Home / News / Sound News / Pejuang Lingkungan Gugur Dibantai, Ucok ‘Ex-Homicide’ : Biadab!
Ucok (foto: Frans A. Prasetyo)

Pejuang Lingkungan Gugur Dibantai, Ucok ‘Ex-Homicide’ : Biadab!

KONTERKULTUR–Kabar duka datang dari Lumajang. Salim Kancil, seorang pejuang lingkungan hidup yang menolak eskploitasi pertambangan di kawasan pariwisata Pantai Watu Pecak, dikeroyok dan dibantai massa pro tambang di hadapan umum tanpa malu-malu. Padahal, Salim telah melapor ke polisi bahwa dirinya diancam dibunuh. Namun laporan itu tidak digubris sama sekali.

Ternyata ancaman itu bukan isapan jempol belaka. Akhir pekan lalu, sekitar 30 orang mendatangi Salim dan membantainya tanpa ampun. Salim pun roboh bersimbah darah. Sebenarnya banyak saksi mata saat pengeroyokan tersebut berlangsung, namun mereka hanya diam karena pengeroyok jauh lebih banyak jumlahnya.

Korban lainnya bernama Pak Tosan, juga seorang partisipan aksi penolakan tambang. Meskipun luka di sekujur tubuh, Pak Tosan berhasil diselamatkan warga dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Semua kejadian ini terjadi saat warga sedang mengorganisir demo lanjutan untuk menghentikan puluhan truk-truk pasir yang mondar-mandir setiap harinya untuk mengeruk pasir pantai.

Mendapat kabar tentang pembantaian tersebut, Ucok, bekas frontman grup hip-hop legendaris Homicide, yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, meneriaki para pembantai: Biadab! melalui akun twitternya, @lord_kobra. Ucok juga berkomentar “Diikat dipukuli, bacok, seret, diarak, dihujam dgn batu. Analogi terbaik dari ‘Bikin gaduh, dilibas spt di Papua’. Komentarnya mengacu pada penindasan terhadap rakyat Papua yang memperjuangkan tanah airnya dari tangan para maling tambang.

Menyikapi pembantaian yang dilakukan di siang bolong, bahkan di tempat ramai itu, juga memancing komentar Ucok lainnya. “Tokoh penolak tambang dibunuh di depan umum. Karena memang hari ini melawan tukang gaduh tak perlu sembunyi-sembunyi”. Ucok pun me-retweet sebuah poster bernada menyindir. “Di tanah kami, nyawa tak semahal tambang”.*[KK]

penambang

Rep: Markonah

Red: Jamilah

2 comments

  1. LELAH UNTUK MENAHAN, LAWAN!

  2. Mereka meminum darah para proletar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.