Home / Artikel / Kamu Harus Tahu! / Mengapa Ada Musisi yang Suka Menghancurkan Alat Musik Saat Manggung? Inilah Alasannya!

Mengapa Ada Musisi yang Suka Menghancurkan Alat Musik Saat Manggung? Inilah Alasannya!

KONTERKULTUR–Meski terkesan janggal, merusak berbagai properti musik saat berada diatas panggung bukan tak jarang dilakukan oleh berbagai personil band papan atas. Sebut saja KISS, Nirvana, The Clash, The Who sampai gitaris sekelas Jim Hendrix pun pernah melakukannya. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Berbagai macam komentar yang dilontarkan oleh para fans maupun pengamat musik dari portal berita quora.com ini mungkin bisa kita jadikan referensi.

Alasan pertama yang sepertinya logis adalah para personil band ini memang ingin membuat foto-foto keren dari aksi penghancuran alat musik mereka. Misalnya saja aksi penghancuran gitar oleh Pete Townshend (personil The Who) pada pertengahan tahun 1960an, menjadikannya masuk list berita majalah Rollingstone dengan judul “50 momen yang Mengubah Rock&Roll”.

Aksi perusakan properti manggung tersebut juga sering diartikan sebagai ekspresi para musisi untuk bermain diluar aturan. Mereka mencoba membuat semacam kehebohan dan menunjukkan totalitas mereka diatas panggung. Sikap ekspresif pada perasaan mereka saat bermusik yang juga tak jauh beda dari ekspresi seseorang yang sakit jiwa.

Salah satu pemerhati musik, Disa Johnson mengatakan bahwa tindakan destruktif diatas panggung tersebut bisa jadi merupakan pelampiasan dari para musisi yang menganggap bahwa kemampuan mereka bermusik yang pada kenyataannya telah banyak disalahgunakan secara komersial oleh industri musik. Para musisi ini menghancurkan properti mereka di atas panggung sebagai pernyataan artistik dari rasa sakit hati pada kehidupan mereka di industri musik. Alasan lain yang mungkin terjadi adalah beberapa personil band tersebut merupakan penganut anti kemapanan, paham ekstrem yang banyak diikuti oleh para personil band punk.

Perlu diketahui, harga alat musik yang para personil band hancurkan ini tentu saja tak main-main. Misalnya saja gitar milik Charles Mingus yang harganya mencapai 25 juta rupiah. Belum lagi untuk band papan atas seperti NIRVANA yang tercatat pernah berkali-kali melakukan aksi penghancuran gitar oleh para personil mereka, Kurt Cobain dan Dave Grohl. Bisa membayangkan harganya kan?*[KK]

Rep: Abu

Red: Hanny

2 comments

  1. Daripada alat musiknya dihancurkan, mending diberikan kepada fansnya saja langsung. Percuma dihancurkan ujungnya beli lagi. Kita juga udah tahu kalau genre mereka keras-keras, tapi gak pakai penghancuran alat musik juga sudah cukup dan nggak neko-neko walau demi Totalitas.

    • Terserah mereka mau hancurin alat atau engga. Yg jelas itu semua tak mengurangi penghargaan para fans nya terhadap karya-karya mereka. Tindakan destruktif itu sebenarnya simbol bahwa mereka memperlakukan musik itu sebagai media yg cukup memadai untuk mengekspresikan emosi mereka thd segala bentuk kemapanan dalam industri musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.