Home / Artikel / Kenal Tokoh / Perintis Musik Ska, Prince Buster Meninggal Dunia
Prince Buster (sumber: www.mp3poisk.me)

Perintis Musik Ska, Prince Buster Meninggal Dunia

KONTERKULTUR–Dedengkot musik ska, Prince Buster, dikabarkan meninggal dunia para usianya yang ke-78.

Beliau adalah salah satu legenda musik Jamaican, yang meninggal dunia pada 8 September 2016 lalu, saat dirawat di sebuah rumah sakit di Florida bagian selatan.

Jamaica Obsever melaporkan, Prince menderita penyakit stroke yang kambuh sampai beberapa kali. Kematiannya dikonfirmasi langsung oleh anaknya, Kareem Ali.

Sebagai seorang musisi, penulis lagu dan produser, Prince dilahirkan dengan nama Cecil Bustamente Campbell. Beliau dikenal sebagai ‘leluhur’ bagi skena musik ska Jamaican dan rocksteady pada tahun 60-an. Saat itu, pada tahun 1964, Prince merilis single berjudul ‘Al Capone’ yang menjadi hit di Inggris tiga tahun setelahnya.

Prince Buster kemudian menjadi influence terbesar di Inggris pada akhir 70-an saat ska mulai booming disana. Band ska MADNESS, bahkan pada tahun 1979 menulis lagu berjudul ‘The Prince’ untuk didedikasikan untuk Prince. Begitu juga THE CAMDEN ditahun yang sama mengkover lagu Prince Buster berjudul ‘One Step Beyond’ yang masih tangga lagu 10 besar di Inggris. Tidak ketinggalan THE SPECIALS juga mengkover beberapa lagu Prince Buster.

Sebelum Prince Buster sakit, beliau pernah diwawancara atas kunjungannya ke Jepang. Dalam wawancara itu dia menceritakan sekilas kehidupan relijiusnya yang berpindah dari agama Kristen ke Islam. Saat itu beliau ditanya oleh situs rock-a-shacka.com, apa yang menginspirasi dirinya saat menulis lagu seperti “Seven Wonders of The World” dan “Prince od Peace” yang sangat terasa pengaruh ke-Timur-annya?

Jawab Prince Buster, “Itu sangat terkait dengan situasi saat itu. Itu terjadi saat saya menjadi seorang pemikir dan meskipun tubuh saya adalah seorang Jamaica namun pikiran saya mengarah ke dunia bagian timur. Saya menulis lagu dari pikiran saya dan saya menyebutnya sebagai “perjalanan mental”. Saya menyebutnya “Satu Langkah Keluar” karena sekali mendapatkan mood terhadap sesuatu maka mengerjakan hal lain menjadi nggak terlalu mood. Jadi, pikiran dan hati saya benar-benar memikirkan apa yang terjadi di Timur. Bisa jadi ini terkait dengan Injil, karena dulu masih penganut Kristen, sebelum kemudian akhirnya saya masuk Islam. Jadi injil mungkin membantu sebagian dalam pembuatan lagu tersebut.*[KK]

Rep: Markonah

Red: Jamilah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.