Home / Artikel / Opini Hatkor! / Bad Religion dan Propaganda Atheisme

Bad Religion dan Propaganda Atheisme

KONTERKULTUR–Dibentuk pada tahun 1979 di California. Dulu kami mengagumi Greg Graffin—yang dalam band ini memegang posisi sebagai frontman/vokalis, dikarenakan dia cerdas. Biasanya seorang pemain band identik dengan ketidakpedulian dengan sekolah, universitas, dengan sekeranjang buku, tapi si Greg ini beda. Ia menyelesaikan Ph.D-nya di salah satu universitas di Amerika. Disertasinya yang terkait dengan konsep Darwin dan ketuhanan ia dedikasikan untuk fans loyal-nya.

Pemikiran Greg Graffin ini kentara sekali dengan nuansa ‘khutbah jumat’ atau ‘khutbah di biara-biara.’ Hanya saja, khutbah itu tidak berisikan ittaqullah atau bertaqwalah kepada Allah, atau khutbah berperilakulah dan percayailah Kristus, wahai! Melainkan ajakan, imbauan, seruan, tabligh akbar di atas stage, di atas panggung, mengajak fans-nya untuk menjadi atheis/agnostik.

“It’s all right to have faith in god But when you bend to their rules and their fucking lies. That’s when I start to have pity on you. You’re living on a mound of dirt, But you can’t explain your reason for existence. So you blame it on god. There’s people in the world today Who say they’re Jewish, Christian and such, They’re all ignorant fools.” (Faith in God/Bad Religion)     

Nggak apa-apa untuk enggak memiliki keyakinan terhadap tuhan, tetapi jika kamu mengikatkan diri dengan aturan dan kebohongan mereka (ini menjadi masalah). Ketika itu terjadi aku mulai menganggapmu culun. Kamu hidup di tanah kuburan, kamu nggak bisa ngejelasin alasan eksistensi Tuhan. Jadi kamu menyandarkan pada Tuhan. Di dunia saat ini, ada orang-orang yang menyatakan bahwa mereka Yahudi, Kristen dan lain sebagainya (termasuk Islam), mereka itu tablo alias goblog. (Faith in God/Bad Religion)     

Atau.

“There’s no such thing as hell/But you can make it if you try/There might come a day/When emotion can be quantified/But as of now there’s no proof necessary/No proof necessary/It’s only in your mind. (Prove It/Bad Religion)

“And the world won’t wait/For the truth upon a plate/But we’re ready now to feast on an atheist peace.” (Atheist Peace/Bad Religion)

“Tidak ada itu yang namanya Neraka. Neraka itu ada dan bakal datang kalau kamu memikirkannya (kalau nggak, ya nggak ada)/Neraka itu ada kalau emosi bisa dikalkulasikan/Kalau sekarang sih nggak ada buktinya itu neraka/Nggak ada buktinya, neraka cuma ada dikepala kita doang.” (Prove It/Bad Religion)

“Perdamaian yang dilakukan oleh orang atheis, negara ngehajar/ Dunia nggak mau menunggu, untuk kebenaran di atas piring sajian/ Tapi kami para atheis rela (puasa atau mati geni. Hehe) untuk perdamaian yang diusung oleh orang atheis).” (Atheist Peace/Bad Religion)

Dari zaman dulu, yang kaya Bad Religion itu sudah ada. Surga-Neraka emang nggak keliatan, kalau keliatan ya nggak akan ada Bad Religion. Pada takut semua.

Metode pembuktian hidup setelah kematian tidak disandarkan pada pandangan mata (kapan-kapan kita bahas metode ilmiah dan metode rasional), tapi pada penyandaran pembuktian akan verse/informasi yang kita percaya dan kita buktikan, kita teliti.

Lagian, apa salahnya mempercayai pembalasan jika itu menguatkan komitmen untuk saling menghargai, menguatkan komitmen untuk tidak saling berkhianat, menguatkan keteraturan. Dan kalau neraka nggak ada, oh, betapa bahagianya Adolf Hitler, Suharto, Polpot, Si Buas Stalin.

Keadilan di dunia memang harus diusahakan, harus dilakukan, harus ditegakkan, tetapi keadilan tidak menjangkau banyak pihak. Banyak yang melakukan kejahatan, tapi mati tanpa mengalami hukuman atau pembalasan atas keadilan yang setimpal. Kalau tidak ada Neraka, enak sekali, ya.

Masalah perdamaian atheis? Apakah atheis itu selalu cinta damai? Apa kepercayaan terhadap Tuhan itu dipastikan tidak cinta damai? Kesimpulan dua-duanya salah. Kalau atheis/agnostik sudah bermain dalam sistem, dalam ranah politik, dalam ranah movement, sangat bisa bisa terjadi mereka tidak cinta damai.

Bukankah Stalin dan Mao itu atheis yang suka membantai manusia? Bukankah beberapa personil Dead Kennedys itu atheis-anarkis yang pernah terlibat pembunuhan dan pengeboman? Bukankah mereka adalah atheis/agnostik yang menyuarakan perdamaian? Perdamaian macam apa yang diinginkan Bad Religion? Tentu saja perdamaian dalam versi atheis/agnostik mereka. Ini sih klaim-klaim-an aja, akhirnya.*[]

Oleh: Divan Semesta (Ex-Anti-Mammon).

(Tulisan ini diambil dari manifesto band punk Anti-Mammon yang diterbitkan tahun 2012 dalam bentuk zine dengan nama yang sama).

Editor: Aik

3 comments

  1. apakah penulis diatas divan s dan ben anti mammon itu beraliran punk islam ? kalo punk ya punk sajalah..kalo islam ya islam sajalah..kalo merasa saleh jangan digembar-gemborkan..itu riya’ (penyakit hati)..kalo mau menyerang atheisme pahami dulu atheisme itu apa? katanya konter kultur? kok kayanya terlalu subyektif dan berat sebelah (tidak seimbang) dan malah kaya artikel buletin hizbut tahrir di masjid2 tiap jumatan…

  2. Keracunan agama ni admin konterkultur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.