Home / Bedah Karya / Bedah Buku / “Membentangkan Ketakutan”, Buku yang Membongkar Rencana Busuk Hegemoni Amerika

“Membentangkan Ketakutan”, Buku yang Membongkar Rencana Busuk Hegemoni Amerika

Penulis: Shofwan Al Banna Penerbit: Pro-U Media Tebal : 208 Halaman KONTERKULTUR—Pengalaman saya di masa lalu ketika sering ikut diskusi di kolektif-kolektif anarkis mungkin memberikan dampak positif bagi diri saya untuk terbiasa berpikir kritis pada hal-hal yang janggal. Memang berpikir kritis tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Asalkan dibingkai dalam koridor syariat, berpikir kritis – menurut saya – adalah amunisi yang paling berharga untuk hidup dalam nuansa ghazwul fikr (perang pemikiran) seperti sekarang ini. Saat saya mendengar tentang buku karangan seorang peneliti di bidang Hubungan Internasional ini, saya langsung tertarik untuk memburunya di toko-toko buku. Saya tertarik sejak awal karena saya menduga…

Review Overview

Muatan ilmiah - 8.5
Gaya bahasa yang mudah dicerna - 9.3
Urgensi topik yang dibahas - 9.4

9.1

Keren abis!

Summary : Kalau kamu ingin tahu betapa busuknya Amerika, maka buku ini untuk kamu!

User Rating: 3.15 ( 13 votes)
9

Penulis: Shofwan Al Banna

Penerbit: Pro-U Media

Tebal : 208 Halaman

KONTERKULTUR—Pengalaman saya di masa lalu ketika sering ikut diskusi di kolektif-kolektif anarkis mungkin memberikan dampak positif bagi diri saya untuk terbiasa berpikir kritis pada hal-hal yang janggal. Memang berpikir kritis tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Asalkan dibingkai dalam koridor syariat, berpikir kritis – menurut saya – adalah amunisi yang paling berharga untuk hidup dalam nuansa ghazwul fikr (perang pemikiran) seperti sekarang ini.

Saat saya mendengar tentang buku karangan seorang peneliti di bidang Hubungan Internasional ini, saya langsung tertarik untuk memburunya di toko-toko buku. Saya tertarik sejak awal karena saya menduga bahwa buku ini membahas tentang kejanggalan-kejanggalan kebijakan politik AmeriKKKa dalam memerangi sosok yang mereka sebut sebagai ‘terorisme’.

Saya belajar banyak sekali dari buku ini tentang bagaimana isu terorisme dalam kerangka yang lebih ilmiah, tidak hanya main hantam dengan tuduhan dan berhenti pada tataran istilah ‘konspirasi’ yang tidak jelas. Dan yang jauh lebih saya bangga dari Shofwan sebagai penulis adalah keberaniannya untuk berpikir berbeda dari umumnya literatur-literatur tentang terorisme. Sejak awal memutuskan untuk menulis buku ini, dia berani mengambil posisi dipihak umat Islam sebagai pihak yang paling tidak diuntungkan dalam proyek War on Terrorism-nya AmeriKKKa.

Ketika membaca kata pengantarnya, saya sudah merasakan tekad yang luar biasa dari penulis yang mengalahkan “ketakutan umum” para peneliti tentang terorisme yang selalu mengambil “posisi aman” dalam bersikap. Apalagi peneliti-peneliti yang hanya mengandalkan literatur dari sumber-sumber Barat dan menghasilkan data-data yang justru sangat menguntungkan bagi musuh-musuh Islam. Shofwan mengatakan dengan tegas dalam Kata Pengantar-nya ketika memutuskan menulis buku ini yang isinya kritik dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan AmeriKKKa, dengan kalimat: “KAMI TIDAK TAKUT!”

Ya! Kalimat itulah yang seharusnya kita ucapkan ketika berhadapan dengan kemungkaran. Meski itu berpotensi banyak resiko, tapi yang haq harus dikatakan itu haq dan yang bathil harus dikatakan bahwa itu bathil. Yang ma’ruf harus diserukan, sedangkan yang munkar harus dihentikan semaksimal mungkin!

Buku ini tidak terlalu tebal. Hanya 208 halaman. Namun isinya bisa dikatakan straight to the point dan tidak bertele-tele. Tidak ada pembahasan yang terbuang percuma. Dan yang lebih luar biasa dari buku ini adalah bobot ilmiahnya yang tinggi namun mampu dipadukan dengan gaya bahasa layaknya buku populer yang ringan dan mengalir! Kalau anda bisa membayangkan, penulis seperti sedang mendongengi anda tentang bagaimana sosok kerajaan Fir’aun bernama AmeriKKKa, namun setiap perkataannya bukan sekedar cerita bohong tanpa landasan rujukan yang jelas, melainkan mengacu pada referensi-referensi ilmiah yang kuat.

Dalam bab awal buku ini, penulis menggiring pemahaman kita dengan sejarah propaganda AmeriKKKa di masa lalu saat Perang Dunia II. Penulis bercerita tentang ‘pencucian’ otak yang dilakukan AmeriKKKa kepada para tentaranya melalui film Why We Fight agar mereka yakin bahwa mereka adalah pahlawan yang kemudian memberikan pembenaran bagi semua tindakan yang dilakukannya. (Gara-gara penjelasan buku ini saya jadi penasaran dengan Why We Fight. Film itu kini masuk dalam daftar film buruan saya untuk ditonton dalam waktu dekat!). Kemudian kita akan dibuat melek dengan rentetan propaganda lainnya yang disisipkan AmeriKKKa dalam beberapa film lainnya.

Buku ini kemudian mengalir menuju pembahasan tentang Perang Global Melawan Terorisme (Global War On Terrorism) melalui pisau analisis discourse yang cukup detail. Mulai pembahasan tentang kejanggalan-kejanggalan dalam National Strategy for Combating Terrorism dan National Strategy for Homeland Security yang diterbitkan AmeriKKKa pasca 11/9, sampai pembahasan beberapa upaya lain yang dipaksakan kepada seluruh dunia. Tidak terkecuali tentang dampak ‘kebijakan-kebijakan’ yang tidak bijak tersebut terhadap negara-negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Jelas saya tidak mampu menjelaskan seluruh isinya didalam review ini. Yang pasti, jika anda sangat tertarik untuk mengetahui apakah yang sedang terjadi didunia saat ini, siapa mengontrol siapa, dan seberapa besar kekuatan, strategi dan pengaruh kontrol itu terhadap dunia, khususnya umat Islam, maka buku ini untuk anda! So, jangan sampai tidak ada buku ini dalam rak buku koleksimu! Terlebih para peminat studi Hubungan Internasional!*[]

Oleh: Aik

One comment

  1. amerikkkampret

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*