Home / Artikel / Kamu Harus Tahu! / Apakah yang Dimaksud dengan Subkultur?
ilustrasi (sumber: demographicpartitions.org)

Apakah yang Dimaksud dengan Subkultur?

KONTERKULTUR–Jika kita ingin mengenal apa itu Punk, maka seharusnya kita memahami lebih dulu apa yang dimaksud dengan subkultur atau subculture. Tanpa tahu lebih dulu apa itu subkultur, maka kita akan kehilangan esensi dan filosofi dari punk itu sendiri.

Apa itu subkultur?

Secara istilah, subkultur berasal dari kata “sub” dan “kultur”. Kata “sub” memiliki makna konotasi suatu kondisi yang khas dan berbeda dibandingkan dengan masyarakat dominan atau mainstream. Sedangkan penggabungan kata menjadi “subkultur”, seorang ahli studi budaya Chris Barker mengatakan bahwa ia adalah suatu konsep yang terus bergerak yang bersifat konstitutif bagi obyek studinya.

Menurut Barker (2008: 341), kebudayaan dalam subkultur mengacu pada seluruh cara hidup yang menjadikan dunia ini hanya dapat dipahami oleh para anggotanya saja.  Jika kita ingin mendefinisikan subkultur, maka kita harus mengembalikan konteks istilah itu diletakkan pada perbedaan antara kelompok kultural/sosial tertentu dengan budaya yang lebih luas.

Subkultur dekat sekali dengan kehidupan anak-anak muda. Banyak anak-anak muda bergabung atau membentuk subkultur-subkultur karena karakteristik mereka yang secara sadar menyukai ‘keanehan’ dalam dirinya.

Subkultur juga bentuk perlawanan terhadap budaya mainstream

Jika kita mengacu pada beberapa literatur tentang subkultur, para pengamat budaya mendefinisikan istilah ini dengan sederhana, yaitu sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk atau mainstream (Martono, 2009: 10). Jika seseorang dikatakan sebagai ‘anggota’ dari suatu subkultur tertentu, maka hal tersebut bisa ditunjukkan melalui gaya hidup dan penggunaan simbol-simbol tertentu dalam hal berpenampilan maupun berkomunikasi.

Dalam perkembangannya, subkultur juga muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya dominan yang saat itu berkembang makin populer. Orang-orang semakin konsumtif dan arus budaya dominan semakin membuat masyarakat berperilaku dan memiliki selera yang seragam. Disinilah subkultur muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap kejenuhan trend di tengah-tengah budaya massa.

subkultur2

berbagai penganut subkultur menggunakan simbol-simbol dalam pakaiannya untuk menunjukkan identitas dirinya.

 

 

Subkultur menggunakan simbol-simbol untuk berkomunikasi

Salah satu cara yang dilakukan oleh para penganut subkultur tertentu untuk mengkomunikasikan seberapa ‘beda’ diri mereka dengan budaya mainstream yang mereka lawan adalah dengan menggunakan pakaian. Bagi mereka, gaya rambut, gaya pakaian, tshirt, jaket, ikat pinggang, sepatu dan asesoris yang mereka pakai adalah bentuk representasi dari perlawanan yang mereka bangun.

Dalam konteks subkultur punk misalnya, seluruh elemen penampilan yang dikenakan oleh seorang punk merupakan ungkapan rasa ketidakpuasan dirinya terhadap budaya mainstream. Menurut Hebdige (1979: 79), fashion yang disengaja oleh komunitas punk adalah bentuk kritik sosial yang paling pedas terhadap kelas sosial yang ada diatasnya. *[]

Oleh: Aditya Rahman Yani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*