Home / Artikel / Opini Hatkor! / Hey, Punk! Jangan Mau Ditipu Komunis!

Hey, Punk! Jangan Mau Ditipu Komunis!

KONTERKULTUR—Scene punk dan hardcore di dunia tidak lepas dari aktivitas ideologis mereka dengan faham Komunisme (Marxisme-Leninisme). Hal ini ditengarai dari banyaknya band maupun kolektif-kolektif punk/hardcore yang memuja Marxisme sebagai ideologi yang mereka banggakan. Sebut saja MAN LIFTING BANNER, LARM, DEAD STOOL PIGEON, REFUSED, SEEIN RED, dan masih banyak lagi.

Meski mereka tahu bahwa komunisme memiliki sejarah yang berdarah-darah dibeberapa belahan dunia, tapi seringkali hal itu tidak banyak dibahas dalam diskusi-diskusi mereka. Dan kalaupun itu dibahas dalam beberapa diskusi, tetap saja ujung-ujungnya mereka menganggap bahwa sejarah komunis yang berdarah-darah itu hanya karena dosa-dosa Lenin dan Stalin yang telah mengimplementasikan Komunisme secara menyimpang. Intinya mereka menganggap bahwa Stalin dan Lenin bukanlah representasi perjuangan Komunisme atau Marxisme yang sebenarnya. Sehingga mereka berdalih untuk berlepas diri dari sejarah kelam itu.

Cobalah membuka buku sejarah perang dan pembantaian di dunia. Disitu kita akan menemui sederet peristiwa yang menyebabkan kucuran darah akibat perang dan pembantaian. Misalnya saja Peristiwa Conguistadores, Hari Saint Bartholomew, kekejaman Spanyol di Belanda, Drogheda dan Glencoe, Penjarahan Mongol, Indian Mutiny, sungai darah Afrika Selatan, pembabatan bangsa kulit merah Indian dan kulit hitam di Amerika Serikat, Perang Dunia I dan II, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Iraq, dan Perang Afghanistan. Namun sejumlah sejarah pertumpahan darah tersebut tidak bisa melebihi ‘rekor’ yang dimiliki oleh paham Marxisme-Leninis. Kekejaman komunis alias Marxis-Leninis jauh melebihi semua itu! Bahkan didunia ini tidak pernah ada satu pun kelompok pengikut ideologi tertentu, atau bangsa, agama, maupun partai politik di seantero bumi ini yang bisa menandingi kekejian dan kebuasan pengikut palu arit.

Pengikut Marxis-Leninis atau Komunis, menurut buku The Black Book of Communisme – Crime, Terror, Repression yang diterbitkan oleh Harvard University Press mencatat ratusan ribu bahkan jutaan orang dibantai oleh rezim-rezim komunis di berbagai belahan dunia. Jika seluruh partai komunis sedunia digabung selama kurun waktu 1917 hingga 1991 telah membantai 120 juta manusia di 76 negara di seluruh dunia. Dalam buku itu juga menyebutkan secara rinci fakta-fakta berikut[1]:

  • 5,000,000 rakyat Rusia dibantai oleh Lenin sepanjang tahun 1917-1923
  • 6,000,000 petani kulak di Rusia dibantai oleh Stalin (1929).
  • 40,000,000 rakyat Rusia dibantai oleh Stalin (1925-1953)
  • 50,000,000 rakyat China dibantai Mao Tse Tung (1947-1976)
  • 500.000 rakyat Kamboja dibantai oleh Pol Pot sepanjang 1975 hingga 1979.
  • 1,000,000 rakyat di berbagai negara Eropa Timur dibantai oleh rezim Komunis atas dukungan Uni Soviet (1950-an hingga 1980-an)
  • 700.000 rakyat di berbagai negara di Afrika dibantai oleh rezim komunis atas dukungan Uni Soviet (1950-an hingga 1980-an).
  • 500.000 rakyat Afghanistan dibantai oleh Ajibullah (1978-1987)

Jumlah ini melebihi pembantaian apapun dimuka bumi ini. Jumlah ini juga melebihi korban perang apapun sepanjang sejarah kehidupan manusia. Bahkan yang lebih sadis dari itu, Komunisme (Marxis-Leninis) tidak hanya sekedar membunuh para korbannya begitu saja, tapi banya diantaranya yang disiksa dengan kejam terlebih dahulu. Ada yang dikubur hidup-hidup, ada yang disiksa lebih dahulu, bahkan ada juga yang dimutilasi anggota tubuhnya.

Jika sejarah pembantaian-pembantaian itu sengaja ditutup-tutupi dalam berbagai diskusi-diskusi kaum kiri, jika fakta-fakta sejarah ini membuat mereka menutup mata dan berlepas diri dengan alasan sejarah Lenin dan Stalin bukanlah sejarah Marxisme/Komunisme yang ‘asli’, maka mengapa Karl Marx sebagai pencetus dasar dari ideologi ini mengatakan statemen-statemen yang sarat dengan teror?

Marx mengatakan “Bila waktu kita tiba, kita tak akan menutup-nutupi terorisme kita”?

Kemudian dalam sumber lainnya dia juga menulis, “Kami tidak punya belas kasihan dan kami tidak meminta dari siapapun rasa belas kasihan. Bila waktunya tiba, kami tidak mencari-cari alasan untuk melaksanakan teror. Cuma ada satu cara untuk memperpendek rasa ngeri mati musuh-musuh itu, dan cara itu adalah teror revolusioner.”

Mereka selalu menutupi wajah buruk mereka dengan topeng Hak Asasi Manusia. Ciri khas mereka yang mudah dikenali adalah berlagak membela hak-hak buruh atau kaum pekerja. Kenali, dan berhati-hatilah dengan mereka. Awalnya pemikiran mereka terdengar heroik. Namun itu hanya kulit luarnya. Bacalah literatur-literatur mereka dengan lebih dalam maka kau akan menemui banyak kejanggalan.

Maka dengan alasan apa lagi orang memuja Komunisme kecuali sengaja ingin berbuat kerusakan dimuka bumi? Kalau punk tidak mau dibilang bodoh, maka jangan mau ditipu komunis!*[]

Oleh: Krucil

 

[1] Stephane Courtois, The Black Book of Communism – Crime, Terror, Repression, London: Harvard University Press, 1999.

9 comments

  1. ring wing , left wing .. they are full of shit ……………

  2. belok kiri jalan buntu

    Target operasi diantara segudang komunis seperti sosialis di tempat sampah

  3. jutaan rakyat indonesia, timor dan papua dibantai oleh suharto 1965-1998 hoho hihi

    enak jaman ku hahaha

  4. belok kiri jalan buntu

  5. Pemahaman Punk berdasarkan anarchiesme menganut paham kiri bukan…

  6. kalau pelanggaran HAM yang terjadi di rezim mao, stalin, kim, dll dianggap mempresentasikan komunisme, kenapa pelanggaran HAM yang di lakukan rezim harto, Pinochet, Chun Do hawn, dll tidak mempresentasikan Feodalism dan kapitalisme ?

  7. Rebel; antimeinstream kok sudut pandangya naif bgt. Ane bukan pembela komunis sih, tp artikel sempit dg sumber 1 referensi ya, manabisa ente ngelawan rezim opresif. Mikirlah, buoooossss!

  8. Misleading photo, these guys were actually marching against Racist Nationalist groups in Melbourne Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*