Home / Artikel / Kamu Harus Tahu! / Sesangar Apapun Gaya Anak Muda, Ternyata Masih Cinta Orang Tua
(ilustrasi : banksy)

Sesangar Apapun Gaya Anak Muda, Ternyata Masih Cinta Orang Tua

KONTERKULTUR—Sebrutal-brutalnya anak-anak muda kalau headbanger kalau pas nonton konser metal, atau sesangar-sangarnya mereka pas berdandan ala punk –rambut mohawk atau sebanyak apapun jumlah emblem yang mereka jahit di jaket dan celana– yang namanya anak muda ternyata secara psikologis masih memiliki rasa kecintaan kepada orang tua yang cukup dalam. Mereka masih punya rasa ingin untuk membahagiakan orang tua atau paling tidak dalam hati mereka masih ada keinginan agar orang tua bangga memiliki anak seperti mereka. Meskipun keinginan itu jarang sekali disampaikan secara jujur.

Memang sih, seringnya anak-anak muda justru berperilaku sebaliknya. Mereka malah lebih sering berbuat hal-hal yang tidak membanggakan orang tua atau malah justru bikin orang tua mereka ngelus dada.Tapi itu bukan berarti dalam benak anak-anak muda tidak pernah terpikirkan untuk membahagiakan orang tua.

Beberapa orang teman dan kenalan saya selama ini menjadi bukti yang cukup untuk kesimpulan itu. Ada teman yang puluhan tahun nge-punk, sampai saat ini masih berusaha untuk bisa menghidupi diri sendiri dengan bisnis sablon dan clothing-nya demi meringankan beban ekonomi orang tuanya. Bahkan ada yang masih menyempatkan dirinya untuk beribadah dan menyisipkan doa untuk kedua orang tuanya.

Dalam buku ANXIETIES/DESIRES yang ditulis oleh Tim Markplus bahkan pernah mewawancarai seorang punk yang secara penampilan sangat lusuh, kumuh, bergaya rambut mohawk, dan lengkap dengan asesoris punk yang bergelantungan di bajunya. Saat ditanya tentang cita-citanya, dia mengatakan bahwa dirinya ingin sekali membuka distro secara mandiri. Yang mengejutkan, ketika ditanya apa motivasinya, dia menjawab bahwa itu dilakukan untuk bisa mandiri dan membahagiakan ayahnya yang selama ini membesarkan dia dan kakaknya secara single parent.

Sangat jujur dan mengejutkan. Ini pengakuan yang mengagetkan jika kita mendengarkannya sambil melihat dandanan sangar yang mereka kenakan.

Sayangnya tidak semua anak muda mampu (atau mau) mengungkapkan isi hatinya jika masih ada rasa sayang dan cinta kepada orang tuanya. Mereka sering merasa malu jika sampai itu ketahuan oleh teman-temannya dan dianggap sebagai ‘anak mama’. Padahal apa salahnya menjadi anak mama? Bukankah memang ibu kita yang selama ini mengandung, melahirkan, dan membesarkan kita? So, what are you waiting for?*[]

Oleh: Arian, anak punk rumahan.

One comment

  1. Buset, gitu doank artikelnya ?. Cih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*