Home / News / Sound News / Riset: Penggemar Musik Heavy Metal dan Hardcore Suka Cemas dan Pemarah, Penggemar Emo Suka Depresi

Riset: Penggemar Musik Heavy Metal dan Hardcore Suka Cemas dan Pemarah, Penggemar Emo Suka Depresi

 KONTERKULTUR—Setelah melakukan penelitian pada sampel 551 mahasiswa, studi terakhir (tahun 2013 lalu) yang diterbitkan dalam Jurnal berjudul Psychology of Popular Media Culture, telah menemukan bahwa sebagian besar penggemar musik heavy metal mengalami kecemasan dan depresi pada tingkat yang tertinggi.

Sebagaimana riset yang dilakukan oleh psikolog Gavin Ryan Shafron dari Columbia University dan Mitchell Karno dari University of California, Los Angeles, hasil analisisnya memiliki gol yang menguji kondisi emosional remaja atau orang dewasa pendengar musik heavy metal, yang kemudian dibandingkan dengan yang bukan pendengar heavy metal.

315 orang murid, atau 57 persen dari total populasi menyatakan bahwa dirinya sebagai penggemar metal, alias para metalhead ternyata menduduki posisi mayoritas.

Majalah PS melaporkan bahwa penggemar musik hardcore mendapatkan posisi tertinggi yang suka marah-marah, cemas dan depresi. Sedangkan penggemar musik emo lebih tinggi tingkat depresinya dibandingkan penggemar musik jenis lainnya.

Penelitian ini belum merambah jenis-jenis musik lain seperti musik dugem, dangdut dan keroncong. Jika penelitian ini di Indonesia pasti akan lebih menarik. Siapa tahu ternyata penggemar musik dangdut sama depresif dan emosionalnya dengan penggemar musik metal dan hardcore. Buktinya konser dangdut juga sering diwarnai mabuk-mabukan dan tawuran. “Senggol? Bacok!” Wih ngeri…*[KK]

Rep: Meggi X

Red: Unil

One comment

  1. slamming ultra satanical hyper koplo core :v WKWKWKWKWK WKWKW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*