Home / Artikel / Gaya Hidup / Inilah Alasan Kenapa Ian McKaye Menulis Lagu “Straight Edge” Beserta Penjelasan Maknanya

Inilah Alasan Kenapa Ian McKaye Menulis Lagu “Straight Edge” Beserta Penjelasan Maknanya

KONTERKULTUR–Lagu berjudul “Straight Edge” yang pernah ditulis oleh Ian McKaye bersama MINOR THREAT ternyata memiliki cerita tersendiri. Berikut ini penjelasan Ian kepada PMAkids saat ditanya:

Tahukah kamu, saya menulis lagu “Straight Edge” pada tahun 1980, apakah saya mengira sebelumnya bahwa saya akan menciptakan istilah baru? Istilah “straight edge” adalah salah satu ide saya. Jeff Nelson dan saya, saat itu Jeff adalah drummer TEEN IDLES dan saya bermain bass di band itu. Kami memutuskan untuk membuat band baru setelah TEEN IDLES bubar. Saya menjadi vokalisnya, dia menjadi drummernya. Kami menghabiskan banyak waktu untuk menemukan nama yang tepat. Kami membuat list nama, dan salah satu nama yang kami temukan adalah “straighr edge”. Tapi saya waktu itu nggak terlalu mengambil perhatian terhadap nama itu. Saya dulu menganggap istilah straight edge adalah sebuah pisau, yang tajam dan berbahaya. Straight edge juga berarti sebuah penggaris yang bisa kita gunakan untuk mengukur, atau untuk menggambar garis lurus. Namun secara konotatif ini berarti pernyataan bahwa saya nggak pakai obat bius, nggak pernah minum alkohol, dan nggak pernah merokok. Saya hanya tidak pernah melakukan itu semua. Pada saat itu 1970an saya masih remaja. Saya sempat merasa malu karena tidak pernah melakukan itu semua karena saat itu mabuk, merokok dan obat bius adalah hal yang sangat biasa.

Saya pernah menulis soal ini, secara agak bercandaan, dalam band saya TEEN IDLES. Namun MINOR THREAT adalah yang saya pilih untuk lebih frontal mempropagandakan gaya hidup ini. Istilah straight edge, saya melihat bagaimana ini bisa melekat dan ditulis dalam bentuk lagu. Sebuah ide yang bisa menunjukkan jati diri saya, sebagaimana orang-orang lainnya. Yang membedakan hanyalah bahwa saya hidup dengan cara yang bertolak belakang dengan umumnya orang ketika itu. Saya 100% pede dan sadar atas apa yang saya lakukan. Itulah yang saya rasakan.

Ironisnya, ide tentang definisi diri ini, justru banyak terinspirasi dari Jimi Hendrix. Dia pernah menulis lagu berjudul “If 6 was 9” yang didalamnya dia pernah bilang, “Saya adalah salah satu orang yang mati pada saatnya, jadi biar aku menjalani hidupku sebagaimana yang aku mau.”

Poin itulah yang menjadi deklarasi dari independensi. Inilah hidupnya dan dia harus bisa hidup sebagaimana yang dia mau. Itulah yang saya rasakan dan saya rasakan hari ini. Ini adalah hidupku, dan orang lain ketika itu nggak nyaman dengan gaya hidupku ini, yang mana itu jumlahnya cukup besar, yang itu nggak akan boleh mengganggu hidup saya dan mengganggu jalan yang saya pilih.

Seperti yang kamu tahu, saya juga nggak pernah mengira kalau straight edge ini kemudian menjadi sebuah gerakan yang kontradiksi dengan orang-orang yang sentimen terhadap gaya hidup positif. Saya bilang kalau ini adalah hak saya untuk hidup sebagaimana yang saya mau, meskipun ini bertentangan, lalu saya bilang “hidupmu itu nggak bener” kepada orang-orang. “Karena kamu merokok, mabuk bir dan pakai obat bius atau apapun itu”. Ini pasti menyinggung para pemabok di scene. Saya harap ini nggak membuat mereka menyerang keputusan kami dan bisa menjadi pilihan bagi siapa saja.

Hal yang terkait dengan menjadi lurus dan nggak mabok, cukup sering, kamu akan mendengar orang mengaitkannya dengan gaya hidup. Dalam pemikiran saya ini bukan sebuah gaya hidup. Gaya hidup adalah menawarkan sesuatu yang bisa kamu adopsi. Jika kamu berpikir tentang ini, saat kamu dilahirkan, kemudian kamu jadi besar, kamu nggak minum, dan kamu nggak pernah merokok sama sekali, maka seperti itulah kami menjalani hidup. Itulah akarnya. Itulah hidup yang benar. Saya nggak berpikir bahwa menjadi straight edge adalah gaya hidup. Masalahnya jika ini menjadi gaya hidup, kemudian kamu harus pakai baju tertentu, atau harus mendengarkan musik tertentu, nanti jadi membingungkan dan rancu. Padahal cukup akarnya adalah cukup menjadi manusia biasa saja. *[KK]

Editor: Markon X

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*