Home / News / Sound News / Hampir Mati Gara-gara Corona, Drummer DEATH ANGEL Tobat Dari Satanis
Drummer Death Angel, tobat dari satanis setelah hampir tewas kena Corona

Hampir Mati Gara-gara Corona, Drummer DEATH ANGEL Tobat Dari Satanis

KONTERKULTUR–Band thrash metal Death Angel, Exodus, dan Testament menggelar tur konser The Bay Strikes Back di Copenhagen pada Februari 2020 lalu. Namun konser mereka di Milan dibatalkan setelah Lombardia melaporkan 40 orang dinyatakan positif Corona. Pembatalan konser ini diniatkan untuk memperlambat penyebaran virus.

Sehabis konser di lima negara, sejumlah kru dan para personel mulai merasa linu-linu dan kecapekan ketika ingin pulang ke negara asal. Mereka punya firasat kalau rasa capek itu bukan cuma karena kebanyakan manggung, tapi ada kemungkinan lain yang menjadi penyebabnya.

“Beberapa personel sakit ketika tur akan selesai. Saya sepertinya ketularan mereka, karena mulai ‘nggreges’ pada tiga atau empat malam terakhir konser. Linu semua rasanya,” kata drummer Death Angel, Will Carroll kepada Decibel. “Kayaknya saya kena virus Corona. Saya juga nggak pernah flu, demam dan meriang hebat seperti ini sebelumnya.”

Tunangan Carroll, Leeshawn Navarro, mengatakan kalau Carroll langsung tidur sesampainya di apartemen. Lima hari dia tepar dari tempat tidur. Ketika bangun, suhu badan Carroll mencapai 39,2°C. Dia juga kesulitan bernapas. Carroll blas nggak inget sama sekali ketika dibawa ke Rumah Sakit California Pacific.

Cowok 47 tahun itu akhirnya dirawat 12 hari di ruang ICU. Dia sempet koma dan dipasangi ventilator untuk membantu pernapasan. Selama nggak sadar diri, katanya, si Carroll mimpi mengunjungi tempat-tempat yang nyeremin. Sebelum sakit, kan si doi suka banget ama musik satanik dan ngaku jadi pemuja setan.

“Gue ngalamin out of body experience,” katanya. “Gue kayak masuk neraka gitu, trus ketemu Setan cewek, dan gue dikutuk jadi kungkang. Gue berubah jadi makhluk gemuk mirip ‘Jabba the Hut’. Trus gue muntah darah sampai kena serangan jantung. Ini benar-benar aneh loh. Gue bener-bener ngalamin gagal jantung saat koma.”

“Gue inget pas ninggalin neraka dan roh gue melayang di atas tubuh gue. Gue akhirnya masuk surga, tapi sumpah nyeremin banget gaess. Udah kayak pesta seks Romawi lah disono. Malaikatnya pun lebih seram daripada iblis. Gue lalu balik ke Bumi en nongkrong di diskotek bareng ma temen-temen. Gue enggak tahu kenapa bisa ada di situ. Itu satu-satunya yang gue ingat. Gue dicuekin ama perawat pas nanya ‘gue masih di neraka, ya?’ setelah bangun dari koma.”

Carroll diceritain seberapa serius kondisinya pas itu. Si perawatnya bahkan nggak yakin kok bisa dia bertahan hidup. Ahli paru Dr. George Horng ngasi tahu Datebook San Francisco Chronicle, Carroll adalah pasien COVID-19 dengan kondisi “terparah” di rumah sakit.

“Kami hampir mencapai batas perawatan, dan sangat mengkhawatirkan kondisinya,” kata si Horng. “Keadaannya makin buruk. Takkan ada yang bisa kami lakukan jika kesehatannya makin menurun.”

Carroll pulang dari rumah kisaran sakit awal April 2020 lalu. Dia masih ngejalanin terapi fisik beberapa minggu buat balikin fungsi atrofi otot yang melemah. Sejak itu, drummer band metal ini menerapkan gaya hidup sehat. Dia gak mau lagi minum-minum dan ngisep ganja lagi. Keyakinannya juga udah berubah. Dia bilang ke Datebook kalo kesehatannya bisa pulih sebagian ini karena bantuan doa keluarga dan temen-temennya.

Dia ngaku udah nggak mau lagi jadi penyembah setan. Tentu gara-gara dia dapet pengalaman spiritual pas koma di RS. Dia bilang kalo jadi satanis udah nggak keren lagi.

“Gue tetap dengerin musik metal satanik sih. Gue masih suka Deicide en band-band macem gituan,” katanya. “Tapi dari pengalaman pribadi, gue rasa Setan udah nggak sekeren bayangan gue dulu.”*[]

Rep: Markonah
Red: Jamilah
Sumber: vice.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.