Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Jangan Ngefans Siapapun!

Jangan Ngefans Siapapun!

KONTERKULTUR–Sepanjang hidup anda, sudah berapa kali anda jatuh cinta atau ngefans pada seseorang/sekelompok orang? Dan sudah berapa kali cinta atau rasa kagum itu berpindah ke orang lain? Coba hitung ulang. Mungkin anda akan kesulitan menjawab.

Kata orang bijak: “Tidak ada cinta yang abadi”. Pegang prinsip itu. Mencintailah dengan sewajarnya dan membencilah dengan sepantasnya pula. Dunia ini begitu dinamis. Tidak ada tempat untuk seorang fanatik buta.

Boleh jadi masa kecil anda dipenuhi jagoan pembela kebenaran. Tapi beranjak remaja, para jagoan itu berubah jadi pemberontak yang berteriak-teriak di atas panggung. Namun, saat masuk masa dewasa, anda mulai sadar, uang jauh lebih penting dan para pemberontak itu berubah klimis dengan stelan jas serta dasi. Nanti, kalau masa tua datang dan anda sadar uang tidak lagi penting, anda akan lari meninggalkan mereka semua dan pergi menuju para penyedia ketenangan hidup.

Oleh karena itu, jangan ngefans siapapun kalau tidak ingin capek sendiri. Sebab idola anda tidak sebaik yang anda bayangkan. Tidak sejujur yang anda pikirkan. Dan, tidak sekeren yang anda rasakan. Kok bisa? Inilah sebabnya…

1. Idola anda adalah seorang penipu ulung

Apa yang menyebabkan anda menjadi fans sebuah band? Apakah karena kemampuan dan keahliannya yang keren? Atau karena idealismenya yang patut dicontoh? atau bahkan karena kepribadiannya yang menyenangkan?

Sekarang, pertanyaannya kita ganti. “Apakah keahlian mereka yang paling keren? Apakah idealismenya yang paling patut dicontoh? Dan apakah kepribadian mereka yang paling menyenangkan? Coba pikir lagi. Bisa jadi, kriteria ini justru terdapat pada orang-orang terdekat anda.

Sah-sah saja. Tidak ada yang melarang anda ngefans. Tidak ada juga yang melarang idola anda berpura-pura di TV, radio, koran dan media lainnya. Sebab sebelum mereka belajar menciptakan sebuah karya, mereka lebih dulu belajar menipu.

Mereka akan membuat segala sesuatu serba sempurna tanpa cela. Pertama anda tidak peduli. Namun karena dicekoki berkali-kali, anda pun memperhatikannya. Dengan sedikit intrik, anda pun mencintainya. Lantas doktrin masuk, anda pun menggilainya. Akhirnya, anda menghamba, menjadikan idola anda sebagai sesembahan yang nyata. Itu tanda pemograman mereka berhasil tertanam di pikiran anda.

Selamat!

2. Idola anda adalah pengemis simpati anda

Ya, menangislah! Terharulah! Berjingkraklah! Teriaklah dengan histeris! Biarkan jiwa anda terbang bersama mantra yang dilantunkan idola anda. Sementara itu di belakang panggung, idola anda sedang santai menghitung uang pemasukan.

Bila saatnya pamor mereka turun, mereka akan lari pada kalian memohon-mohon. “Ayo, bantu naikkan pamor kami lagi!”. “Tolong cintai kami seperti dulu, saat kami masih produktif”.

Mereka akan mencari cara mengambil simpati anda. Bila hal-hal yang masuk akal tidak mampu mendongkrak popularitasnya, mereka punya cara jitu lainnya. Bunuh diri! Niscaya namanya naik lagi.

Perasaan anda adalah objek yang paling dieksploitasi idola anda. Tidak cukup dengan mahakarya, tapi mereka juga menawarkan kehidupan pribadi, sensasi, skandal, bahkan aib. Mereka jual semua agar ingatan kalian kembali. “Kami adalah para idola kalian. Tidak sepantasnya kalian melupakan kami”

Anehnya, dimana-mana, seorang pengemis yang tersungut-sungut memohon dan memelas, namun kali ini, sang pengemis yang berkuasa, dan kalian yang harus memohon-mohon dan memelas belas kasih.

Mereka akan memposisikan diri sebagai juru selamat. Mereka menggambarkan diri punya berbagai solusi permasalahan hidup anda. Mereka juga mencitrakan diri sebagai sosok yang peduli dengan kehidupan kalian. Mereka adalah jimat penentram hati kalian.

Pertanyaanya, apakah idola anda ini benar-benar peduli dengan anda? Ya, mereka peduli. Karena rezeki datangnya dari tangan-tangan anda sekalian, para fans yang terhormat. Sementara anda hanya mendapatkan balas jasa berupa cuci otak. Ini bukan hubungan timbal balik yang sama-sama menguntungkan. Tapi ini penghisapan tanpa sadar.

3. Idola anda tahu cara membodohi anda

Para idola anda mendirikan negara ilusi. Mereka punya wilayah kekuasaan, punya warga negara (fans), dan hukum yang harus ditegakan (lirik, statement, tulisan dll). Mereka paham betul bagaimana menjadi diktator yang dicintai membabi-buta.

Para idola akan meng-alienasi para fansnya di bawah kerajaanya. Di kerajaan ini hanya berlaku suatu hukum: “Sang idola selalu benar”. Para fans dituntut untuk patuh dan menunjukkan loyalitasnya pada dunia luar. Alhasil, kita akan melihat ribuan kepala batu yang secara ekstrim dan tidak masuk akal rela mati di bawah bendera kerajaan para idol.

Kalau anda melihat orang seperti ini, menjaulah. Tidak ada gunanya bergaul dengan mesin yang telah terprogram untuk mengerjakan sesuatu demi majikannya.

Mulai sekarang, ngefanslah yang cerdas. Bukalah peluang rasa kecewa agar manusia selalu terlihat tidak sempurna. Dan yang perlu kita ingat, pengidolaan itu tidak bisa dihindari, dia hanya tergantikan oleh yang lain. Maka dari itu, tetaplah waspada!*[]

Oleh: Asep Nyungsep

4 comments

  1. postingan yang mantap!

  2. Haha.. Saya sebenarnya juga kasian dengan mereka yang terlalu “menuhankan” idolanya. Sampe rela mati segala hehe.. Mending kalau konsisten, 2 bulan sekali ganti idola. Tapi menanggapi postingan di atas mungkin agak terlalu berlebihan ya. Atau lebih tepatnya gak semua idola seperti itu. Meskipun sebaik apapun idola anda, dalam hati kecilnya pasti ada uang dan popularitas. Satu kalimat yang keren, ngefanslah dengan cerdas! Kalau versi saya, ngefans yang cerdas itu dengan mengambil hal-hal yang baik dari idola saya agar berguna untuk hidup saya. Dan mensupportnya agar terus memberi hal-hal yang baik untuk saya. Bukan sekedar teriak, AKU NGEFANS SAMPE MODAR!!! Itu idiot men.

  3. ijin Share bro , good opinion !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.