Home / Artikel / Opini Hatkor! / Dari Mana Watak Memberontak Punk Berasal?

Dari Mana Watak Memberontak Punk Berasal?

KONTERKULTUR–Baru-baru ini pentolan band punk Superman Is Dead, Jerinx, masuk bui karena dianggap telah menghina Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai antek WHO. Sebelum-sebelumnya, Jerinx sudah sering bikin gara-gara dengan membuat penyataan maupun aksi melawan aturan pemerintah terkait penanganan covid-19. Bukan hanya itu, beberapa bulan lalu Jerinx bahkan bicara di media mainstream tentang konspirasi covid-19 tapi sambil nyebut-nyebut agama sebagai contoh konspirasi yang ada di masyarakat.

Jerinx cuma satu dari sekian contoh tokoh punk yang hidupnya selalu diisi dengan melawan apa saja yang menurutnya nggak bener. Meskipun parameter nggak bener-nya ini cuma sebatas logika akal dia sendiri atau kelompoknya.

Dulu, awal mula kemunculan punk di Inggris, massa juga dihebohkan dengan berita tentang band The Sex Pistols muncul dengan lagu-lagunya yang memprotes monarki. Mereka menghina dan mencaci pemerintah Inggris saat itu dan mampu mempengaruhi anak-anak muda disana untuk melawan aparat dan aturan. Dua tahun kemunculannya, dari 1975 hingga 1977, band yang dimotori Sid Vicious dan Johnny Rotten ini ‘berhasil’ bikin kekacauan di masyarakat dengan merayakannya melalui lagu andalan mereka “Anarchy in The U.K.”.

Memberontak. Iya, inilah ciri khas sub-budaya ini, hingga kini banyak ditiru oleh sebagian anak-anak muda diseluruh dunia, yang masuk melalui lirik lagu, penampilan, zine, buku, video, dan beberapa media lainnya. Sifat memberontak ini ditiru oleh anak-anak muda dan mereka merasakan kebanggaan yang mendalam ketika melakukannya. Sehingga bagi punk, ketika melawan ortu, melawan aturan sekolah, melawan aparat, melawan aturan di masyarakat, dan bahkan agama, adalah sebuah kebanggaan. Kalau tidak percaya, silahkan membaca sendiri lirik-lirik lagu mereka.

Pertanyaannya sekarang adalah: dari mana sebenarnya sifat memberontak ini berasal? Cara berpikir siapa sebenarnya yang mempengaruhi mereka?

Masih ingatkah kita dengan suatu kaum yang diceritakan didalam Al-Qur’an yang selalu membangkang, protes, tidak mau taat kepada perintah Allah? Kaum apakah itu? Tepat! Kaum Yahudi.

Lalu apa hubungannya antara Punk dengan Yahudi?

Saya pernah menjelaskan hal ini pada tulisan saya lainnya, tentang hubungan punk dengan Yahudi. Tahukah bahwa ternyata betapa banyak keturunan Yahudi yang tersebar menjadi motor dalam band-band punk kaliber dunia? Coba sesekali bukalah wikipedia kemudian cari biografi dari musisi punk yang kamu sukai. Mayoritas dari mereka adalah bangsa Yahudi. Dalam buku karangan Steven Lee Beeber yang berjudul “The Heebie-Jeebies at CBGB’s” menuliskan bahwa punk di kota New York adalah sebuah pergerakan yang dimotori oleh pemuda-pemudi keturunan Yahudi dari keluarga kelas menengah. Dedengkot-dedengkot legendaris punk seperti Lou Reed, Joey Ramone, Tommy Ramone, Suicide’s Martin Rev and Alan Vega, Jonathan Richman, Lenny Kaye (gitaris Patti Smith), Richard Hell, chris Stein-nya Blondie, sampai pendiri CBGB sendiri Hilly Kristal, semuanya adalah Yahudi tulen! Maka karakter dan watak dasar memberontak yang dimiliki oleh sub-budaya punk bisa disimpulkan bahwa itu berasal dari watak memberontaknya kaum Yahudi.

Coba kita buka-buka lagi kisah-kisah tentang Bani Israel yang ada dalam Al-Quran. Betapa kita akan menemukan sifat-sifat mereka yang suka membangkang dari perintah Allah. Mereka diperintahkan untk tunduk kepada aturan dalam kitab Taurat, tapi mereka menolak, dan bahkan ada yang frontal menjawab, “kami mendengar dan kami durhaka!”.

Kaum Yahudi juga suka mengkufuri mukjizat Allah yang ditunjukkan oleh Nabi Musa As. Mereka selalu saja mengelak dan menganggap itu semua sebagai hal yang tidak benar-benar nyata, meskipun mukjizat itu muncul didepan mata. Persis sama dengan pentolan punk yang bilang kalau agama adalah contoh konspirasi didunia ini karena tidak ada buktinya. Padahal Al-Quran tidak musnah. Tapi mukjizat luar biasa itu didustakan gitu aja.

Juga tentang Bani Israel yang semaunya sendiri. Ingat ketika mereka ditinggal beberapa hari oleh Nabi Musa As ke gunung Tursina untuk beribadah. Baru saja ditinggal, mereka sudah langsung kufur kepada Allah. Benar-benar semaunya sendiri. Mirip juga kan dengan karakter punk yang memuja kebebasan?*[]

Editor: Markonah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.