Home / Artikel / Celoteh Agen KK / Tips Menambah Friends & Follower Tanpa Facebook & Twitter

Tips Menambah Friends & Follower Tanpa Facebook & Twitter

Oleh: Kamerad Bokirov

JUJUR saja, saya ini orang desa. Jangankan beli komputer atau telepon genggam, buat makan saja pas-pasan. Tapi saya diberi tahu teman saya yang sekolah di kota, katanya, jaman sekarang orang berinteraksi dan menambah teman cukup lewat fesbuk dan tuiter. Tidak perlu ketemuan. Wah!

Saya tidak putus asa. Meskipun ndak mengerti soal fesbuk dan tuiter, tapi saya diberitahu teman saya itu bagaimana cara kerja alat ini. Maka hari berikutnya, saya coba saja fesbuk versi saya sendiri. Hitung-hitung mengasah kreativitas.

Dimulai pagi hari, saya bangun tidur. Dengan cekatan saya bergegas pergi keluar kamar lalu memberi tahu mbok saya yang lagi cuci baju. “Mboke, saya sudah bangun. Whoaam”. Kemudian saya lari ke Pak’e yang sedang memberi makan kambing. “Pak’e, saya sudah bangun lho! Whoaaam. Masih ngantuk sih,”. Tidak lupa saya juga mengabari kambing kesayangan saya,”Whoaaammm…”.

Kemudian saya keluar rumah. Jalan-jalan sambil memberi tahu pada tiap tetangga dan orang lewat.”Saudara-saudari sekalian, Pak RT, Pak RW, Pak Kades dan para sesepuh desa, saya mau kasih tahu kalau saya sudah bangun tidur. Whoooaaamm!”.

Pada waktu sarapan, saya melakukan hal yang sama. Berkeliling sambil memberi tahu kalau saya sudah ma’em. Saya berharap ada yang membalas tanya,”Ma’em apa?”. Sehingga saya bisa menimpali dengan komentar,”Ma’em bubur, enak lho! Yuk sini ikutan!”. Harapannya orang-orang membalas,”Mauuuu donggg…”. Dengan begitu saya dapat teman ngobrol baru.

Akhirnya saya mulai terbiasa mengabarkan kepada setiap penduduk desa dan orang-orang yang numpang lewat di jalan tentang apa yang telah saya makan, bagaimana rasanya, mau ngapain lagi selanjutnya, dan lain-lain.

Tidak lupa juga saya membawa orang-orang terdekat dalam hidup saya untuk saya perkenalkan satu persatu kepada khalayak ramai. Dimulai dari bapak ibu saya, kakak adik saya, istri saya, hingga kambing saya. Mereka semua saya perkenalkan dengan seluruh makhluk yang berseliweran di desa saya.

Harapannya, para penduduk desa tahu bahwa kami adalah keluarga yang bahagia dan penuh suka cita. Karena kebetulan kakak adik saya cantik-cantik, makin seru lah obrolan saya dengan para pengguna jalan. “Wah cantiknya…” komentar mereka. Saya pun sigap menjawab bangga,”Siapa dulu dong saudaranya…”. Bahkan istri saya pun saya pamerkan biar saya dianggap lelaki paling beruntung sedunia. Sungguh, keluarga yang sempurna!

Selain itu, sebagai bentuk solidaritas sosial, saya juga ikut nongkrong bersama mereka. Mendengar diskusi warga desa seluruhnya. Mengatakan ‘suka’ kalau memang suka dengan percakapan tersebut. Dan membagikannya kepada warga desa lainnya, meskipun kabar itu belum tentu benar. Asal kelihatan heboh, pasti saya bagikan.

Syukurlah, dalam jangka sebulan semenjak saya menjalankan rutinitas ini, saya telah mendapatkan lima teman baru: dua polisi, dua suster, dan satu dokter kejiwaan.*[KK]

 

3 comments

  1. persis seperti situs ini ya yang melemparkan artikel artikel yang agak jadi kontroversi biar wow gimana gitu lengkap dengan nama palsu nama fiktif dan lain sebagainya lengkap dengan bumbu kepengecutannya yang berani menyerang dengan nama palsu ya sudah kawan selamat menikmati teh hangat dipagi hari mejelang siang , eh maaf tapi saya puasa lho shaum qodho.

  2. mas gakpenting, lagi mau pamer ya?wkwkwk

  3. Sebenernya dalam artikel ini yang nulis cuma ingin mengabarkan kabar bahagia kalau yang bersangkutan sekarang telah resmi menyandang status sebagai suami…begituuu…selamat ya Kamerad 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.