Home / News / Sound News / Paul McCartney: “Hidupku selalu dipenuhi ketakutan pasca terbunuhnya John Lennon”.
Paul McCartney takut kalau nasibnya sama dengan John Lennon yaitu mati dibunuh fans sendiri (foto: Getty Image/NME)

Paul McCartney: “Hidupku selalu dipenuhi ketakutan pasca terbunuhnya John Lennon”.

MEMANG susah jadi orang terkenal. Sudah 35 tahun telah berlalu pasca peristiwa penembakan vokalis The Beatles John Lennon oleh seorang bernama Mark Chapman di New York, namun hal tersebut ternyata masih menyisakan trauma pada personil The Beatle lainnya yakni Paul McCartney.

Dikutip dari www.nme.com (24/08/2015), McCartney mengaku masih merasa ketakutan dan terancam pasca penembakan rekannya tersebut. Di hari penembakan Lennon pada tahun 1980 silam, Paul McCartney diketahui sedang berada di kediamannya yang berada di wilayah pedesaan di selatan Inggris.

Kediaman McCartney yang terpencil dan tanpa pengamanan saat itu membuat ia sangat ketakutan. Terlebih pada saat hari penembakan Lennon, sekelompok tentara berpakaian lengkap tiba-tiba berkeliling dan menjaga sekitar rumahnya yang berpagar.

“Aku sampai tidak tahu apa yang harus dilakukan saat itu. Kupikir aku hanya menghubungi polisi namun yang ada saat itu adalah sekompi tentara yang mungkin bisa membuatmu pingsan karena hidup dengan penjagaan seperti itu”, ungkap Paul McCartney.

McCartney juga sempat merasa frustasi dengan anggapan publik pasca kematian Lennon. Terlebih pada obrolan masyarakat bahwa angggota The Beatles yang lain, George, Ringo dan Paul McCartney yang juga dikhawatirkan akan terbunuh seperti rekan mereka, John Lennon.*[KK]

Red: Marko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*