Home / News / Sport News / Kerap Bertindak Rasis pada Pemain Palestina, Israel Terancam Diboikot FIFA.
Protes kepada tim sepak bola Israel agar dikeluarkan dari FIFA karena tindakan rasisme yang dilakukan (Shadi Hatem / APA images)

Kerap Bertindak Rasis pada Pemain Palestina, Israel Terancam Diboikot FIFA.

KONTERKULTUR–FIFA akan mengadakan jajak pendapat berkenaan dengan posisi posisi Israel di federasi sepakbola internasional tersebut. Jajak pendapat ini berawal dari permintaan asosiasi sepakbola Palestina yang merupakan respon lanjut dari sikap Israel yang melarang aktivitas para pemain Palestina termasuk diantaranya adalah melintas di area West Bank dan jalur Gaza yang merupakan wilayah Palestina sendiri.

Kampanye menuntut pemboikotan Israel juga didukung oleh beberapa gerakan antara lain tulisan yang muncul di The Guardian pada 15 mei 2015 oleh sembilan belas aktivis dan figur dunia seperti ahli bahasa Amerika (Nam Chomsky) dan novelis Inggris, John Berger.

“Tuntutan ini tak lain adalah untuk memenuhi hak-hak dasar para pemain kami,” ungkap Jibril Rajoub yang merupakan salah satu politisi Palestina yang menggagas jajak pendapat tersebut. “Israel telah melakukan pelarangan yang merupakan tindakan rasisme, termasuk diantaranya pelarangan perjalanan para pemain yang menyebabkan terhambatnya aktivitas tim kami”.

Tuntutan pemboykotan Israel kepada FIFA memang sangat beralasan, selain pelarangan perpindahan para pemain di negeri mereka sendiri (Palestina), Israel juga kerap melakukan tindakan “kriminal” seperti penganiayaan suporter termasuk yang terparah adalah penyerangan brutal kepada dua orang pemain sepakbola remaja Palestina, Jawhar Nasser (19) dan Adam Halabiya (17).

Jawhar dan Adam yang tengah melintas didekat area checkpoint tiba-tiba ditembak oleh tentara Israel yang tengah berjaga, tanpa memberi peringatan sebelumnya. Bahkan para tentara Israel ini melepaskan anjing-anjing penjaga yang kemudian menyeret kedua pemuda ini sampai mereka terluka parah dan divonis dokter tidak akan mampu berjalan lagi meski telah menjalani perawatan intensif. Tak hanya itu, bahkan Israel seperti tidak mengindahkan peringatan FIFA, menyusul serangan pada pemian Palestina Sameeh Marabeh, hanya beberapa jam setelah mereka mengatakan pada presiden FIFA Sepp Blatter untuk tidak “berulah” lagi.

Dilansir oleh electronicintifada.net (28/05/2015), saat ini tuntutan pemboykotan Israel masih terus berlangsung. Bertajuk “Red Card Israeli Racism”, sekelompok pemrotes dari Inggris bahkan melakukan unjuk rasa selama kongres FIFA yang berlangsung pekan ini di Swiss. Jika hasil jajak pendapat memenuhi dua pertiga suara, maka Israel terancam akan diberi sanksi oleh FIFA dengan tidak diperkenankan untuk mengikuti laga internasional termasuk juga kualifikasi untuk Euro 2016.*[KK]

Rep: Markonah

Red: Adiati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*