Home / COUNTER BANDS / Band Lokal / [Wawancara] ALTAR SCREAM: “Pecahnya umat manusia karena tidak patuhnya rakyat kepada pemimpin”

[Wawancara] ALTAR SCREAM: “Pecahnya umat manusia karena tidak patuhnya rakyat kepada pemimpin”

KONTERKULTUR–ALTAR SCREAM adalah band thrash metal asal Jakarta Timur. Mereka terbentuk sejak tahun 1996 dengan nama ALTAR, kemudian berubah menjadi ALTAR SCREAM. Lagu-lagu mereka banyak menceritakan kehidupan, sosial, kekejaman politik, kesadaran manusia, religius dan keadaan negeri ini. Lamanya mereka eksis di scene thrash di tanah air ini menarik untuk dikupas ceritanya. Pengalaman mereka selama puluhan tahun sebagian bisa kita dapatkan dari wawancara Konter Kultur dengan salah satu personelnya berikut ini:

Apakabar ALTAR SCREAM (AS) sekarang? Bisa perkenalkan siapa saja yang mengisi line-up AS saat ini?

AS: Alhamdulillah sehat dan masih fokus promo Album.. Oiya untuk line-up ALTARSCREAM saat ini adalah Nakem (Vocal dan Gitar), Acho (Lead Gitar), Jaya (Bass), Alvay (Drums).

Sejauh mana genre thrash metal mempengaruhi AS? Maksud saya, sejak kapan dan sampai kapan AS akan terus mengusung genre ini?

AS: Yang jelas thrash metal adalah pilihan altar scream sejak berdiri thn 1996 untuk menjadi identitas atas sebuah karya musikalitas kita..namanya sebuah identitas yang harus mengakar selama kami masih bisa berkarya tnpa batas waktu

Mungkinkah di masa mendatang ada rencana untuk merubah atau memodifikasi musik AS agar berbeda dari album-album sebelumnya? Jika iya, sampai seperti kira-kira?

AS: Kita ga mau berandai-andai, kita bikin lagu ngalir aja, nanti jadinya sperti apa baru kita revisi, tapi tetap tidak meninggalkan benang merahnya, yaitu thrash metal, karena bicara karya adalah sebuah imajinasi yang tidak bisa di paksakan.

Siapa saja yang selama ini menjadi influence dari AS? Lalu mengapa?

AS: Sepultura, Metallica, Megadeth, Kreator, Dying fetus, suffocation dan Dream Theater, mereka semua band” berbahaya dan sangat mempengaruhi musikalitas kita, dan ada juga band-band lokalnya tentu dengan mempunyai attitude dan karya yang bagus.

Bisa ceritakan proses penggarapan album terbaru kalian yang berjudul “Merah Putih”?

AS: Untuk proses album ini adalah sebuah perjalanan yang panjang, lelah, letih ya sudah menjadi tak terasa, karena karya-karya yg ada di album merah putih ini proses dari tahun 2003. Waktu itu kita sempat masuk recording.. gagal, lalu tahun 2006 masuk recording lagi, dan gagal lagi, hingga akhirnya kita masuk recording lagi tahun 2013 yang di operatorin sama iram U’Camp dan terealisasi menjadi album dengan tajuk “Merah Putih” di tahun 2015, di bawah label Radeathradith Kingdom, semua itu kita ceritakan di biografi altar scream satu paket dengan album kami.

Judul album kalian itu sangat berbau.. ehm.. nasionalisme. Benarkah kalian semua orang-orang nasionalis?

AS: Judul album kami, kami ambil dari salah satu lagu yang ada di album “Merah Putih”, karena lagu itu untuk mewakili semua lagu yang ada dan saling menyambung..Nasionalis, bukankah setiap warga negara wajib membela tanah airnya..hehe.

Apa pendapat kalian jika ada yang berpendapat bahwa nasionalisme-lah yang selama ini bersalah atas terpisah-pisahnya umat manusia menjadi banyak negara, yang kemudian memicu ketidak-pedulian seseorang terhadap bangsa lain akibat beda teritorial?

AS: Kami rasa salah pendapat seperti itu, berpecahnya umat manusia atau membikin negara lagi karena tidak patuhnya rakyat pada pemimpin, nasionalisme menurut kami membela kedaulatan bangsa dari segala penjajah/penghianat bangsa itu sendiri, intimidasi, diskriminasi atau konflik sosial dan kemanusian dimanapun itu berada (negara lain) tetap kami perduli, tentu perduli melalui segi emosional dalam lirik dan lagu..

Menurut kalian, apa yang paling sulit ketika membuat lagu?

AS: Yang paling sulit ketika kita lagi gak punya imajinasi…..he he he itu paling sulit, sedangkan untuk punya imajinasi harus terpenuhi nutrisi 4 sehat 5 sempurna.

Sejauh pengetahuan kalian, pernahkah ada band-band metal di luar negeri yang mengusung metal yang berbau relijius? Kalau ada, apa pendapat kalian tentang hal itu?

AS: Band metal luar yang relijius, sepengetahuan kami ada beberapa band, tapi realitas kehidupan mereka kita tidak tahu seperti apa, dan kami rasa itu sah-sah saja, walaupun cara pandang orang berbeda-beda.

Kita tahu bahwa masyarakat umum masih menganggap para pecinta musik metal, musisi metal dan sejenisnya adalah orang-orang yang memiliki citra ‘menyeramkan’. Terlihat dari aksi panggung mereka, dandanan mereka dan foto-foto mereka. (hehehe). Bagaimana menurut kalian tentang hal ini? Apakah benar metalhead selalu harus terlihat menyeramkan seperti yang mereka pikirkan?

AS: Dalam hal ini pandangan semua itu sepertinya sudah tidak berlaku lagi di jaman sekarang ini. Tak kenal maka tak sayang heheh.. Kita harus terlihat seram waktu performance atau poto band, ya mungkin itu hanya menunjukan jati diri sebagai metaller/band metal yang keras, cadas, gahar. Tapi sepengetahuan kami, band-band luar atau pun band lokal di bawa panggung tetap unyu-unyu hahaha..

Mungkin gitu dulu obrolannya. Sampe ketemu lain kesempatan…

AS: Thanks atas Interviewnya bro, jangan lupa beli album ALTARSCREAM – Merah Putih.. Dan kunjungi Official fanspage kami di www.facebook.com/altarscream6666 atau reverbnation.com/altarscream. Cheerrsss.!!!*[]

Rep: Marko

Red: Jamil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*