Home / Artikel / Kamu Harus Tahu! / Mengenal Moshing: Definisi, Sejarah dan Kritik Terhadapnya (Part.1)

Mengenal Moshing: Definisi, Sejarah dan Kritik Terhadapnya (Part.1)

KONTERKULTUR—Moshing, atau yang sering juga disebut slamdancing, adalah sebuah gaya menari dimana pelakunya saling mendorong atau menabrak satu sama lain.Hal ini biasanya berhubungan dengan genre musik yang agresif, kasar atau cadas, seperti punk dan beberapa cabang musik metal.Hal ini terutama dilakukan saat konser, meskipun dapat juga dilakukan pada rekaman saja.

Circle pit, gerakan berputar-putar ditengah kerumunan penonton. (sumber: http://ametalstateofmind.com/)

Circle pit, gerakan berputar-putar ditengah kerumunan penonton. (sumber: http://ametalstateofmind.com/)

Banyak variasi dari gerakan moshing, dan itu dapat dilakukan sendirian maupun berkelompok. Moshing biasanya dilakukan dengan membentuk di sebuah lubang ditengah kerumunan penonton (oleh karenanya kadang-kadang disebut juga ‘mosh pit’) dan dimaksudkan suasana bisa lebih bersemangat dan seluruh tubuh bisa terlibat.

Variasi dalam mosh tradisional termasuk gerakan ‘pogo’, ‘circle pit’ (berputar-putar membentuk lingkaran ditengah kerumunan penonton) dan yang lebih ekstrim adalah ‘wall of death’ (alias dinding kematian, yang dilakukan dengan cara menabrakkan badan antar penonton yang satu dengan lainnya).

wall of death, menabrakkan tubuh ke penonton lain.

wall of death, menabrakkan tubuh ke penonton lain.

Biasanya moshpit dilakukan di daerah di pusat dari kerumunan, umumnya lebih dekat dengan panggung. Banyak orang mengaku melakukan gerakan-gerakan ini sebagai bentuk ekspresi terhadap musik yang sedang dimainkan.

 

Cikal Bakal Moshing

Istilah “Mosh” berasal dari scene hardcore pada era awal 1980-an di Washington DC. Pada saat itu, gaya menari sering kali disebutkan pada fanzine-fanzine dengan sebutan “mash”, tapi pengucapannya lebih terdengar seperti mengucapkan “mosh”. Ditambah lagi band hardcore kulit hitam, Bad Brains, pada tahun 1982 merilis lagu berjudul “Total Mash” yang didalamnya terdapat kalimat “put moshing on the map”. Sejak itu moshing menjadi populer dikenal oleh kalangan scene hardcore dan punk.

Di pertengahan tahun 80-an, band thrash metal Anthrax juga menggunakan istilah ini untuk lagunya yang berjudul “Caught in a Mosh” disaat istilah itu sudah mulai dikenal di kalangan scene hardcore dan thrash.

gerakan pogo, seperti gestur berlari

gerakan pogo, seperti gestur berlari

 

Kritik terhadap moshing

Meskipun moshing sudah menjadi ‘tradisi’ di konser-konser musik cadas, namun tidak lepas dari kritik. Banyak juga hal-hal negatif yang bisa terjadi secara fatal jika tradisi moshing ini dilakukan. Diantaranya adalah:

Pertama, Moshing menyebabkan diri sendiri dan penonton lain terluka. Sudah tak terhitung jumlahnya, hampir setiap ada konser musik cadas selalu ada yang terluka gara-gara moshing. Tentu ini merugikan diri sendiri dan penonton lainnya yang tidak ingin terlibat dalam gerakan itu.

Terluka karena moshing. (sumber: http://www.debate.org/)

Terluka karena moshing. (sumber: http://www.debate.org/)

Kedua, moshing juga bisa menyebabkan kematian. Tidak sedikit pecinta musik punk, hardcore, atau metal yang mengalami luka berat dan berakhir pada kematian gara-gara moshpit. Jika yang terluka adalah bagian kepala, dan mengalami benturan yang keras, bisa menyebabakan gegar otak dan pada stadium tertentu akan menyebabkan kematian.

Tentu kedua akibat diatas tidak cukup untuk menggambarkan betapa moshing adalah hal yang lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Masih banyak hal-hal lain yang merugikan yang belum dibahas dalam tulisan singkat ini. Termasuk kerugian kita untuk menghamburkan uang membeli tiket mahal untuk menonton konser tertentu, kemudian kita malah sibuk sendiri dengan slamdancing/moshing tanpa memperhatikan bagaimana permainan band yang kita tonton. Kan lucu kalau band yang seharusnya kita tonton malah kita cuekin? Hehe*[]

Oleh: Aik

2 comments

  1. mencret gagal pogo

    nice posting vro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.