Home / Bedah Karya / Bedah Lirik / Jangan Bunuh Diri Dulu Sebelum Dengerin ‘Bro Hymn’-nya Pennywise
Pennywise (foto: http://punkrocksong.com.ar/)

Jangan Bunuh Diri Dulu Sebelum Dengerin ‘Bro Hymn’-nya Pennywise

KONTERKULTUR–“Yang galau, yang galau, yang galau. Mijon, akua, prutang. Cangcimen, cangcimen, cangcimen. Jadi orang jangan cemen.”

Kalau ada pedagang asongan di bis macam begitu, bisa-bisa digebukin massa. Soalnya, kalau benar ada yang sedang galau (misalnya habis diputusin satpam), ditambah dikatain cemen, bisa-bisa langsung loncat dari bus, bunuh diri, saking putus asanya.

Meskipun yang tadi cuma fiktif belaka tapi di tengah kehidupan yang serba tidak menentu ini, bukan tidak mungkin orang bertindak nekat hingga mengorbankan nyawa. Saat harapan telah pupus, didukung akal yang pendek dan seiring menipisnya keimanan, logika manusia bisa saja kecolongan. Persetan dengan norma, apalagi moral. Manusia bisa melakukan sesuatu yang bahkan amat tabu di kalangan hewan.

Kasus saling bunuh karena perkara uang receh. Kasus saling tikam karena soal ejekan yang tak penting. Kasus baku hantam karena sebuah senggolan saja. Hingga kasus bunuh diri hanya gara-gara cinta ditolak satpam. Oh My God!

Dan yang mengherankan lagi, kelakuan seperti ini terjadi merata. Mulai dari orang dewasa hingga anak ingusan yang ngencing aja belum lurus, sudah berani ngacung-ngacungin golok.

Lantas, apakah takdir memang kejam seperti kata Desy Ratnasari?

Mungkin tidak bagi Pennywise. Meskipun tidak pernah terjadi asmara antara Desy dan Jim Lindberg, tapi Jim seakan-akan ingin menerangkan bahwa kehidupan itu bisa dibawa asyik-asyik aja. Asal dengan satu syarat: kawan yang setia!

Lagu Bro Hymn termasuk lagu klasik terbaik yang dimiliki sekte Punk tahun 1990-an. Ditambah lagi bicara nama besar Pennywise, band yang punya andil besar membawa Punk menuju jalan mainstream dan juga band yang pertama kali menikmati keuntungan komersial lewat musik Punk, berbarengan dengan band sekelas Bad Religion, NOFX, Offspring, Rancid dan Green Day.

Yang paling diingat dari lagu Bro Hymn ini adalah sing along-nya yang bikin kita serasa seperti suporter sepak bola. Di beberapa tempat memang koor ini jadi lagu wajib bagi para suporter berbagai macam olahraga. Mulai klub Jerman Vfb Stuttgart, hingga klub hoki Anaheim Ducks di Amerika. Lagu ini memang cocok untuk membangkitkan semangat.

Bro Hymn merupakan salah satu amunisi di album perdana mereka yang bersejarah di tahun 1991 dan kemudian diaransemen ulang pada album keempat mereka, Full Circle (1997).

Lagu ini sebenarnya didedikasikan untuk kematian kawan dari basis Pennywise, Jason Thirsk, yang bernama Tim Colvin, Carlos Canton, dan Tom Nichols akibat sebuah kecelakaan. Itu sebabnya dalam lirik aslinya tersebut kalimat “Canton, Colvin, Nichols, this one’s for you!”.

Anti klimaks-nya justru ketika Jason, si pembuat lagu malah menyusul mati muda. Jason dikabarkan terjerumus dalam ketergantungan alkohol sehingga menyebabkan dia depresi berat. Jason akhirnya bunuh diri dengan menembak kepalanya. Waktu itu Jason masih berumur 28 tahun.

Pennywise sempat goncang dengan kematian itu. Tapi mereka segera bangkit dan berhenti meratapi Jason. Semenjak itu lirik-lirik Pennywise selalu bernada anti-bunuh diri. Pennywise ingin menunjukkan kalau hidup bisa dipandang dengan cara yang positif dan optimis. Termasuk lagu Bro Hymn yang kemudian lirik berbunyi “Canton, Colvin, dan Nichols” ditambahkan dengan nama “Jason”, sosok yang mereka sayangi (Kadang juga hanya dinyanyikan “Jason Matthew Thirsk” untuk mencocokan dengan lagu).

Sepenggal lirik yang sangat indah buat direnungi, berbunyi: “Life is the most precious thing you can lose,”. Hidup adalah hal yang paling berharga yang bisa pergi kapan saja. Sebab itulah kita harus memanfaatkan betul-betul waktu hidup kita. Kalau kata legenda pujangga kita, Chairil Anwar,”Sekali berarti, sudah itu mati”

Lirik selanjutnya lebih fokus bercerita tentang pentingnya seorang sahabat untuk berbagi suka duka. Karena hidup tidak mungkin dipikul sendiri. Untuk itulah Tuhan menganugerahkan kita seorang sahabat. Sayangi mereka, karena nanti mereka akan menyayangi kita di kala susah.

Berikut beberapa penggalam lirik lainnya:

“Ever get the feeling you can’t go on. Just remember whose side it is that you’re on. You’ve got friends with you till the end. If you’re ever in a tough situation. We’ll be there with no hesitation Brotherhood’s our rule we cannot bend”

“Kalau hatimu lagi susah. Ingat saja siapa yang berada di sampingmu. Kamu punya teman sehidup semati. Jika kamu mengalami masa sulit. Kami akan berada di sana tanpa ragu. Persaudaraan kita abadi!”

“When you’re feeling too close to the bottom. You know who it is you can count on. Someone will pick you up again. We can conquer anything together. All of us are bonded forever. If you die I die that’s the way it is

“Kalau kamu hampir putus asa. Kamu tahu siapa yang bisa kamu andalkan. Seseorang akan membangkitkan kamu. Kita akan selesaikan semuanya. Solidaritas kita abadi. Kalau kamu mati, saya juga mati,”.

So, kalau mau bunuh diri, dengerin lagu Bro Hymn dulu Bro! Biar lancar bunuh dirinya. Ups!*[]

Oleh: Juminten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*