Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Fans Cerdas: Tiru yang Baik, Hantam yang Buruk!
ilustrasi: punk yang sedang berdansa saat ada acara konser (sumber foto: hdrjournal.wordpress.com)

Fans Cerdas: Tiru yang Baik, Hantam yang Buruk!

KONTERKULTUR–Musik underground di Indonesia mengalami kemajuan pesat. Indikatornya adalah beberapa band underground atau gampang disebut band yang jarang muncul di TV mulai menunjukan eksistensinya dengan melakukan konser di Luar Negeri. Beberapa band seperti Burgerkill, Navicula, Superman Is Dead, Noxa adalah contoh beberapa band yang pernah konser diluar negeri. Tentu diluar nama band itu masih ada banyak band underground yang tapi tentu disebutkan siapa aja band tersebut,karena tulisan ini tidak membahas tentang siapa saja band yang konser keluar negeri..mueheheheheh ini kan bukan majalah musik.

Suatu band pasti mempunyai penggemar tersendiri. Penggemar disini yang awalnya menyukai musik yang sepaket dengan genre yang disukai, mulai menyukai hal-hal yang tidak bicara tentang musik saja. Marchendise band idola sudah menjadi koleksi wajib bagi fans hingga foto dengan bergaya menyerupai personil band idola. Dan akhirnya banyak fans yang mau meniru perbuatan idolanya sampai melebihi batas. Melebihi batas yang dimaksud disini adalah meniru perbuatan sang idola sampai pada tingkatan hal-hal yang jelas-jelas dilarang oleh ajaran agamanya. Kalau suka karena sekedar jadi inspirasi untuk bermusik sih wajar, tapi jika sudah mengarah ke hal-hal yang dilarang oleh agama, tentu itu sudah kelewatan.

Satu contoh, dalam ajaran Islam terang-terang melarang minum khamr, yang hikmahnya adalah karena mengonsumsi minuman mengandung alkohol bisa memicu kejahatan-kejahatan lainnya, sekaligus bisa memicu pemikiran pembangkangan terhadap agama yang secara otomatis akan membangkang aturan Tuhan. Celakanya, konser-konser musik underground terkadang para musisi dalam band tidak segan menaruh minuman beralkohol disekitar panggung, bahkan minum didepan umum. Ini secara langsung maupun tidak pasti akan dijadikan bahan peniruan oleh para penggemar.

Padahal sudah jelas dilarang, tapi para metalheads, punk, yang suka nonton konser-konser underground yang notebene mayoritas muslim, masih banyak melanggarnya. Paling menyedihkan lagi, disana banyak pemuda yang larut dalam eforia menjadi fans tanpa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk.

Seharusnya para fans harus bisa menjadi fans yang cerdas. Yaitu yang bisa membuat batasan antara meniru yang baik dan membuang jauuuuuhhhh yang bertentangan dengan ajaran agamanya. Kita (mungkin) boleh  menjadikan personil band sebagai inspirasi bermusik (jiak fans juga anak band-pen), menjadikan lagu-lagu dari band underground sebagai semacam semangat atau hiburan  yang didengarkan setiap waktu. Ataupun meniru pemikiran kritis sang personil untuk melawan sistem yang tidak adil disekeliling kita contohnya Jerinx SID atau Roby Navicula yang lantang berteriak BALI TOLAK REKLAMASI. Karena jelas reklamasi akan merusak alam dan mengancam mata pencaharian nelayan. Disisi lain, KITA WAJIB TIDAK MELAKUKAN HAL-HAL YANG  DILARANG AGAMA. WALAUPUN ITU ADALAH PERILAKU YANG DILAKUKAN OLEH MUSISI IDOLA KITA. Contohnya seperti mengkonsumsi minuman beralkohol, narkoba, seks bebas, yang dampaknya bisa berakibat pada pembangkangan terhadap agama dalam skala yang lebih besar lagi.

Menjadi fans yang cerdas akan menciptakan sebuah keadaan dimana kita tetap bisa ber-underground ria sambil tetap memegang aturan-aturan agama. Oioi!!!!*[]

 

Oleh: Rizal

Editor: Aik

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.