Home / Bedah Karya / Bedah Film / Breaking The Spell, Sebuah Dokumentasi Perlawanan Terhadap Kapitalis Dunia

Breaking The Spell, Sebuah Dokumentasi Perlawanan Terhadap Kapitalis Dunia

KONTERKULTUR—Film Breaking The Spell ini adalah salah satu video dokumenter yang dibuat oleh para anarkis yang sebenarnya sudah dirilis sejak tahun 1999 oleh kolektif pekerja anarkis, Crimethinc. Beberapa orang yang berperan dalam pembuatan video ini adalah Tim Lewis, Tim Ream dan Sir Chuck A Rock. Meski ini video lama, saya merasa tidak basi untuk me-review-nya sekarang. Sambil kita mengingat-ingat apa yang terjadi dengan sejarah terkait globalisasi saat itu. Jangan bayangkan video ini menggunakan peralatan yang canggih dalam pembuatannya. Ini benar-benar digarap dengan kamera video amatir semacam handycam yang direkam oleh beberapa aktivis anarkis yang sedang berada di lokasi demonstrasi besar-besar…

Review Overview

Alur - 6.1
Visual - 6.5
Sound - 6
Distribusi - 8
Impact - 9.1

7.1

Keren

Summary : secara garis besar film ini layak untuk kita jadikan referensi, kita memerlukan banyak film seperti ini.

User Rating: 3.39 ( 7 votes)
7

KONTERKULTUR—Film Breaking The Spell ini adalah salah satu video dokumenter yang dibuat oleh para anarkis yang sebenarnya sudah dirilis sejak tahun 1999 oleh kolektif pekerja anarkis, Crimethinc. Beberapa orang yang berperan dalam pembuatan video ini adalah Tim Lewis, Tim Ream dan Sir Chuck A Rock. Meski ini video lama, saya merasa tidak basi untuk me-review-nya sekarang. Sambil kita mengingat-ingat apa yang terjadi dengan sejarah terkait globalisasi saat itu.

Jangan bayangkan video ini menggunakan peralatan yang canggih dalam pembuatannya. Ini benar-benar digarap dengan kamera video amatir semacam handycam yang direkam oleh beberapa aktivis anarkis yang sedang berada di lokasi demonstrasi besar-besar di Seattle menentang World Trade Organization (WTO). Dalam video ini, kita juga bisa melihat bagaimana gambaran perlawanan hampir seluruh elemen masyarakat yang kritis terhadap kehadiran New World Order, mulai dari kaum buruh pabrik, pegawai toko, aktivis lingkungan, agamis, seniman, pecinta hewan, leftist, sampai para anarkis radikal macam Black Bloc berkumpul menjadi satu, memadati jalan-jalan di kota Seattle dan melakukan apa saja yang mereka bisa menghambat ‘kebijakan-kebijakan’ sadis para kapitalis dunia terhadap para korbannya, yaitu negara-negara miskin, negara dunia ketiga, pengusaha kecil, para buruh, bahkan bagi bumi sendiri.

Seluruh elemen tersebut memiliki cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan perlawanan mereka. Ada yang membagi-bagikan pamflet, ada yang menuliskan pesan-pesan mereka pada papan dan poster, ada yang orasi dari atas atap toko di pinggiran jalan, ada yang memasuki toko-toko korporasi multinasional sambil berteriak-teriak agar pengunjung tidak nyaman, sampai yang paling ekstrim adalah para anarkis radikal yang merusak, mencoreti, dan menghancurkan instalasi umum dan gerai-gerai perusahaan multinasional macam Nike di Nike Town, McDonald’s, GAP, Wendy’s, dll. Meskipun ada beberapa ketegangan antar para demonstran tentang penggunaan cara-cara radikal yang destruktif, namun mereka tetap paham siapakah musuh bersama. Yaitu monster yang bernama KAPITALISME.

Yang paling seru dari video ini adalah kita bisa memahami bagaimana para anarkis radikal tidak menyukai cara-cara kompromi dalam bentuk apapun terhadap kapitalisme. Mereka memilih untuk merusak karena di mata mereka cara itu adalah cara paling nyata dan paling memuaskan hati mereka. Bagi mereka, melihat kaca-kaca besar di toko-toko multinasional di pinggir jalan Seattle itu pecah berhamburan dan tembok-temboknya penuh dengan coretan macam “Fuck You Nike!” adalah kepuasan tersendiri. Mereka seperti sudah lelah bersabar layaknya para demonstran lain yang memilih melakukan aksi secara damai. Sakit hati mereka sudah terlalu dalam dan kesabaran mereka sudah habis.

Selain itu kita juga bisa melihat bagaimana aparat kepolisian di Seattle yang agresif merespon para demonstran bahkan kepada yang melakukan aksi damai sekalipun. Terlihat beberapa demonstran yang hanya duduk-duduk didepan gerai restoran fastfood diserbu puluhan polisi dan dipukuli. Tidak heran polisi di negara ini banyak dijadikan bahan makian band-band punk. Mereka menyebutnya dengan istilah “pig”. Seperti coretan-coretan vandal di mobil yang sedang parkir sekilas di terlihat dalam video ini.

Ada juga beberapa wawancara amatir dengan beberapa demonstran dan politisi lokal dalam video ini. Mereka memberikan opininya tentang perlawanan terhadap WTO dan juga tentang metode-metode perlawanan mereka yang berbeda-beda.

Film ini berdurasi 1 jam. Sedangkan distribusi film ini dilakukan oleh kolektif pekerja anarkis Crimethinc yang produktif merilis berbagai buku, jurnal dan film. Kolektif ini pula yang pernah menerbitkan buku Days of War, Nights of Love yang tersohor dikalangan aktivis anarkis diberbagai belahan dunia. Sampai-sampai buku tersebut masuk dalam salah satu scene video klip The Internasional Noise Conspiracy berjudul “Capitalism Stole My Virginity.”

Salah seorang penggerak kolektif ini, kabarnya adalah vokalis band metalcore Catharsis, Brian. Saya mendapati keterlibatan dia dalam kolektif ini sudah sejak tahun 2000-an. Sekitar 14 tahun yang lalu. Entah sekarang masih aktif atau tidak.

Hikmah yang bisa didapat dari video ini bagi saya adalah, Pertama, saya bisa melihat gambaran yang mirip (meski tidak bisa dibilang sama) dengan kondisi umat Islam saat ini dalam melakukan perlawanan terhadap hegemoni AmeriKKKa. Sebagaimana dengan kehadiran berbagai elemen yang ikut melakukan perlawanan, umat Islam juga punya banyak jamaah dan kelompok yang berbeda-beda metode dakwahnya, begitu pula perlawanannya terhadap kemungkaran. Ada yang menggunakan cara-cara halus, ada yang pertengahan, ada pula yang radikal tanpa kompromi sedikitpun dengan banyak hal berbau musuh. Satu sama lain tidak saling sepakat dengan masing metode yang digunakan, namun mereka harus tetap dijalan yang sama untuk melawan musuh bersama.

Kedua, saya bisa melihat kerja kolektif anarkis Crimethinc sebagaimana umumnya kolektif-kolektif anarkis di Barat lainnya yang rajin melakukan dokumentasi event-event yang mereka anggap penting untuk sarana mereka melakukan upaya perlawanan. Tidak peduli itu hanya sekedar kamera amatir sekalipun, itu pasti akan berguna bagi banyak orang. Jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Bahkan umumnya video dokumenter tentang gerakan-gerakan anarkis, punk, dan hardcore selalu menggunakan kamera amatir biasanya. Saya jadi ingat video dokumenter yang dibuat band punk anarkis asal Inggris yang pengaruhnya melekat ke hampir seluruh punk didunia, CRASS yang diberi judul “There is No Authority But Yourself.” Semua dikerjakan dengan serba amatir. Dan itu tidak mengurangi pengaruhnya untuk audiens.

Ketiga, dalam film Breaking The Spell ini, saya dapat mengambil satu hikmah lagi bahwa perlawanan terhadap kemungkaran itu harus ditunjukkan dalam aksi nyata. Bukan hanya sekedar komentar dimulut saja. Dari lakukan sesuatu! Tidak tidak bisa menunggu sampai keadaan telah sempurna. Kita juga tidak bisa menunggu orang-orang disekitar kita ikut bersama-sama dengan kita dalam perlawanan itu. Semuanya harus dilakukan sesegera mungkin. Tentunya ini berkaitan dengan urgensi kita untuk sesegera mungkin pula untuk memperbaiki diri kita sendiri secara keilmuan. Karena beraksi tanpa ilmu hanya akan menghasilkan petaka dan boomerang untuk diri kita sendiri.

Silakan cari film ini di youtube atau situs-situs download video lainnya. Jadikan ini sebagai bahan pelajaran untuk orang-orang disekitarmu agar mereka paham bahwa dunia ini tidak sedang baik-baik saja. Ada monster besar bernama kapitalisme sedang berusaha menghancurkan kita. Dan setidaknya ada banyak orang di berbagai negara yang berusaha melawan dan menghentikannya.[]

 

Oleh: Aik

Editor: Hanny Adiati

2 comments

  1. om, saya udah muter2 google gak ketemu tuh film yg ada subtitile indonesianya maklum english saya jelek. kira2 ada gak ya link film sekaligus subtitlenya kalau ada bagiin dong heheheh… ^_^
    makasih

  2. ucok al ghifary

    gue nunggu yang kayak beginian di indonesia ini nunggu orang orang yang koar koar antikapitalis didunia maya dan panas dikepalanya sudah gak tertahankan lagi buat meledakan emosi nya ke jalan jalan turun bersama teman teman yang sepemikiran buat nunjukin kepada mereka mereka bahwa disini ada yang menolak , menentang suatu keadaan yang di sistematiskan oleh segelintir bajingan rakus! ayolah kita tidak berada dalam keadaan yang baik baik saja.. BANGUN kawan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.