Home / Artikel / Kenal Tokoh / Cerita Tragis Dibalik Band NYHC Legendaris REAGAN YOUTH
Reagan Youth (sumber gambar: Wikipedia)

Cerita Tragis Dibalik Band NYHC Legendaris REAGAN YOUTH

KONTERKULTUR–Akhir-akhir ini band hardcore punk 80’s asal New York, REAGAN YOUTH, mulai jadi bahan obrolan lagi karena merilis lagu-lagu mereka yang belum pernah dirilis sebelumnya. Namun dibalik band dedengkot NYHC ini cukup menarik untuk diceritakan kembali. Khususnya tentang kisah tragis yang menimpa mantan vokalis mereka dahulu, Rubinstein.

Setelah REAGAN YOUTH sempat bubar pada tahun 1990-an yang lalu, Bakija (gitar), Madriaga (drums) dan Rubinstein (vokal) membuat band baru beraliran psychedelic rock bernama House of God. Mulai dari situ, Rubinstein mengalami kehidupan kelam yang terkait dengan narkotika dan mulai sakit-sakitan.

Pada tahun 1990, Rubinstein menjadi seorang pecandu heroin dan menurut beberapa sumber dikatakan juga sebagai pengedar benda mematikan itu. Pernah juga dia dipukuli oleh pengedar narkoba lainnya hingga dirawat dirumah sakit beberapa hari lamanya.

Pada 1993, Rubinstein mulai pacaran dengan wanita bernama Tiffany Bresciani yang malah mendukung kehidupan narkoba Rubinstein dengan prostitusi. Dalam tahun yang sama, ibu kandung Rubinstein tewas dalam sebuah kecelakaan mobil. Tidak lama setelah itu, Bresciani yang sedang berada di Jalan Houston sedang mencari pembeli narkoba, seorang mendatanginya dan mereka berdua pergi naik truk. Beberapa hari kemudian, polisi menemukan truk yang sama, sedang berhenti, dan didalamnya ditemukan tubuh Bresciani sudah mati terbunuh. Pengemudi truk itu ditengarai adalah Joel Rifkin yang kemudian dihukum karena melakukan pembunuhan berseri.

Setelah Rubinstein depresi berat karena kecanduan narkoba yang dideritanya, kemudian pembunuhan yang dialami pacarnya, dan kematian ibunya akibat kecalakaan mobil–Rubinstein kemudian memutuskan untuk bunuh diri tidak lama kemudian.

Demikianlah akhir hidup dari vokalis band hardcorepunk legendaris asal New York, REAGAN YOUTH. Sebuah band yang sejak dulu dikenal dengan band yang politis, liriknya mengandung banyak pesan-pesan anarkisme, militan, dan banyak berkoar mengkritik pemerintahan Ronald Reagan, rezim Nazi dan kelompok rasis KKK. Ironis memang.*[KK]

Red: Marko

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*