Home / News / Sound News / Telkomsel Dukung Reklamasi, SUPERMAN IS DEAD Serukan Boikot
Jerinx SID (foto: herlyr.blogspot.com)

Telkomsel Dukung Reklamasi, SUPERMAN IS DEAD Serukan Boikot

KONTERKULTUR–Salah satu provider seluler terbesar di tanah air, Telkomsel, baru saja membuat marah para aktivis Bali Tolak Reklamasi. Telkomsel disinyalir menyebar SMS bernada dukungan terhadap reklamasi di Bali.

Menyikapi hal ini, Superman Is Dead (SID) yang dikenal nyaring bersuara soal isu ini, langsung menggelar perlawanan balik. Ketiga punggawa SID, skip Jerinx, kompak mematahkan kartu SIM Telkomsel mereka sebagai tanda protes. Kejadian tersebut sebenarnya sempat ramai beberapa hari lalu. Namun, setelah diprotes oleh Jrx SID di akun pribadinya, Telkomsel melalui salah satu direkturnya, akhirnya mengajukan permohonan maaf di media. Sejak itu Jrx pun menerima permohonan maaf tersebut dengan syarat Telkomsel tidak lagi menyebar SMS dukungan terhadap reklamasi kepada para penggunanya. Tapi, ternyata Telkomsel melanggar janji mereka.

Pagi tadi, Telkomsel kembali menyebar SMS iklan dari perusahaan PT Tirta Wahana Bali Internasional, pendukung utama reklamasi. SMS tersebut berbunyi “Mari dukung Bali agar tetap menjadi ikon pariwisata dunia” dan SMS kedua berbunyi “Berbeda itu biasa, tapi bersuara demi kemajuan Bali ini baru luar biasa”.

telkomsel patah

 

Kedua SMS itu diiringi dengan link Youtube yang berisi propaganda tentang reklamasi. Kira-kira pukul 8 pagi ini, SID membuat status perlawanan balik dengan judul “Satu Band, Satu Rumah Ya Satu Suara!”. Mungkin ini untuk menepis anggapan bahwa selama ini hanya JRX yang berani bersuara soal isu tersebut, sementara member SID yang lain cenderung pasif. Tapi lewat akun SID inilah, mereka menunjukkan kekompakan.

Mereka menunjukan foto SIM card Telkomsel yang telah mereka patahkan. “Kami bertiga sudah komitmen akan menjalani perjuangan ini apapun konsekuensinya (ditekan aparat, dijauhi korporat, ditakuti EO, ditinggal fans karbitan, dicibir musisi-musisi berpikiran orba dll)” tulis mereka dalam akun tersebut.

Kata SID, ini adalah bentuk boikot mereka terhadap institusi apapun yang mau menjadi media propaganda para investor yang hendak menghancurkan alam/budaya rumah kami satu-satunya, Bali. Dengan status ini, SID secara tidak langsung menabuh genderang perang terhadap siapapun yang mencoba-coba menghambat gerakan Bali Tolak Reklamasi.*[KK]

Rep: Horas Bah

Red: Bang Bokir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.