Home / Artikel / Kenal Tokoh / [Wawancara] Dida ‘C.U.T.S’: “It’s ok without drugs”

[Wawancara] Dida ‘C.U.T.S’: “It’s ok without drugs”

NAMA C.U.T.S itu awalnya diambil dari judul album the Knife yaitu “Deep Cuts”, kemudian C.U.T.S dijadikan sebagai akronim dari “Caustics Ultraist Totally Slice” yang artinya adalah sebuah pola visual yang luar biasa yang terjadi akibat peristiwa optic dari perpaduan berbagai macam cahaya. Seperti C.U.T.S itu sendiri, terbentuk dari berbagai macam latar belakang bermusik dan influence masing-masing personilnya.

Tapi ada yang menarik dari band ini selain memang musiknya yang mereka sebut sebagai Electro Punk, yaitu obrolan dengan salah seorang personelnya Dida Kurnia Prawira dengan DRUG FREE YOUTH INDONESIA tentang narkoba. Dida adalah salah satu punggawa dari band jebolan L.A Indie Fest yang juga mahir bermain drum. Seperti apa keseruan bincang-bincang kami dengan Dida yang mengaku tidak tertarik dengan drugs ini? Wawancara ini sebenarnya adalah dokumentasi lama, sekitar tahun 2011, namun masih menarik jika dinikmati sambil bersandar santai dikursi malas…

Halo Dida apa kabar? Sedang sibuk apa sekarang? How’s your band, C.U.T.S?
(Dida):  Kabar sangat baik. Sekarang kebetulan lagi sibuk prepare buat rekaman ama C.U.T.S.

Kabarnya bikin band baru ya?
(Dida): Hahaha.. Iya, coba buat mempelajari satu musik yang baru. Check disini    www.purevolume.com/trades&traffic (saat itu tahun 2011 masih dianggap sebagai band baru-red)
 
Menurut beberapa teman, kamu hobi banget ya (selain skateboard) main Fingerboard? Seperti apa sih permainan itu?
(Dida): Kebetulan saya baru beberapa bulan kebelakang main Fingerboard dan masih dalam tahap belajar sih. Fingerboard menurut saya merupakan suatu visualisasi dari skateboard itu sendiri, hanya saja berukuran kecil dan dimainkan oleh tangan. Dari nama trik, tehnik memainkan sampai bahannya pun hampir nyaris sama dengan skateboard asli.

Apa yang paling kamu suka dari permainan itu?
(Dida): Real touch & real time toy. Mainan yang dimana kita kontak langsung dengan mainan tersebut. Berbeda dengan apabila kita main di game console (Playstation,xbox, wii, dll) yang visualnya mempunyai respon gerakan telat dari real (latency).

By the way, apa yang ada di pikiran kamu ketika mendengar kata Gerakan Anti Narkoba? 
(Dida): Itu adalah movement positif.

Menurut kamu siapa (pihak) yang paling bertanggung jawab untuk menjalankan gerakan itu?
(Dida): Suatu organisasi yang badan hukumnya cukup kuat, dan juga dibantu oleh kita yang mempunyai semangat positif dengan cara kreatif dan sehat.
 
Pernah gak punya pengalaman teman / kerabat dekat pake drugs, dan apa yang kamu lakukan waktu itu?
(Dida): Pernah. Saya coba buat selalu mengingatkanya dan memberi nasihat tanpa ada unsur paksa.
Biasanya, apa yang bakal terjadi kalau kita paksa seseorang buat berhenti pake?

(Dida): Beresiko timbul masalah. Standar lah, (pengguna) bisa marah-marah, merasa risih, menjauhi kita dan juga menyerang balik. Sedangkan diluar mengenai drugs itu kita masih teman / sahabat dengan mereka. Jadi menurut saya yang paling bijak ya dengan cara pendekatan. Pendekatan dalam artian nasehat masuk pelan-pelan ke hatinya lewat obrolan atau bahasa tubuh / sikap.  

Menurut kamu, apakah pemikiran tentang “individu merdeka” / faham kebebasan boleh dijadikan landasan untuk seseorang menggunakan drugs? Dan bisa jadi landasan untuk gak perlu mengingatkan mereka untuk gak pakai drugs?
(Dida): Kebebasan individu diciptakan untuk memudahkan orang-orang untuk melegalkan apa yang peraturan larangkan. Kemerdekaan itu hak semua orang, tapi tetap dalam aturan dasar yang ada. Tetap dalam kawasan wajar yang tidak berdampak merugikan lingkungan dan orang lain. Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, tapi dipahami dan lakukan untuk keseimbangan resiko yang kita dapat. Jadi, menurut saya faham tersebut tidak bisa jadi landasan untuk sesorang menggunakan drugs.

Setiap orang, apapun profesi dan strata sosialnya bisa saja menjadi pengguna, lalu apa yang melandasi kamu tetap “bersih” sampai hari ini?
(Dida): – 1. Pemahaman diri dari apa yg disebut “resiko” , konsekuensi kita melakukan sesuatu pasti  ada resikonya.  2. Masih banyak aktivitas lain yang jauh lebih menyenangkan daripada mengkonsumsi drugs. 3. Tidak tertarik.

Lebih bahaya band kamu atau drugs?
(Dida): Dua duanya bahaya!! Hahaha.. Drugs bisa merusak badan dan jadi ketagihan. Band saya bisa merusak otak dan pikiran yang akibatnya ketagihan untuk didengar.. :p

Please give your shout out dan ajak temen-temen #GoodCleanFun diluar sana untuk tetap sehat tanpa Narkoba.
(Dida): Tanpa Narkoba kalian masih seseorang yang keren kok. “It’s ok without drugs, folks..”*[DFY]

Editor: Markonah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.