Home / COUNTER BANDS / Band Bule / Kerja Keras dan Rendah Hati, Kunci Sukses DROPKICK MURPHYS
Dropkick Murphys (foto: http://www.mediamikes.com/)

Kerja Keras dan Rendah Hati, Kunci Sukses DROPKICK MURPHYS

BAND kawakan yang satu ini memang patut dicontoh. Sudah memiliki nama besar tapi tetap bekerja keras dan yang paling penting lagi, tetap menjaga kerendahan hati.

Band dengan tembangnya yang paling terkenal “I’m Shipping Up To Boston” ini berdiri sejak 1996. Salah satu yang menjadi ciri khas band ini adalah suasana Celtic Punk mengacu pada band legendaris The Pogue. Dan jangan lupa, aktivitas politik Dropkick Murphys (DKM) di kalangan kaum buruh serta gaya holiganisme-nya menguatkan darah Oi! dalam tiap hentakan warna musiknya.

Kali ini theaquarian.com berkesempatan mewawancarai salah satu personel yang paling lama menghuni DKM, Matt Kelly (drummer). Mari kita simak saja wawancaranya.

The Aquarian: DKM makin ramai jadwal manggungnya. Mengapa kalian tampil begitu sering dan apakah ini bagian dari kerja keras kalian?

Matt: Hey! Masih banyak band yang lebih gila lagi jadwal manggungnya. Ya inilah yang kami lakukan. Semuanya untuk para penikmat musik kami. Ini sebuah kewajiban bagi kami untuk bermain demi mereka.

Musik bagi kami harus bisa didengar secara langsung (live) dan tiap gigs bagi kami, semua orang boleh ikutan bernyanyi bukan sekedar menonton.

Kerja keras bagi kami berarti melakukan apapun dengan sebaik-baiknya dan dengan apapun yang kita punya atau kita bisa.

Orang lain harus bekerja keras untuk suatu pekerjaan yang mereka benci dan berharap mendapatkan promosi dari bos-bos mereka. Kami beruntung tidak mengalami hal tersebut. Untuk itulah kami berusaha sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan itu.

TA: Yeah, saya telah melihat banyak personil keluar masuk band ini. Apa karena jadwal yang begitu berat?

Matt: Ya, banyak yang telah berubah. Jeff Erna (drummer sebelum Matt) adalah orang yang kurang suka ikut tur band. Personel lain pun punya alasan lain. “Ya, saya suka ikut touring band, melihat dunia baru, dan main setiap malam!”. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Kadang kita menemui kebosanan.

Menjadi anggota band berarti harus punya kulit yang tebal, dedikasi, harus bisa OK kalau pergi jauh dari rumah berminggu-minggu, jiwa yang kuat, fisik yang sehat untuk sebuah gigs berdurasi 1,5 jam dengan kondisi yang tidak sama setiap malam. Tiap orang harus punya kapasitas mental yang besar untuk mengulang-ulang lagu itu-itu saja.

TA: Dropkick telah menjadi band celtic punk selama 20 tahun, apa yang berbeda dari band terutama ketika awal band ini beridir?

Matt: Apa yang kami lakukan sama saja seperti ketika pertama kali band ini berdiri. Ketika di panggung kami profesional, ketika berkomunikasi dengan teman-teman band atau penonton kami berusaha menjadi sahabat yang egaliter dan bersahaja. Kami juga tidak pernah mau disebut sebagai selebriti/rock star, dimana banyak band lain kelihatan mulai banyak gaya dan sok-sokan,

Memulai band dari gigs-gigs bawah tanah, dan memulai dari scene Punk/Oi! membuat kami bahagia. Mereka lah yang menyupport kami selama ini, dari awal kami berdiri. Kami tidak pernah mengidentifikasi dengan gaya atau scene tertentu, kecuali gaya kami sendiri. Kami ingin mencontoh seperti David Bowie yang senantiasa berinovasi dengan dirinya sendiri. Saya yakin band ini akan terus mendapat tempat dengan etos yang selama ini kami pegang.*[KK]

Red: Bokir

Rep: Markonah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.