Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Kamu Straight Edge? Kok Homo Sih?

Kamu Straight Edge? Kok Homo Sih?

KONTERKULTUR–Awalnya nggak sengaja. Waktu istirahat kerja, iseng buka twitter artis-artis terkenal. Pas sampai di akunnya Arian13 (Dia artis kan? hehe), saya lihat Dia nge-twit dengan gambar bendera warna-warni. Bagus banget! Saya pikir tadinya artis Hardcore macam Arian13 itu buta warna alias cuma kenal satu warna: hitam. Eh, ternyata seleranya sama seperti manusia normal. Suka warna pelangi juga! hehe.

Dalam twit itu, Dia memberi komentar “=”, it means equal. Saya jadi bertanya-tanya,”Lagi ada apaan sih?”. Soalnya, teman-teman saya di Facebook juga lagi hobi upload gambar pelangi. Saya pikir, apa ini bocah-bocah lagi dapat PR dari bos atau gurunya buat bikin pemandangan, dan dikumpulkan besok? Bikin penasaran aja nih!

Ya, harap maklum. Saya yang sehari-hari amat disibukan dengan status saya sebagai budak kapitalis, sulit rasanya untuk meng-update berita terkini. Jadi, kadang saya ketinggalan zaman. Apalagi saya ini aslinya ndak punya twitter. Tapi, meskipun ndak punya, untungnya Twitter terbuka untuk umum, seperti jamban pinggir kali. Jadi kadang saya iseng tamasya liat orang buang ‘sampah’. Rasa penasaran saya bertambah. Kawan saya yang memang sudah terkenal ‘anti-mainstream’ dan amat kritis terhadap segala macam isu, dari isu internasional sampai isu karang taruna, tiba-tiba upload gambar kue, warnanya pelangi pula. Dia menulis “#Cakewins’. Kawan saya yang lain, yang notabene seorang Hardcore Kids ‘kepala batu’ dan yang lainnya adalah seorang Punk yang istiqomah memegang ajaran equality di atas segalanya, juga upload gambar pelangi dengan berbagai macam rupa. Warnanya mirip logo Apple Macintosh jaman 90-an. Dan, tidak ketinggalan, gambar itu juga disertai kata-kata “Wins!”, “Won!”, atau apapapunlah pokoknya “menang”.

Begitu masifnya sehingga saya tergoda untuk searching lebih lanjut. Saya ketik kata “bendera pelangi”. Dem! Langsung kepala saya pusing. Terlintas di pikiran saya, sosok kawan saya seorang Hardcore Kids, yang selama di gigs selalu terlihat “Tough Guy” abis, eh nyatanya!

Bukan berburuk sangka sih. Bisa jadi, dia cuma ikut-ikutan, karena artis idolanya juga upload bendera pelangi. Tapi tetap saja saya kecelek (tertipu). Tampilannya sih oke. Keren, ganteng, gagah. Tapi kalau memang benar dia gay? Kan agak kontras jadinya. Tapi itu urusan dia lah. Saya sih cuma menghormati saja apa yang ada di pikirannya. Sambil berdoa, supaya sikapnya itu bukan karena ikut-ikutan. Tapi karena dia tahu dan dia bertanggung jawab atas pilihannya tersebut.

NAMANYA JUGA STRAIGHT EDGE

Saya kadang heran, ada orang yang mengaku Straight Edge, tapi homo. Atau minimal bersimpati terhadap homoseksualitas dan penyimpangan lainnya. Padahal kan straight edge itu artinya sikap hidup yang lurus. Apakah di antara pembaca ada yang berani bilang kalau homo itu ‘lurus’?

Dari suku Indian Mohican, sampai Urang Baduy di Banten, setahu saya, tidak ada yang mempraktekan kehidupan homoseks. Soalnya kenapa? Kalau mereka benar-benar mempraktekan kultur homo, suku itu pasti sudah lenyap dari zaman dulu kala. Tanpa harus menunggu Suku Indian dilibas oleh Columbus, atau tanpa harus capek-capek Suku Baduy menyingkir ke pedalaman untuk mempertahankan eksistensinya. Di scene Hardcore sendiri, utamanya di kalangan Straight Edge, penolakan terhadap homoseksual sudah terlihat dari sikap dan tampilannya. Hardcore itu punya kesan maskulin yang khas. ‘Laki banget’ istilahnya. Kalau kata Henry Rollins (Black Flag), “Anak-anak muda tertarik Hardcore itu karena kesan gagah (tough guy) seperti gangster,”. Adakah gangster yang gay? Malahan, gangster itu identik dengan ‘main perempuan’. (NB: Tapi Henry kadang bilang dia anti-homophobia, kadang bilang pro-homophobia, ya kita hormati aja pendapatnya ya…).

Bad Brains, salah satu pelopor musik Hardcore bahkan dikenal sebagai seorang homphobic. Toh, tidak mengurangi respek atas jasa-jasanya mengembangkan musik Hardcore. Agnostic Front beserta rombongan NYHC-nya juga dikenal Homophobic. Mereka banyak berseberangan dengan band seperti MDC, yang notabene lahir dari rahim Bad Brains. Tapi itulah dinamika, siapapun boleh berpendapat.

Ian McKaye sendiri, selaku ‘Ketua Dewan Penasihat Straight Edge Dunia’ belum mengeluarkan penjelasan apa-apa terkait homoseksualitas ini. Tapi karena beliau kagum berat dengan Bad Brains, banyak yang menuduh Ian seorang Homophobia juga. Bahkan Punknews.org sempat memberitakan bahwa clothing-an milik McKaye pernah akan diboikot oleh kalangan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) karena Ian tidak bilang “iyes” atau “no” terhadap isu legalitas LGBT.

Andaikan beliau mantap berkata,”Kalau aku sih iyesss…” seperti Anang Hermansyah, pastinya masalah itu bisa clear segera dan para straight edger bisa melenggang ke babak selanjutnya. Tapi dalam dokumenter Bad Brains pada penampilan terakhirnya di Chicago, Ian cuma bilang, “Homophobia is Homophobia”. Entah maksudnya apa…

Terlepas dari perdebatan itu, poin utama saya begini: kalau memang ada kawan-kawan yang mengaku Straight Edge, please be straight! Sesuaikan makna dari straight itu sendiri. Jangan ikut-ikutan kalau hanya sekedar ingin keren-kerenan. Sayang atuh…*[]

Ditulis Oleh xTUKANGxSAYURxNAIKxHAJIx

11 comments

  1. Sya pikir smua agama mlarang homosexual.dtulis jga di bible dan jlas dlm quran.lalu obama itu agama’a apa ya?..yup Talmud,yahudi melebar smp kenusantara dgn pelangi busuk’a.”Ingatlah kawan,kita hadir didunia ini,karena orang tua kita mrupakan Ayah(laki2) & ibu(perempuan)” #straightpride

  2. nah .. puyeng kan .. karna ga ada acuan baku , manual , aturan ato apalah yg mengatur …kawin sejenis tapi komit juga ga ada larangan , kumpul kebo ( ga mesti nikah ijab kabul ) tapi komit juga oke .. ini sebenar nya dah jauh dari konsep dasar SxE itu sendiri .. dan berakhir dengan kata Sxe versi A atau si B atau si C dan sejati nya Sub kulture murni dari padangan ( point of view )personal tetapi akan kah memandangan jadi berbagai sudut ??? ini akan menjadi rumit ketika bersifat moral ( karna kata moral sangat konservatif ) apalagi banyak lirik yang mengandung pesan moral … jadi jalan mana yang hendak kau pilih kawan ?? jalan remang remang atau jalan terang benerang yang telah teruji ……….. toh kita hidup bukan untuk hari ini aja , way of life

  3. Mas nya belom pernah liat ini band limp wrist di youtube?

  4. Limp Wrist band gay hardcore itu bukannya Straight Edge ya setau saya?
    Straight Edge itu lebih ke gaya hidupnya sih, bukan orientasi seksualnya. CMIIW 🙂

  5. Hahaha, dia bilang lurus tapi bengkok juga #StraightPride

  6. beraattt hahaha kalo ane terus terang kurang setuju sama homo lesbian dsb, but this is real world bro. Asal ga mengganggu kita, okelah.. tp klo ampe coba ganggu ato deket2. Nih bogem!! haha

  7. parah . meski ane bukan trmasuk orang2 “Sadar”(x) turut prihatin bro tetep gasuka yang namanya LGBT. tuh umatnya nabi luth mungkin yak

  8. artikel diatas emang terasa homophobik, soal orientasi seksual biarlah jadi urusan personal masing2, banyak kok band straight edge HC/punk yg memang homo, pernah denger istilah queercore kan? kalo belum silakan di-googling..juga banyak kok band emo yg terang2an mengaku homo, tapi mereka juga straight edge (vegan,anti-drugs,alkohol,nikotin dan racun2 lainnya), soal apakah itu penyimpangan atau bukan sepertinya kita tidak berhak menghakimi..pernah denger istilah GEMBLAK? kalo belum saya kasih tau yaitu adalah bocah abg yg tampan dan imut yang jadi piaraan Warok, warok adalah pendekar dalam legenda Ponorogo Jawa Timur, bahkan dalam kesenian tradisional Reog ada penari/performan sebagai warok yg jantan dan gemblak yg feminin..silakan di-googling..jadi orientasi seksual sesama jenis sudah dari jaman dulu ada di Indonesia dan dibelahan bumi lainnya..para kaisar China sudah ribuan tahun lampau memelihara para kasim..saya bukan pecinta sesama jenis namun juga bukan pembenci orang yang punya kecenderungan “penyimpangan” seksual..scene hardcore emang macho banget, tp bukankah gay suka dengan yg macho dan jantan?

  9. bad brains ber-ideologi rastafarian yg mengacu pada agama Judaism..dan sebagai umat rasta yang shaleh tentu saja mengharamkan LGBT karena tidak sesuai dgn ajaran para nabi..lihat Bob Marley yang ber-poligami dan punya banyak anak dimana-mana..saya bukan straight edge, juga bukan homo, saya cuma seorang pemabuk yang doyan cimeng dan pecinta wanita…tapi jangan menghakimi orang berdasarkan apapun juga termasuk para LGBT..fuck homophobia..!! juga phobia2 dan prasangka2 negatif lainnya..!!

  10. Straight edge movement harusnya sih menentang LGBT. Coz LGBT nggak sesuai bgt dgn ajaran & filosofi SXE yg lurus.

    Kalo ada yg ngaku straight edge tapi homo, berarti SXE nya inkonsisten. Mau dia artis, atau pentolan hardcore, mau legend hardcore sekalipun, yg inkonsisten itu nggak layak jadi panutan.
    Lagi pula straigt edge itu bukan pedoman hidup.
    LGBT menyangkut larangan Tuhan. LGBT itu bkn kemanusiaan tapi kebinatangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.