Home / Bedah Karya / Bedah Gigs / [Bedah Gigs] FAST FEST #1: Kegilaan di ruang 4 x 6 meter persegi!

[Bedah Gigs] FAST FEST #1: Kegilaan di ruang 4 x 6 meter persegi!

KONTERKULTUR–Malam itu, 19 September 2015, studio musik yang hanya berukuran 4 x 6 meter persegi itu bergetar-getar. Bagaimana tidak, sejak sekitar pukul 19:00 sampai pukul 21:30 ada 6 band beraliran powerviolence, fastcore, grind, crust, punk, sludge/dark hardcore, satu persatu menguras keringat para penonton yang hadir ketika itu.

Kata panitia, konsep FAST FEST memang bukanlah event musik besar yang lengkap dengan sound system ribuan watt dan panggung-panggung yang tinggi. Event ini lebih menonjolkan kedekatan antara penonton dengan band yang perform ketika itu dan tujuannya adalah dengan biaya seminimal mungkin namun bisa berkumpul bersama-sama dalam satu wadah yang sama. Memang belum ada tempat yang representatif layaknya CBGB yang bisa menjadi gigs rutin yang membidani band-band punk/hardcore di New York, tapi keterbatasan itu tidak menjadi masalah selama masih ada studio musik yang berukuran ‘cukup’ besar untuk diisi maksimal 30 orang yang mau disewa untuk event semacam ini.

Setelah selesai ritual shalat isya di masjid terdekat berakhir, FAST FEST dibuka dengan perform dedengkot powerviolence asal Surabaya, HUMAN CORRUPTION. Sepuluh lagu disiapkan dengan pencampuran musik hardcore punk diramu dengan tempo cepat yang berubah-ubah. Setiap lagu dibawakan antara 20 detik hingga tidak lebih dari 1 menit saja. Penampilan mereka ditutup dengan cover song dari MINOR THREAT berjudul “Filler”.

Kemudian ABRAHAM tampil dengan mengajak penonton untuk merasakan aransemen hardcore punk dipadu dengan riff gitar yang gelap dan terkadang pelan namun depresif. Meski mereka bermain tanpa bass, tapi sama sekali tidak mengurangi nuansa lagu yang ingin mereka bangun.

Ruangan sudah mulai panas luar biasa. Keringat para penonton sudah mengalir ke seluruh permukaan kulit mereka. Jelas saja, studio yang sering disebut “Rumah Goyang” ini hanya dipasang satu AC saja, sedangkan para penonton tidak menahan diri dari bergerak kesana kemari.

Tanpa break, perform dilanjutkan oleh band thrash crossover asal Surabaya, FEAR. Riff-riff gitar ala Slayer dan Municipal Waste khas menjadi pengaruh utama musik mereka. Mata saya tidak beranjak melihat permainan keempat personel mereka. Band ini bermain rapi dan mengesankan!

Selanjutnya, penganut hardcore super cepat dari Surabaya, REAKTIF, menyiapkan diri untuk tampil. Studio Bhinneka alias Rumah Goyang sudah mirip ruang untuk sauna. Siapapun yang bertahan dengan berkeringat-ria di dalam dijamin bisa menurunkan kadar lemak dan berat badan.

REAKTIF juga tampil tanpa bass. Namun sound gitar yang ada digabung agar suara gitar lebih mantap kedengarannya. Seperti biasa, REAKTIF bermain singkat, cepat, dan to the point. Lagu terakhir mereka adalah cover song dari THE RAMONES berjudul Blitzkrieg Bob yang diaransemen dengan tempo fastcore yang cepat.

Jam sudah menunjukkan pukul 20:45. Masih ada 2 band lagi yang siap merusak sistem pendengaran para penonton. Berikutnya POLLUTION ATTACK masuk bersama para pasukannya yang siap pasang badan untuk sing along bersama. Beberapa lagu punk rock dibawakan dengan rapi. Sekilas, band-band ala TOTAL CHAOS, CHAOS UK, THE CASUALTIES adalah pengaruh besar mereka dalam menciptakan lagu.

Terakhir, band penutup sekaligus klimaks dari acara ini adalah KERANGKA. Mereka hanya bertiga: gitar, vokal dan drum, sekali lagi tanpa bass! Entah kenapa FAST FEST banyak diisi oleh band-band tanpa bass ya?? Hahaha… Mungkin scene hardcore/punk di Surabaya sedang krisis bassis. What ever lah..

Tapi KERANGKA bermain dengan sangat menakjubkan! 3 orang personelnya, semuanya benar-benar pemain pro! Old school grindcore rules! Satu lagu merupakan cover song dari Napalm Death album “Scum”. Panitia sangat pas sudah memilih KERANGKA bermain sebagai band penutup dalam acara ini. Gregetnya benar-benar terasa. Klimaks event ini benar-benar nendang!

Syukurlah FAST FEST berakhir dengan lancar. Tidak melebihi jadwal yang ditentukan. Yang mengesankan lagi, acara ini berhasil berjalan tanpa alkohol, cimeng atau jenis-jenis narkoba yang lain. Semoga FAST FEST bisa menjadi contoh yang baik untuk scene hardcore/punk di Indonesia bahwa sudah saatnya meninggalkan kebiasaan buruk di lokasi event yang bisa menyebabkan gigs punk/hardcore semakin dipersulit perijinannya.

FAST FEST #1 akan dipublikasikan dalam bentuk video dokumenter yang akan dikerjakan oleh tim videografer DKV14 bentukan KONTER KULTUR. Kabar lainnya, FAST FEST #2 kemungkinan akan dieksekusi 4 bulan mendatang. Kita lihat band gila macam apa lagi yang siap memecahkan gendang telinga para penonton. Just wait!*[]

Dokumentasi Foto:

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Abraham

Pollution Attack

Pollution Attack

Pollution Attack

Pollution Attack

Pollution Attack

Pollution Attack

Kerangka

Kerangka

Kerangka

Kerangka

Kerangka

Kerangka

Kerangka

Kerangka

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

Human Corruption

 

Fear

Fear

Fear

Fear

Fear

Fear

Fear

Fear

Fear

Fear

Reaktif

Reaktif

Reaktif

Reaktif

Reaktif

Reaktif

Reaktif

Reaktif

 

Ditulis oleh: Gembel, anak hipster yang baru belajar musik hatkor.

Editor: Markonah

Sumber foto: hasil kompilasi dari teman2 yang hadir di Fast Fest #1

3 comments

  1. Keren !!!

  2. Lampung boleh coba nih model.
    kool!

  3. wah itu mas Aik ya vokalis Human Corruption?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*