Home / Wawancara / [Wawancara] Melawan Asap, Yas ‘ALONE AT LAST’ Ajak Fans ‘Ngebom’ di Media Sosial
Yas STAND AT LAST (foto: djarumcoklat.com)

[Wawancara] Melawan Asap, Yas ‘ALONE AT LAST’ Ajak Fans ‘Ngebom’ di Media Sosial

KONTERKULTUR–Sebagaimana diketahui, persoalan asap belum juga usai, bahkan cenderung memburuk. Beberapa korban meninggal dunia berjatuhan akibat tak kuat lagi menahan pekatnya asap. Persoalan ini menggetarkan hati nurani siapa saja yang menyaksikan, tidak terkecuali seorang musisi asal Bandung, Yas Budaya, yang juga vokalis band Hardcore Punk ternama Alone At Last.

Konterkultur.com sempat mewawancarai Yas via facebook. Meskipun wawancara ini tergolong singkat, tapi Yas menyampaikan sesuatu yang patut dijadikan renungan, bahwa musisi itu bukan sekedar menghasilkan musik bagus semata, tapi juga menjadi agen perubahan terhadap lingkungan sekitarnya.

Yas juga mewanti-wanti para musisi untuk tidak apatis terhadap segala macam isu sosial yang beredar di masyarakat. Hal itu terutama karena para musisi memiliki fans yang bisa diedukasi agar memiliki pemahaman dan kepedulian sosial yang tinggi. Pada gelaran terakhir Alone At Last di ‘Haiday’, acara yang digelar media musik HAI, Yas bahkan tak sungkan meneriakan pesan “Selamatkan Indonesia dari ASAP!” kepada para fansnya. Bagi Yas, itu wujud kepedulian yang paling mungkin dia lakukan, yaitu membangun kesadaran kepada setiap pendengarnya.

Tanpa berlama-lama, langsung saja kita cekibrot ke wawancara singkat dengan Yas Budaya, Frontman Alone At Last.

KK: Pak Haji, aye Bang Bokir, tukang parkir di Konterkultur.com. Boleh interview dikit ga? Soal musibah asap yang sedang terjadi.

Yas: Sikat juragan!

KK: Makasih Pak Haji. Aye punya tiga ratus pertanyaan, tapi tiga dulu ya yang aye tanyain. Pertama, minta komentar lo dong soal bencana asap yang lagi hot di Indonesia ini?

Yas: Sebenernya bukan hot sih. Ini udah jauh-jauh hari ada. Perluasan lahan macam gini sering terjadi. Tapi ini kejadiannya lebih parah. Korbannya makin banyak. Kalau komentar singkat gua sih, “Gua Marah!”

KK: Menurut lo, perlu nggak sih musisi ikut bersuara soal bencana ini?

Yas: Ya, setiap orang punya visi dan misi dalam bermusik dan setiap orang pada dasarnya punya rasa kemanusiaan. Jadi menurut gua, apapun masalah yang ada di muka bumi ini, musisi harus berada di garda terdepan karena mereka juga punya massa (massa yang bisa diarahkan), bahkan massanya bisa jadi lebih besar dari massa (partai) politik.

Bagi gua, musik itu membawa keseimbangan. Dunia ini akan goyah apabila tidak ada perlawanan. Makannya Punk Rock harus selalu hidup dan bertahan di planet yang semakin menipis rasa kemanusiaannya ini.

KK: Kalo Alone At Last disuruh nyumbang lagu sebagai solidaritas buat korban asap, lagu apa yang paling cocok menurut lo?

Yas: Ada di album baru kita. Bentaran lagi keluar, habis gw pulang haji (hehe). Judulnya “Game of Shadow”.

KK: Terakhir nih, apa pesen lo buat para Stand Alone’ers untuk nunjukin solidaritas atas peristiwa ini?

Yas: Lakukan dari hal sekecil apapun. Setiap ada hal yang menurut kalian tidak adil, bahkan di lingkungan kalian sendiri, jangan berhenti untuk posting di media sosial masing-masing. Ya kita akuin kalau sosmed ini cara yang paling ringan tapi menghasilkan pengaruh yang besar untuk membuka kepekaan kita yang kadang naik dan kadang turun.

Demikian para pemirsa, pesan Yas ,terutama untuk para penggemar Alone At Last. Kalian dianjurkan agar terus ‘ngebom’ isu-isu sosial di sekitar anda. Bukan sekedar ingin membuat pemerintah sadar dan segera bertindak, tapi membuat kawan-kawan kalian juga turut berempati terhadap setiap kejadian yang kalian pandang tidak adil bagi yang lain. Sehingga rasa kemanusiaan kita tidak tipis, seperti kata Yas.

Jangan Berhenti Bersuara Yas!*[KK]

Rep: Bokir

Red: Ucok Anak Jalanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*