Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Bingung Main Musik

Bingung Main Musik

males ngebandKONTERKULTUR—Udah lebih dari 20 tahun kultur do it yourself (DIY) masuk dalam scene underground di Indonesia (khususnya scene punk dan hardcore), tetap aja ada anak-anak muda yang kebingungan gimana caranya merilis band dia sendiri tanpa bergantung pada label rekaman besar. Kemana saja mereka selama ini?

Mereka pikir kalau band yang mereka miliki nggak bisa dilirik oleh perusahaan rekaman besar itu berarti selamanya nggak bisa berkembang. Padahal belum tentu. Berapa banyak band underground dimuka bumi ini masih bisa bertahan hidup dan rekamannya bisa tersebar diseluruh dunia tanpa harus dibantu oleh perusahaan rekaman (label) besar. Tapi tentu berbeda jika yang diinginkan bukan tersebar-luasnya publikasi, tapi profit dan popularitas. Ini sudah beda orientasi. Kalau yang dicari profit, maka selamanya kita nggak bisa pakai jalan DIY. Begitu juga jika memang orientasinya adalah popularitas. Tentu label rekaman besar di negeri ini nggak akan melirik band kamu kalo jenis musik yang kamu mainkan bukan sejenis Noah atau Ungu. Kalau mainin metal atau punk, jangan berharap banyak bisa ‘sukses’ dapetin popularitas dan profit melalui label besar.

Itulah kenapa jalur DIY dengan cara merilis rekaman sendiri dinilai lebih masuk akal bagi band-band punk, hardcore, metal, dan band-band undergorund lainnya. Meski itu pun juga nggak selamanya mulus. Biasanya band DIY macam ini akan berhenti karena kecapekan dengan melakukan segalanya sendiri. Kepuasan memang mereka dapet. Tapi nggak bisa dipungkiri bahwa mereka nggak bisa terus menerus melakukan sesuatu yang tidak memberikan feedback profit yang cukup untuk bertahan hidup. Dan akhirnya mati, atau tetap berjalan dengan kaki terseok-seok.

Saya sih bukan mau mengendurkan semangat kalian. Tapi industri musik di Indonesia ini nggak bisa diharapkan. Mereka semua hanya punya satu fokus, yaitu mencari profit-profit-profit. Sebanyak-banyaknya. Sehingga menurut saya, kalau kalian punya band, pilihan kalian hanya 2 saja. Pertama, mencoba merilis rekaman-rekaman kalian sendiri secara DIY yang nantinya biasanya akan berujung pada kecapekan. Atau, kedua, jangan jadikan band kamu sebagai aktivitas yang serius. Biasa aja. Seperti sedang menjalankan hobi. Jangan terlalu dipikiri mendalam. Lebih baik alihkan aktivitasmu untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat.*[]

Oleh: Pejantan Tanggung

Editor: Aik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.