Home / Artikel / Opini Hatkor! / Jadi Punk Harus Realistis dan Nggak Usah Terlalu Idealis

Jadi Punk Harus Realistis dan Nggak Usah Terlalu Idealis

KONTERKULTUR–Suatu hari saya nongkrong bareng teman-teman. Seperti biasa, kalau nongkrong biasanya yang dibahas soal kabar teman-teman lainnya atau tentang event-event musik terdekat. Salah satu teman saya ini kebetulan punya band punk yang beraliran crust/d-beat. Dia cerita kalau beberapa orang personelnya merasa keberatan manggung di acara-acara musik yang disponsori oleh perusahaan rokok yang namanya cukup populer di Indonesia. Mereka agak dilema dengan tawaran manggung di event besar yang selama ini diidam-idamkan oleh band-band underground, namun sponsor rokok yang mendanai event itu tidak sesuai dengan ‘image’ band crust/d-beat yang menjadi aliran musik mereka.

Teman saya yang ngobrol dengan saya ini tidak terlalu idealis dengan punk-nya. Dia lebih realistis melihat kondisi ini apa adanya. Dimulutnya terucap bahwa kita ngeband ini buat bersenang-senang. Namun teman-temannya yang lain mungkin belum bisa menerima kenyataan bahwa citra band crust/d-beat yang militan, anti-kapitalis, anti-korporasi besar, dan anti-anti lainnya sebenernya hanya akan menyulitkan diri mereka sendiri.

Buat apa menjadi punk yang terlalu idealis? Meskipun mau anti-kapitalis disana-sini, tetap saja ujung-ujungnya harus berkompromi dengan perusahaan minyak untuk beli bensin. Meski mau maki-maki pemerintah dengan lirik yang sangar, tetap saja kalau mau nikah ngurus surat nikah mulai RT, Rw, Kelurahan, Kecamatan dan KUA. Mau sok-sok’an bilang “Fuck The Police”? Udahlah,… paling kalau ngurus perijinan bikin gigs juga bakal ke polisi juga.

Makanya, semakin nge-punk itu kamu artikan secara filosofis banget, dan kamu ikuti idealismenya, maka kamu bakal hidup tanpa bisa bergerak kemana-mana. Hidup ini harus disikapi secara realistis, bukan sok idealis. Sudah kebanyakan punk di negeri ini yang hanya bertahan beberapa tahun saja dengan membawa idealisnya. Tunggu sampai mereka menikah, punya anak, dan permasalahan yang mereka hadapi makin bertambah, disitulah punk akan memilih untuk realistis.*[]

Oleh: Sick-o-sick

6 comments

  1. pencitraan (korup)

    yang aneh sekaligus konyol itu mungkin yang sok sok an anti kapitalis korporasi besar sponsor rokok etc ehh tapi malah asik asik aja ngerokok produk produk tersebut, eh tapi juga perusahaan” multi nasional emang kurang ajar sih selain menindas mendukung penjajahan juga merusak lingkungan.ya udah selamat berkebut kawan”, bermain kemungkinan mungkin? mempersempit ruang lingkup kapitalistik untuk menghisap kita menjadi pecandu pecandu mereka. krisis ekologi dan krisis krisis yang lainnya 😀 akhir zaman.

  2. Realistis dan idealis cukup penting. kapitalis itu sebuah sistem, rokok dll itu hanya sebuah produknya, jika anti kapitalisme maka hancurkan sistemnya dan rebut alat produksinya bangun sistem baru tanpa otoritas lebih dan hirarki, bangun negara tanpa negara. Ketika seseorang memutuskan menjadi anti kapitalis,dan berangapan jika bahwa dia memakai produk dari perusahaan yang kapitalis dan dianggap tidak anti kapitalis lagi,maka itu konyol. Jangan melihat dari sisi yang kerdil,…. Bangun solidaritas dan kuatkan komitmen.

  3. Iya, kalo di indonesia memang super susah ber idealis, selain banyak yg ngomongin sok ini sok itu, keadaanya memang ga seperti di eropa atau berlin khususnya, tapi ga ada salahnya juga buat tetap jalanin idealis nya mereka, soalnya saya pikir punk2 di eropa juga ngalamin hal yg sama 20 atau 25 tahun yg lalu…

  4. Anjing yg ngaku ngaku anti inilah itu lah…klo mau anti dengan semua yg ad diotak dangkal kamu mending tinggal d hutan sono..hidup sm binatang buas yg mungkin sejalan dengan otak yg sok ANTI KAPITALIS…. hahaha fuckkk lah..yg kayyak gitu

  5. tetep jalanin ideoligi punk dengan realita yang ada tapi jangan sampai terbawa
    arus,semua pasti butuh makan jadi jangan munafik, kalo pertahanin idealis semata tinggal tunggu sampai dimana dia nyerah sama keadaan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.