Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Membunuh Rokok

Membunuh Rokok

KONTERKULTUR—Saat perjalanan pulang dari kampus menuju rumah, hati miris ketika melihat anak SMP dengan nikmatnya menikmati rokok, terlihat dari cara menyedot rokok hingga menghembuskan asap rokok yang begitu lihai.Sang anak yang masih belum dewasa itu menikmati benda 9 centimeter itu sambil bercanda gurau dengan teman seumurannya, kemudian lama-kelamaan muncul-lah pemandangan yang “tidak kalah hebat” disalah satu sudut SMA Kompleks di Surabaya, yaitu segerombolan anak SMA yang sedang rokok’an berjamaah, alias nongkrong rame-rame sambil menikmati rokok. Mungkin ini sudah bukan pemandangan baru, karena yang seperti ini sudah banyak terjadi di area sekitar sekolahan lainnya.

Di zaman sekarang, merokok sudah seperti jadi gaya hidup tersendiri bahkan menjadi semacam kebutuhan pokok. Efek kandungan racun yang terdapat dalam rokok benar-benar membuat penikmatnya kecanduan dan butuh perjuangan jika ingin meninggalkannya. Penikmat rokok juga berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Mereka-mereka itu bukanlah para perokok yang mudah takut dengan gertakan peringatan “rokok membunuhmu” yang tercantum di kemasan dan iklan-iklan rokok. Mungkin sama sekali “nggak ngefek” buat mereka.

Padahal, jelas sekali bahwa kalau dilihat dari segi kesehatan, rokok memiliki kandungan yang sangat berbahaya. Apalagi kalau dikonsumsi terus-menerus.

Sempat saya cari-cari di internet mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan. Mungkin ini bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang masih peduli dengan kesehatan tubuhnya.

Tar: pada rokok tertimbun sebagai kotoran pekat yang menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pemafasan, menyebabkan penyakit bronchitis kronis dan emphysema, dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru-paru penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok (peroko pasif). Racun kimia dalam tar itu juga meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. Adanya zat tajam semacam itu di kandung kemih dikenal sebagai penyebab bagi timbulnya kanker kandung kemih.

Nikotin: adalah suatu zat mencandu yang mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung dan menambah resiko penyakit jantung.

Karbon monoksida: meresap dalam aliran darah dari rokok tembakau, mengurangi kemampuan sel-sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah. Selain itu, karbon monoksida memudahkan penumpukan za-zat penyumbat pembuluh nadi menyebabkan serangan
jantung yang fatal.

***

Kalaupun zat-zat berbahaya diatas belum juga menggerakkan hati untuk berhenti, mungkin kita perlu bahas dalam hitung-hitungan matematis kerugian perokok dalam aspek ekonomi. Coba kita hitung bersama.Harga sebungkus rokok merek terkenal dengan berlogo A berwarna merah adalah sebesar Rp 14.000,- Jika satu hari satu pack rokok maka sebulan uang yang dikeluarkan untuk membeli racun adalah sebesar Rp. 420.000,- (hasil dari perkalian Rp.14.000,- x 30 hari). Bagaimana jika setahun? Rp. 5.040.000,-/tahun! Tanpa disadari perokok, mengeluarkan uang untuk membeli racun mematikan itu dianggap kecil dan ringan. Di level itu, berarti rokok sudah dianggap sebagai kebutuhan hidup yang sudah menempel di otak para penikmat rokok, sehingga berapapun biaya yang harus mereka keluarkan akan tetap mereka keluarkan.

Coba kalau nominal uang yang dikeluarkan untuk membeli racun rokok itu dipakai untuk hal-hal yang lebih positif? Apalagi untuk hal-hal yang hukumnya wajib? Haiii.. smokerrs, jika berani mengeluarkan uang untuk membeli racun, apakah kalian mau mengelurakan uang dengan nominal yang sama dalam hitungan per bulan untuk membantu sesama dengan berinfak atau bersedekah? Jutaan saudara-saudara sesama muslim di Palestina, Rohingya, Suriah, dan Iraq sedang dalam kondisi tertekan dan sangat kekurangan. Kenapa tidak pernah berpikir lebih cerdas untuk mengalokasikan uang itu untuk mereka?

Agama yang saya yakini, Islam, mengajarkan agar kita tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri. Jika dilihat dari segi kesehatan rokok jelas sangat tidak baik untuk kesehatan, demikian pula jika dilihat dari sudut ekonomi. Entah sudah berapa juta lagi yang akan anda keluarkan untuk membeli benda merugikan itu.

Jika semua alasan ini belum cukup untuk membuat kalian berhenti merokok, kemudian berkata dengan dalil yang sok peduli petani tembakau, “Jika rokok nggak laku atau pabriknya ditutup, trus bagaimana dengan nasib petani tembakau dan pegawai pabriknya?”

Saya cukup menjawabnya dengan pertanyaan balik, “Bagaimana bisa kalian peduli dengan petani tembakau dan buruh pabrik sedangkan disisi lain kalian tidak peduli dengan jutaan kematian bayi prematur, kematian karena kanker, penyakit jantung, dan paru-paru didunia ini yang jumlah kerugiannya jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan para petani dan buruh itu?”

Dalih tentang nasib buruh dan petani tembakau itu sudah basi dan tidak relevan lagi.

Bagi saya hanya ada satu kalimat: Bunuh rokok, atau rokok yang membunuhmu!

That’s all!*[]

Oleh: Rizal

One comment

  1. panjenengan sedoyo

    JANGAN MEROKOK!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.