Home / Bedah Karya / Bedah Lirik / Pelajaran Dari Lagu Rosemary “Lihat Kau Lihat Mereka”

Pelajaran Dari Lagu Rosemary “Lihat Kau Lihat Mereka”

“Jangan mencari teman,

Didalam neraka

Jangan menjadi rekan,

Didalam sebuah kejahatan

Jangan berkata-kata,

Jika kan menyakitkan

Jangan kau lempar batu,

Jika kau sembunyi kan tanganmu

Jangan menjadi kawan,

Jika kan menyesat kan”—Lirik lagu “Lihat Kau Lihat Mereka”

KONTERKULTUR—Saya bukan orang yang termasuk menggemari musik dari band skate punk asal Bandung ini. Tapi dari lagu “Lihat Kau Lihat Mereka” ini saya melihat ada pesan-pesan positif yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita, khususnya dalam pergaulan di komunitas underground.

“Jangan mencari teman di dalam neraka, jangan menjadi rekan di dalam sebuah kejahatan,” berarti haram hukumnya mencari teman dalam melakukan perbuatan buruk, kejahatan dan dosa. Jika di lingkungan tertentu orang-orangnya bisa mempengaruhi kita melakukan keburukan maka sudah seharusnya kita tinggalkan. Jika ada seorang teman yang selalu mendorong kita melakukan kemaksiatan, maka wajib bagi kita untuk meninggalkannya.

“Jangan bekata-kata, jika kan menyakitkan,” berarti bahwa kita wajib berakhlak yang baik dalam berkata-kata. Meskipun yang kita katakan itu benar, namun dengan cara yang menyakitkan hati, maka pasti akan berdampak pada tertolaknya kebenaran itu.

“Jangan kau lempar batu, jika kau sembunyikan tanganmu,” ini berarti bahwa kita sebagai manusia harus gentle dan bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan. Jika kita pernah memicu permasalahan karena kesalahan diri kita sendiri, maka kita harus berani pula menyelesaikannya. Bukan malah lari dari masalah tersebut. Karena lari dari masalah justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

“Jangan kau menjadi kawan, jika kan menyesatkan,” ini berarti bahwa kita dilarang mengajak orang lain untuk melakukan keburukan dan dosa. Karena dampaknya justru akan membuat orang lain yang lebih banyak lagi untuk menjadi buruk dan dosa seperti anda. Dosa pun bisa menjadi berlipat ganda jika semakin banyak orang berbuat dosa gara-gara kita yang mengajarkannya. Dampaknya, seluruh dosa mereka yang berbuat tadi juga akan ditanggung oleh orang yang mengajarkannya. Jika anda yang mengajarkan dosa pada seratus orang, maka dosa seratus orang itu akan anda tanggung juga karena andalah yang mengajarinya, disamping mereka juga akan menanggung dosa mereka sendiri. Wallahu a’lam*[]

Oleh : Abu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.