Home / News / Sound News / Lagu WESTLIFE dan Heavy Metal Dipakai Tentara AS untuk Menyiksa Tahanan
Suasana salah satu penjara paling sadis yang dimiliki AS untuk tahanan yang tidak bersalah (foto: http://fair.org/)

Lagu WESTLIFE dan Heavy Metal Dipakai Tentara AS untuk Menyiksa Tahanan

KONTERKULTUR–Lagu-lagu dari boyband WESTLIFE dan beberapa lagu heavy metal ditengarai digunakan untuk penyiksaan terhadap Suleiman Abdullah di Afghanistan. Berita ini dikabarkan oleh sebuah front pembebasan sipil, lansir NME.com.

Dalam sebuah reportase yang disebut “Out of the Darkness”, Persatuan Pembebasan Rakyat Sipil Amerika mendiskripsikan bagaimana musik-musik itu  dipakai berulang-ulang untuk menyiksa Abdullah.

Salah satunya adalah lagu WESTLIFE berjudul ‘My Love’ yang diambil dari album ‘Coast to Coast’ dan beberapa lagu metal yang tidak bisa diidentifikasi secara jelas satu-persatu.

“Penginterogasinya menyelingi lagu ‘manis’ yang berjudul “My Love” bersama dengan lagu heavy metal, diputar berulang-ulang pada volume memekakkan telinga,” kata laporan itu.

“Mereka mengatakan kepada Suleiman, seorang nelayan yang baru menikah dari Tanzania itu, bahwa mereka memainkan lagu cinta itu secara spesial untuk dia. Suleiman menikahi istri Magida hanya dua minggu sebelum CIA dan agen Kenya menculiknya di Somalia, di mana ia telah menetap disana, saat memancing dan berdagang sekitar Swahili Coast. Kini dia tidak akan pernah melihat lagi Magida.”

Suleiman Abdallah adalah salah satu korban kebiadaban dan keganasan Amerika. Dia ditangkap di Mogadishu pada tahun 2003 oleh seorang panglima perang Somalia dan diserahkan kepada pejabat AS, yang telah dia diberikan ke Afghanistan selama lima tahun penahanan dan penyiksaan. Dipenjarakan di tiga fasilitas AS yang berbeda, Abdallah mengatakan ia menjadi sasaran pemukulan yang parah, sel isolasi yang berkepanjangan, ketelanjangan paksa dan penghinaan. Dia mengatakan dia juga diserang secara seksual, terkunci telanjang dalam peti mati, dan dipaksa untuk berbaring di atas tikar basah, telanjang dan diborgol. Masih ada ratusan orang tak bersalah lainnya yang memiliki nasib yang sama dengan Suleiman Abdullah yang kini mendekam di penjara-penjara ‘neraka’ milik Amerika seperti Penjara Abu Gharib dan Guantanamo.*[KK]

Rep: Markonah

Red: Jamilah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.