Home / Artikel / Opini Hatkor! / Perubahan Itu Berawal dari Keberanian untuk Berkata “TIDAK!”

Perubahan Itu Berawal dari Keberanian untuk Berkata “TIDAK!”

“Sori, saya sudah tidak minum alkohol lagi.”

“Maaf, saya sekarang sudah tidak merokok.”

“Tidak, terima kasih, sekarang saya sudah berhenti pakai begituan.”

KONTERKULTUR—Mungkin kalimat-kalimat berbau penolakan semacam ini adalah kalimat yang paling berat diucapkan oleh orang-orang yang masih belum bisa memenangkan pertarungan hatinya melawan egoisme dirinya. Atau yang belum bisa mengalahkan ketakutan, kalau-kalau dirinya ditinggalkan oleh teman-teman nongkrongnya. Atau ketakutan seandainya kalimat seperti itu terucap, bisa membuatnya dicap “sok alim” atau sebutan awalan sok-sok yang lainnya. Niatnya sih berubah lebih baik. Tapi selalu gagal lagi hanya karena sulit mengucap satu kata sederhana ini: TIDAK!

Padahal tidak terlalu rumit untuk merebut kembali kontrol diri kita dari godaan teman-teman sepenongkrongan. Pertama, kita cukup melatih diri untuk berani mengatakan tidak. Sampaikan penolakan itu untuk beberapa kali tawaran mereka mengajak melakukan hal-hal negatif seperti mabuk, nge-drugs, atau sekedar merokok. Bisa dipastikan mereka, teman-teman kita yang dahulu suka mengajak-ajak kita ke aktivitas negatif akan bosan.

Kedua, biasakan kebal dengan ejekan-ejekan sesaat yang dilontarkan teman-teman sepenongkrongan saat kita menolak ajakannya. Yang harus kita pahami adalah, ejekan-ejekan spontan yang mereka lontarkan itu sifatnya hanya sementara saja. Apa yang mereka ucapkan itu biasanya keluar begitu saja dari otaknya. Maka dari itu kenapa kita harus merasa gelisah memikirkan sindiran-sindiran itu? Anggap saja bercanda. Nanti lama kelamaan juga akan capek sendiri. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Jadi biarkan saja, kafilah pasti berlalu.

Ketiga, sibukkan diri dengan aktivitas lain yang lebih produktif. Jangan banyak nganggur dan berdiam diri saja. Isi waktumu dengan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Keempat, terakhir, carilah teman-teman yang lain yang bisa menyemangati kamu dalam melakukan kebaikan, tanpa harus meninggalkan sama sekali teman-temanmu yang lama. Tetaplah menjaga hubungan, lalu pastikan suatu hari nanti kamu akan kembali kepada mereka bukan sebagai teman nongkrong lawas yang ingin balik bergabung, tapi sebagai orang yang mampu mengajak mereka keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang negatif.

Apa yang kita lakukan akan kita pertanggungjawabkan sendiri-sendiri. Jangan biarkan orang lain mengambil alih kontrol hidupmu. Tentukan jalanmu sendiri! Selamat berjuang buat perubahan anda sendiri! Semoga berhasil.*[]

Oleh: Echo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.