Home / News / Sound News / Nonton Konser Underground, Nggak Harus Bolong Shalat

Nonton Konser Underground, Nggak Harus Bolong Shalat

KONTERKULTUR–Mengadakan gig underground sering menjadi tidak bersahabat dengan waktu-waktu shalat ketika jadwal acara menerobos dua sampai tiga waktu shalat sekaligus tanpa break. Kebiasaan semacam ini jika dibiarkan akan menyulitkan para peserta gig alias band, maupun para penonton yang beragama muslim untuk menunaikan kewajiban shalat.

Menurut Aditya Abd., seorang agen Konter Kultur (KK) yang juga scenester punk asal Surabaya mengatakan bahwa kalau konser-konser itu diadakan di Indonesia yang penduduknya 80% beragama Islam maka sudah seharusnya memperhatikan waktu shalat.

“Kita hidup di negeri yang lebih dari 80 persen penduduknya beragama Islam. Maka sudah seharusnya event-event remaja yang berdurasi panjang, seperti gig musik misalnya, harus menghormati yang muslim dan memberikan jeda waktu untuk siapa saja yang ingin shalat,” jelasnya.

Adapun menurut Barox, gitaris utama HATE OF PAIN yang dua minggu kedepan (7/12/2014) akan mengadakan konser launching album perdananya mengatakan bahwa salah satu cara agar suatu gig tidak sampai melalaikan para peserta terhadap waktu shalat adalah dengan mengumumkan adanya break shalat ditiap-tiap saatnya.

“Dalam setiap penataan rundown acara, sudah sering saya baca ada tulisan “BREAK DUHUR/ASHAR/MAGHRIB/AISYA” hal ini sudah bagus, sebagai bentuk ikhtiar,” jelasnya.

“Kami dalam memberi uswah adalah memberikan contoh langsung, seperti halnya jika waktu Ashar datang, kami mengajak beberapa personil kami untuk shalat,” tambahnya. *[KK]

Rep: Aik

Red: Abu Hafizh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.