Home / Artikel / Kamu Harus Tahu! / Fasis dan Rasis, Watak Bangsa Yahudi

Fasis dan Rasis, Watak Bangsa Yahudi

KONTERKULTUR–Jika kita mau mempelajari kandungan kitab suci yang diagungkan oleh kaum Yahudi, kita pasti akan mengetahui bagaimana pandangan hidup bangsa Israel. Mengapa demikian? Karena didalamnya ada ajaran tentang kode-kode etik pergaulan, identitas, serta penjelasan bahwa kaum yahudi adalah manusia yang hidup nomaden (berpindah-pindah) dimuka bumi ini. Dalam kitab mereka, banyak menceritakan berbagai legenda yang digali dari kisah hidup nenek moyang mereka yang didalamnya terdapat aneka ragam kebengisan, kesengsaraan, penindasan dan lain sebagainya, yang didalamnya menyiratkan bahwa bangsa Yahudi adalah manusia yang memegang kendali arah sejarah manusia.

Apa yang ada didalam kitab-kitab mereka itu membuat mereka bersikap congkak, egois, dan fasis alias menganggap bangsa lain sebagai bangsa yang tidak lebih berharga, budak, yang tidak patut dihormati, serta menganggap diri mereka sebagai makhluk pilihan Allah.

Lambat laun, perangai ini menjiwai kehidupan mereka yang kemudian melahirkan keyakinan bahwa selain keturunan bangsa Israel harus disisihkan, tidak boleh hidup berdampingan dengan mereka kecuali mau didikte oleh Israel.

Oleh karena itu, bangsa Israel adalah bangsa yang menerapkan diskriminasi rasial (rasisme) yang menjunjung tinggi hak Israel, dan bangsa lain dianggap sebagai budak belian mereka. Hak bangsa lain, baik harta maupun wanita adalah sasaran empuk bagi mereka. Sebab, doktrin yang mereka yakini selalu menghalalkan perampokan dan perampasan hak bangsa lain.

Namun sederet kejahatan yang mereka lakukan itu tetap saja mampu membuat seluruh dunia bungkam. Ini semua terjadi karena Yahudi memiliki satu doktrin yang menjadi pegangan mereka untuk tetap bisa diterima dimata dunia, yaitu mereka akan selalu menggunakan tipu daya dan manipulasi demi kelangsungan eksistensi mereka. Hal ini juga dijelaskan didalam kitab mereka sendiri (Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) bahwa tipu daya bebas digunakan jika dipandang perlu.

Apa yang menjadi tipu daya bangsa Yahudi demi kelangsungan eksistensinya? Mereka menutupi kejahatan-kejahatan yang mereka perbuat dengan membolak-balik logika/opini masyarakat tentang apa yang mereka lakukan. Satu contoh, ketika seseorang menjelaskan tentang betapa parah rasisme dan fasisme yang mereka praktekkan kepada bangsa Arab melalui pemusnahan etnis pada tahun 1940-an, selalu saja mereka menuduh orang tersebut sebagai anti-semit, atau phobia terhadap yahudi tanpa beralasan logis. Padahal jelas-jelas fakta didepan mata bahwa mereka fasis dan rasis!

Contoh lainnya, dalam konteks konflik Palestina-Israel, jelas pihak Israel-lah yang memulai mengusir, membunuhi dan memblokade penduduk-penduduk asli Palestina. Namun ketika bangsa Palestina melawan dengan senjata, mereka justru menyebarkan opini palsu bahwa tentara Palestina itu teroris, radikal, dan suka menjadikan nyawa penduduk sipil sebagai tameng dalam berperang.

Dari sekilas pemikiran dan perilaku bangsa Israel tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa perilaku mereka memang aneh dalam sejarah kehidupan suatu bangsa. Seluruh data otentik dari yang bersumber dari kitab-kitab mereka bisa lebih dalam dibahas dalam buku “Mengungkap Tentang Yahudi: Watak, jejak, Pijak dari Kasus-kasus Lama Bani Israel” karangan Izzat Darouza. Meskipun kelakuan bangsa Israel itu tidak dituliskan dalam kitab sejarah sekalipun, seluruh manusia sepanjang masa akan tetap bisa menyaksikannya.*[]

Oleh: Markonah

One comment

  1. maaf setahu saya gini :
    kitap perjanjian lama di ambil dari taurat ditulis dalam bahasa ibrani
    kitap perjanjian baru di kumpulkan dari 12 murid yesus ( Isa AS ) dan ditulis ( berdasarkan sumber nya dalam bahasa yunani kuno ) tp ada pertanyaan disini bagaimana bisa 12 orang bani israil melunis naskah dalam bahasa yunani kuno / greek ????
    bagi orang yahudi, mereka hanya mengakui kitap taurat / perjanjian lama sebagaimana mereka ga mengakui Nabi Isa AS .. dan dalam sejarah bangsa ini adalah bebal karna banyak nabi yg diturunkan dari bangsa ini tetapi tetap aja ingkar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.