Home / Artikel / Opini Hatkor! / Hari Valentine dan Pembodohan yang Dilakukan Kapitalis kepada Anak-anak Muda

Hari Valentine dan Pembodohan yang Dilakukan Kapitalis kepada Anak-anak Muda

KONTERKULTUR—Nggak terasa. Sebentar lagi sudah 14 Februari. Saya langsung keinget kalau biasanya tiap mendekati tanggal itu, mendadak semua orang pakai atribut-atribut serba pink, serba cinta-cintaan, dan serba berbau seks. Katanya sih, untuk memperingati Hari Valentine. Jiee elaah…

Peringatan macem itu menurutku bener-bener pembodohan buat remaja. Isinya cuma jebakan kapitalis untuk membuat barang jualannya laku keras. Dan siapa korbannya? Remaja-remaja blo’on yang merasa keren ketika sudah ngikut ama arus mainstream!

Ketahuilah wahai remaja-remaja bego, bahwa setiap yang berbau trend dikalangan kalian para remaja sebagian besarnya memang disetting oleh pihak-pihak yang punya kepentingan perut dan dompetnya sendiri. Mereka mengira kalianlah sasaran paling empuk untuk dibodoh-bodohi, seperti beli bunga, coklat berbentuk hati, sampai kondom, untuk mengungkapkan… ehem…rasa cinta katanya. What the fuck??

Mereka pikir ketika jutaan remaja beli coklat, siapa yang paling diuntungkan? Mereka pikir ketika beli kondom siapa yang paling diuntungkan? Terlebih lagi, jika terjadi seks bebas dikalangan remaja saat Hari Valentine lalu hamil diluar nikah, siapa yang paling dirugikan?? Oh come on… Masa kalian remaja sebodoh itu??

Sudah nggak jamannya kamu percaya sama omongan iklan dan peringatan konyol seperti itu lagi. Kalau kamu punya cewek yang masih ikut arus mainstream seperti itu, kasih tau kalau kamu punya idealisme yang lebih cerdas daripada sekedar ikut-ikutan budaya populer gak jelas macam itu. Kalau dia nolak, ya putusin aja. Susah amat?!

Kenapa sih, jaman sekarang ini anak-anak muda mesti lebih cerdas kalau mikir? Ini karena anak muda selalu jadi sasaran empuk kapitalis. Mereka, para kapitalis itu, selalu menganggap bahwa remaja adalah fase yang labil dan nggak punya pegangan hidup. Mudah terombang-ambing, mengikuti arus dan ikut-ikutan trend. Mereka menganggap anak muda adalah orang-orang yang mudah sekali dibujuk rayu secara emosional.

Secerdas itukah kapitalisme di era sekarang? Wah, strategi mereka yang seperti ini mah sudah puluhan tahun mereka lakukan kepada kita! Maka dari itu, sekarang, saat kita buktikan kalau anak muda nggak segoblog apa yang mereka kira! Buatlah forum-forum diskusi perlawanan dengan teman-teman dekat disekitarmu! Galang ide-ide perlawanan kepada kapitalisme mulai dari hal-hal kecil semacam ini! Lakukan boikot! Dan tunggu sampai saatnya nanti kapitalisme harus hancur ditangan-tangan kita!*[]

Oleh: GERINX

One comment

  1. Emang betul sih yg anda bilang soal kapitalis itu, tp saya pikir tdk ada salahnya ikut merayakan yg namanya valentines day.
    Karena valentines day itu sendiri menurut saya punya dampak positif, terutama buat yg merayakannya. Contohnya; hal itu akan mempererat hub antara individu dgn individu maupun dgn kelompok.
    Klo soal coklat dan kondom yg jadi acuan kita buat gak merayakannya serta berpikir bahwa kita telah menjadi boneka kapitalis, saya rasa itu salah besar. Justru disinilah dituntut kreatifitas kita utk merayakan valentine itu sendiri.
    Karena valentine itu bukan sekedar tentang coklat & kondom, melainkan tentang menciptakan hub yg lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*