Home / Artikel / Opini Hatkor! / Lirik Lagu “The End”-nya THE DOORS, Gambaran Rusaknya Moral di Barat

Lirik Lagu “The End”-nya THE DOORS, Gambaran Rusaknya Moral di Barat

KONTERKULTUR—Father, Yes Son, I Wanna Kill You… Mother, I Wanna Fuck You All Night Long

Kalimat asusila diatas bukanlah kalimat yang dilontarkan seorang pembunuh psycho berdarah dingin di film-film Barat. Kalimat tersebut dilontarkan oleh vokalis The Doors dalam lagunya berjudul “The End”.

Meskipun kalimat itu sangat kasar dan asusila, tapi penggemar The Door benar-benar menyukai lagu tersebut. Terbukti, setiap pertunjukan, The Doors selalu diminta untuk menyanyikan lagu tersebut oleh para penggemarnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, lagu “The End” termasuk dalam daftar 500 Lagu Terbaik Sepanjang Masa yang dibuat oleh Rolling Stone. Saat itu, urutan lagu ini di posisi 336, mengalahkan ratusan lagu lainnya.

Konon, lagu ini katanya dituliskan saat Jim sedang putus cinta dengan pacarnya bernama Mary Werberlow.

Jim bilang: ”Tiap gue dengerin lagu itu, ada arti yang berbeda-beda buat gue. Di mulai dari sesuatu yang sederhana banget, tapi bisa juga menjadi sebuah lagu perpisahan buat cewek. Lagu ini juga bisa jadi perpisahan pengalaman di masa kecil. Gue kagak tau. Makna lagu ini kompleks dan luas banget, bergantung penggambaran dan pandangan yang loe pengenin.”

Fenomena hedonisme dan kebebasan tanpa batas memang sangat melekat pada The Doors, khususnya pada Jim Morrison sebagai vokalis. Membuat pesan dalam lirik lagu tentang seburuk apapun suatu perbuatan tetap dianggap sangat keren oleh penggemarnya. Terlebih, juga dianggap keren pula oleh media-media musik yang memiliki latar belakang ideologi hedonisme yang sama.

Itulah kenapa kerusakan moral remaja dimulai dari Amerika dengan budaya hedonismenya. Dan kerusakan itu akan terus merambat ke seluruh dunia melalui media, salah satunya adalah musik.*[]

Rep: Markonah

Red: Jamilah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*