Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel! (1)
Tentara Nazi berbaris didepan Hitler
Tentara Nazi berbaris didepan Hitler

Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel! (1)

KONTERKULTUR–Nazi, yang selama ini dikenal sebagai partai asal Jerman yang dipimpin diktator bernama Hitler memang terkenal kesadisannya. Meskipun mereka memang nyata-nyata melakukan praktik rasisme terhadap etnis Yahudi dan bersalah atas pembantaian yang telah mereka lakukan, tapi seringkali kaum Yahudi diseluruh dunia yang punya kedekatan dengan media-media massa berskala internasional melakukan pemberitaan yang dilebih-lebihkan.

Dalam tulisan (yang tidak tuntas) ini, saya tidak akan membahas tentang bagaimana konspirasi Yahudi dalam menghegemoni masyarakat dunia untuk simpati kepadanya atas pembantaian oleh Nazi yang mereka namai dengan istilah “holocaust”, namun saya lebih membahas pada kesamaan-kesamaan antara Nazi (jika memang kalian anggap sebagai pembantai massal yang kejam) dengan zionis Israel yang saat ini sedang menduduki tanah jajahan milik Palestina.

Sub-kultur punk, pada awal kemunculannya di tahun 70-80an, sebagian ada yang masih terkontaminasi dengan ideologi rasis ala Nazi yang sering mereka sebut dengan istilah Neo-Nazi. Bahkan Sid Vicious, salah satu personel band punk legendaris di Inggris, Sex Pistols, pun suka sekali menggunakan atribut dengan simbol swastika ala Nazi ditubuhnya.

Sid Vicious, Sex Pistols menggunakan lambang Nazi (filmdrunxx.approx.com)

Sid Vicious, Sex Pistols menggunakan lambang Nazi (filmdrunxx.approx.com)

Di awal-awal kemunculan sub-kultur skinhead pun demikian, banyak yang melakukan rasisme sebagaimana yang dilakukan Nazi. Mereka bergerombol layaknya gank, dan memukuli siapapun yang tidak mereka sukai. Ideologi rasis yang mereka usung itu dianggap suatu kejahiliyahan bagi para skinhead (non-rasis), yang kemudian muncul-lah istilah bonehead yang dilekatkan kepada kaum yang mengaku skinhead namun mengusung ideologi neo Nazi tersebut.

Saat ini, dimanapun berada, jika ada scene punk/hardcore yang hidup subur disana, pasti mayoritas adalah penentang keras ideologi rasisme yang diusung Nazi maupun Neo-Nazi. Kebencian punk terhadap Nazi seperti sudah menjadi kewajiban mutlak bagi siapapun yang mengaku dirinya punk. Ini karena dasar-dasar pemikiran anarkisme yang melekat pada punk mengharuskan mereka membenci keras setiap praktik rasisme dimuka bumi. Menurut mereka, tidak ada satupun manusia dimuka bumi ini yang bisa memilih untuk dilahirkan menjadi ras tertentu. (Di poin ini saya merasa lucu, karena pernyataan itu terdengar sangat religius sekali. Seolah punk begitu mengimani adanya takdir dari Allah Swt-pen).

Namun landasan kebencian punk kepada ideologi Nazi tidak hanya didasari dari prinsip-prinsip itu saja. Mereka juga terdorong berpikir demikian karena hampir seluruh punk meyakini bahwa selama ini Nazi memang melakukan pembantaian sekitar 5,6 sampai 5,9 juta orang Yahudi sebagaimana yang diceritakan dalam sejarah yang disebut tragedi “Holocaust” itu.

Padahal benarkah yang terjadi demikian? Benarkah sedahsyat itu pembantaian yang dilakukan Nazi kepada orang Yahudi di Uni Soviet ketika itu? Coba kita sedikit bicara tentang sejarah.

Pada musim semi di tahun 1941, Nazi memulai aksinya membantai kaum Yahudi di Uni Soviet yang dianggap sebagai sumber hidup Bolshevisme. Saat itu orang-orang Yahudi diperintahkan untuk menggali liang kuburnya sendiri lalu seketika ditembak mati ditempat. Aksi sadis itu meluas sampai ke Polandia dan Serbia, masih ditahun yang sama.

Menurut pemberitaan-pemberitaan yang mainstream, kamp-kamp pembantaian untuk kaum Yahudi saat itu dibangun di daerah Auschwitz, Dachau, dan Bergen-Belsen. Konon, kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku yang besar, yang digunakan untuk membunuh orang-orang Yahudi. Menurut cerita yang beredar, beberapa orang Yahudi yang dimasukkan ke dalam kamar gas itu akan dialiri gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, kemudian mereka mati keracunan.

Tapi apakah cerita-cerita tentang pembantaian itu benar-benar terjadi?–bersambung

Oleh: Aik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.