Home / News / Sound News / Lagu Anti-Nazi dari Band Punk Legendaris ‘DIE ARTZE’ Puncaki Tangga Lagu di Jerman
Vokalis skaligus drummer Die Ärzte, Bela B dengan sebuah DVD berjudul "not interested in Nazis" tahun 2009. (Photo: DPA)

Lagu Anti-Nazi dari Band Punk Legendaris ‘DIE ARTZE’ Puncaki Tangga Lagu di Jerman

KONTERKULTUR–Berkembangnya Neo-NAZI (seperti PEGIDA) yang sering melakukan kekerasan terhadap para imigran pencari suaka di Jerman, telah memicu perlawanan balik dari band-band Punk pro hak asasi manusia. Salah satu band yang paling keras bersuara adalah Die Artze (The Doctor), band Punk asli Jerman yang telah eksis sejak tahun 1982.

Sebuah kelompok aktivis hak asasi manusia bernama Aktion A**hloch telah mengampanyekan lagu ini agar kembali populer. Mereka akhirnya sukses mengangkat lagu ini pada puncak tangga lagu populer di seluruh Jerman dan beberapa negara tetangga berbahasa Jerman seperti Austria dan Swiss. Bahkan iTunes mencatat bahwa lagu ini paling banyak didengar dan diunduh dalam beberapa hari terakhir.

“Kekejamanmu hanyalah tangisan kesunyian untuk cinta” begitulah penggalan lirik dari lagu berjudul “Schrei nach Liebe” yang berarti “Cry for Love”, sebuah judul yang mengingatkan kita pada tembang karya Si tua-tua keladi, Iggy Pop.

Lagu Schrei nach Liebe sebenarnya telah dirilis tahun 1993 lalu, untuk menyambut para pengungsi dari korban perang saudara di Yugoslavia. Kejadian 20 tahun lalu itu menjadi seperti de javu. Namun kali ini korbannya adalah rakyat Suriah yang telah menderita akibat perang yang tak berkesudahan ini.

“Sewaktu runtuhnya komunisme di awal 90-an, Jerman Timur mencicipi kebebasannya pertama kali, namun dibarengi dengan ekonomi yang berantakan sehingga para kriminal di sana seringkali menyerang para imigran pencari suaka,” kantor berita AFP mengabarkan kepada Yahoo News. Saat ini Jerman merupakan negara dengan pencari suaka terbesar di Eropa. Untuk tahun ini saja sudah ada 800.000 pelamar.

Rock For Refugee

Dalam waktu dekat beberapa musisi independen di Jerman akan menggelar sebuah konser musik rock untuk mengimbangi perlawanan kaum sayap kanan radikal yang ultranasionalistis. 24 band rock terkenal di Jerman telah terdafatar sebagai pengisi acara, salah satunya Toten Hosen, band yang selama ini selalu menentang kaum fasis sayap kanan. Beberapa waktu lalu, konser Toten Hosen di sebuah kota kecil di wilayah Mecklenburg telah dibubarkan oleh sekelompok pemuda neo-Nazi.

“Para pendukung demokrasi kini merasa asing sedangkan kaum sayap kanan masih bersemangat,” ujar salah seorang musisi. Mereka meminta agar pemerintah membatasi gerak sayap kanan agar tidak menganggu para pengungsi yang ingin mencari perlindungan.

Beberapa aktivis dalam gerakan Pro Asyl mengatakan bahwa pemerintah harus menyediakan fasilitas yang manusiawi buat para pengungsi. “Mereka telah mengalami penderitaan secara psikis selama di negara asal mereka. Jangan sampai mereka mengalami untuk yang kedua kalinya di sini,” ujar Bernd Mesovic, salah satu penggiat oraganisasi ini.

Dalam mengampanyekan sikap ini, mereka mengusung tagline “Refugee Welcome” yang dibuat di T-Shirt, papan pengumuman, dan spanduk-spanduk di sudut-sudut keramaian. Pro Asyl bersama Kein Bock auf Nazis (Bubar Bersama Nazi) termasuk salah satu kelompok yang paling giat berkampanye hingga melobi pemerintah lokal.*[KK]

Rep: Bang Bokir

Red: The Jontor

2 comments

  1. ! ! ! ! ! ! !

  2. fight capitalism, fight facism and build socialism!
    worker of the world unite!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.