-simbol anarki? Apakah bakal laku juga?

Terima atau tidak, anarkisme kini sudah masuk di catwalk-catwalk event perancangan busana kelas dunia. Namun bukan untuk men’dakwah’kan anarkisme secara ideologis. Bukan. Tapi untuk dipakai para model disana sebagai elemen yang menarik perhatian pengunjung.

Apakah anarkisme juga akan mati sebagaimana punk yang sudah tidak punya gigi taring lagi? Mari kita renungkan sambil koreksi diri. Jangan cuma tau soal musik doang!*[}

 

Oleh: Monting Momon

One comment

  1. the fuck…. ini tulisan kurang berfaedah banget ngomongin anarki dan punk. pakek bawa2 judul album org pula. bawa aja tuh ‘pride’ yang katanya empunya leluhur punk inggris belekedet mencret itu sampe ke liang lahatmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.