Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel! (2)
Tentara Nazi berbaris didepan Hitler
Tentara Nazi berbaris didepan Hitler

Saya Benci Nazi, Tapi Saya Jauh Lebih Benci Zionis Israel! (2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya..

KONTERKULTUR–Apakah cerita-cerita tentang pembantaian Nazi kepada Yahudi itu benar-benar terjadi sedahsyat itu?

Ternyata, pada 1964, salah seorang korban holocaust yang selamat bernama Paul Rassinier menerbitkan buku berjudul “The Drama of European Jews” yang isinya justru mempertanyakan apa yang diyakini masyarakat dunia tentang Holocaust selama ini. Dalam bukunya itu, dirinya mengaku bahwa faktanya tidak ada kebijakan pemusnahan massal oleh Nazi terhadap Yahudi. Dirinya juga mengatakan bahwa isu tentang kamar gas itu tidak ada, dan jumlah korban yang jatuh pun tidak sebesar jumlah yang selama ini diyakini masyarakat dunia.

Bukan hanya Paul Rassinier yang menyangkal, Arthur Butz pun demikian. Dirinya menulis buku berjudul “The Hoax of the 20th Century: The case against the presumed extermination of European Jewry” pada tahun 1976 dan mengklaim bahwa gas Zyklon-B tidak digunakan Nazi untuk membunuh manusia (yahudi) melainkan untuk proses penghilangan bakteri pada pakaian.

Winston Churchill juga menuliskan 6 jilid karya monumentalnya yang berjudul “The Second World War” tanpa menyebut tentang program Nazi untuk membantai orang Yahudi. Begitu pula dengan Eisenhower menuliskan memoarnya berjudul “Crusade in Europe”, juga tidak menyebut sama sekali tentang tragedi kamar gas yang populer itu.

Buku-buku yang mengungkap kebohongan Yahudi tentang Holocaust

Buku-buku yang mengungkap kebohongan Yahudi tentang Holocaust

Lalu mengapa punk begitu membesar-besarkan kekejaman Nazi? Mengapa punk begitu phobia dengan kehadiran segelintir gank-gank konyol yang mengaku penganut Neo-Nazi?

Berapa banyak band-band punk didunia ini yang menggembor-gemborkan kebencian terhadap Nazi lewat lagu-lagunya. Sampai band sekelas Dead Kennedys pun bisa naik daun karena lagu “Nazi Punk Fuck Off”-nya atau Milisi Kecoa dengan lagu “Swastika Mewakili Dirimu”-nya.

Menurut pengamatan saya, para punk mewarisi kebencian terhadap Nazi adalah karena dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah: Pertama, ada kemungkinan para punks di Barat adalah berdarah Yahudi. Sehingga mereka punya dendam pribadi dengan Nazi. Cobalah cek, garis keturunan para personel band-band punk bule itu, kalian akan menemukan garis keturunan Yahudi pada sebagian dari mereka. Kedua, ada kemungkinan mereka hanyalah korban media massa yang notabene merupakan sarana paling utama yang dimiliki kaum Yahudi untuk menguasai dunia. Di media-media mainstream, penerbit buku-buku sejarah, semuanya dikuasai oleh orang-orang Yahudi untuk kepentingan pencitraan mereka sendiri. Sebagian punks yang gencar meneriakkan anti-Nazi biasanya juga korban hegemoni media yang dilakukan kaum Yahudi.

Jikalau Nazi benar-benar melakukan pembantaian sebagaimana yang diceritakan dalam buku-buku sejarah itu, kemudian seluruh punk berbondong-bondong untuk meneriakkan kebenciannya terhadap parti pimpinan Hitler itu, tetap saja saya pribadi merasakan kejanggalan yang luar biasa besar. Pertanyaan terbesar saya adalah, apakah mereka tidak pernah membuka mata untuk melihat tragedi-tragedi sejarah yang jauh lebih dahsyat dari holocaust yang sedang terjadi hingga saat ini, dan didalangi oleh orang-orang Yahudi zionis di Palestina?! Apakah telinga mereka tidak pernah mendengar bahwa sampai detik ini diseluruh media massa sedang memberitakan kekejaman yang jauh lebih buruk dari holocaust sedang berlangsung di Gaza?! Dan sadarkah mereka bahwa ini semua adalah ulah kaum yang bernama Yahudi!!!

Jika para punk yang membenci Nazi dengan alasan yang obyektif bahwa Nazi adalah pembantai yang tidak berperikemausiaan, maka seharusnya mereka lebih membenci negara yang bernama Israel! Mengapa?? Karena jelas-jelas fakta tentang Holocaust sangat diragukan kebenarannya, sedangkan fakta-fakta tentang pembantaian yang dilakukan Israel kepada muslim di Palestina setiap hari ditayangkan didepan mata!! Yang punya otak pasti bisa menangkap logika sederhana ini!

Iya, saya setuju bahwa ada beberapa bukti yang menunjukkan Nazi telah memperlakukan Yahudi demikian buruk, kejam, dan bengis. Nazi juga pernah memberlakukan pencabutan hak-hak Yahudi, penawanan di ghetto, kerja paksa, penyitaan harta benda dan deportasi dari Jerman. Tapi itu tidak cukup untuk menandingi urgensi kita untuk membenci Zionis Israel yang jauh lebih brutal dan sadis dari Nazi!

Akhir kata, isu tentang kebencian terhadap Nazi ini tentu saja menguntungkan bangsa Yahudi, yang telah jelas-jelas menyusun kebohongan besar untuk mengelabuhi masyarakat dunia untuk simpati kepada mereka dan mengasihani mereka untuk berbuat apa saja di tanah Palestina. Mereka sok merasa menjadi korban kemudian menuntut tanah Palestina, kemudian meminta ganti rugi kepada Jerman, dan meminta dana pembangunan dari negara lain. Seharusnya punk tidak lagi terkecoh dengan tipu daya semacam ini.

Maka sebagai punk, saya meyatakan diri bahwa saya membenci rasisme yang dilakukan Nazi, tapi saya jauh lebih benci kepada zionis Yahudi yang jauh lebih rasis dan jauh lebih sadis daripada Nazi!!*[]

Oleh: Aik

2 comments

  1. Singkatnya, Holocaust adalah kisah dusta besar yang diciptakan oleh orang-orang Zionis. Segencar apa pun kaum Zionis mempropagandakan kisah ini untuk menunjukkan ketertindasannya di dunia, suatu hari kebohongan ini akan terungkap. Masyarakat dunia saat ini mulai sadar bahwa Holocaust yang sebenarnya bukan terjadi di Eropa pada masa perang dunia kedua dengan korbannya warga Yahudi, tetapi Holocaust sedang terjadi saat ini. Tempatnya adalah Palestina dan korbannya adalah bangsa Palestina. Pelakunya bukan Hitler, tetapi kaum Zionis.

  2. Abumirzafadllulloh

    Saya pernah baca di internet sebelum perang kedua warga negara jerman sebanyak sekitar 6 juta meninggal. Ada yang punya informasi tentang itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*