Home / COUNTER BANDS / Band Lokal / [Wawancara] TRAPPED OUTSIDE, From Tangerang With 80’s Hardcorepunk

[Wawancara] TRAPPED OUTSIDE, From Tangerang With 80’s Hardcorepunk

KONTERKULTUR–TRAPPED OUTSIDE adalah band Hardcore/punk asal Barat Tangerang, terbentuk di penghujung tahun 2015 yang berawal dari Uky dan Haphap yang baru saja membubarkan band mereka sebelumnya SURVIVE AGAINST, dan bertekad untuk membentuk band baru bernafaskan kecepatan, khas band-band 80’s Hardcore , mereka pun melengkapi line up dengan mengajak Betoks (Red Rose) di posisi bass, dan Bayu (Berkarat / Dirty Ass) di posisi Drum, mereka pun memulai latihan, mulai menjejaki panggung – demi panggung di skena hardcore/punk , dan membuat materi – materi dan untuk rilisan perdana mereka yang ditargetkan akan dirilis di bulan April 2016 dalam format kaset. Bagi kalian pecandu 80’s punk such as : Minor Threat, 7 Seconds, Gorilla Biscuits. band ini adalah sebuah rekomendasi.

Tanpa berpanjang lebar, simak obrolan wartawan KK dengan mereka ini:

KK : Apa arti hardcore/punk bagi kalian?

TO : bagi kami hardcore/punk itu lebih dari sekedar musik, tapi lebih kepada cara hidup kita untuk bermain musik. dimana hardcore identik dengan sikap familia, brotherhood & peduli kepada lingkup sekitar & berteman dengan sikap yg baik di komunitas/scene hardcore punk itu sendiri.

KK: Selain kalian bermain di TO, apakah kalian punya band lain yang masih eksis? apa aja dan mainkan musik apa?
TO : oh iya mas, ada. guitaris kita ‘hary’ punya 1 band hardcore newskull bernama finger strong, & drumer kita ‘bayu’ juga drumernya ‘dirty ass’ band punk/rock tangerang yg baru2 ini merilis album pertamanya.

KK : Musik apa yang kalian suka selain musik hardcore/punk? bisa sebutkan apa aja, dan kenapa musik mereka bisa kalian sukai?

TO : sebenernya ga ada musik yg lebih kita sukain sih selain hardcore & punk. kita suka karna selain musiknya enak & ngebawa semangat dari lirik2 band hc/punk juga kita banyak belajar tentang musik hc/punk. & kita pun masih hidup di scene hc/punk tangerang.

KK : Influence TO banyak band 80s hardcore yang nota bene gaya hidup mereka cenderung positif (sebagiannya SXE malah), apakah kalian ada yang straight edge?
TO : ya disini cuma vokalis kita ‘uky’ yg mengklaim dirinya sxe, dan kita-kita yg lain sih sebisa mungkin ngehindarin hal2 yang berbau nikotin, alkohol, dan sex bebas. karna kita semua sadar kalo itu bersifat merugikan buat diri kita sendiri.

KK : Apa yang kalian bicarakan dalam lirik? apakah seperti tipikal band 80s HC yang meneriakkan youth crew atau PMA?

TO : macem-macem sih yang kita sampein di lirik kita, mulai dari lirik yang kritis sama media-media yang berat sebelah. bisa di check di sample e.p kita yang judulnya “retorika” di wordpress kita. Sampai gairah dan semangat yang belom melemah buat tetep berkontribusi buat scene disini. Bisa di check juga di lagu kita yang berjudul “Never change”.

KK : Apa aktivitas kalian dikuar band? Kuliah kah? Kerja kah? Bisa jelasin dimana kalian kuliah/kerja?

TO : kalo gitaris kita, Hary kebetulan baru mau lulus sekolah. Nah kalo Uky, Bayu, dan Toto udah kerja semua mas. kalo Uky jadi karyawan swasta di perusahaan almunium, kalo Bayu kerjanya bikin design di perkantoran di daerah Jakarta, kalo Toto karyawan swasta juga di perusahaan botol di tangerang mas.

KK : Band lokal apa yang menurut kamu punya banyak pengaruh kedalam musik dan lirik TO?

TO : kalau kita sih lebih sering nyimak lirik band2 hc/punk lokal klo buat influence pembuatan materi, seperti Antiseptic, Dead Pits, Straight Answer, Triple – X, dll. karena lebih gampang di cerna juga buat anak-anak seumur kita.

KK : Melihat kesibukan kalian yang sebagian besar bekerja, sebesar apa ekspektasi kalian terhadap band ini? apakah kalian juga berpikir kelak TO akan dibesarkan sebagaimana band-band hardcore yang mainstream?

TO : ya sebenernya kita bikin band ini cuma buat senang2 aja, melepas penat setelah seminggu full beraktivitas. yg penting sh bisa tetep main gigs, ketemu temen2 satu scene & temen2 baru. kalo untuk membesarkan band ya itu bagaimana nanti mungkin, yg penting kita tetep berjalan & bisa tetep berkontribusi buat scene hc/punk disini.

KK : Adakah lagu2 TO yg bicara tentang kritik sosial? Kalau ada, bisa ceritakan dikit?

TO : ada, lagu kita yg berjudul retorika, di dedikasikan tentang kebusukan pemerintah dalam mengendalikan media. seperti bagaimana yg sering kita lihat, media lebih sering menyiarkan berita2 yg bertolak belakang dengan fakta. bahkan sering menyiarkan isu2 pengalihan.

KK : Lalu menurut kalian, bagaimana seharusnya kita menyikapi media massa?

TO : sikapi sewajarnya aja. & lebih cerdas juga memilih media untuk di konsumsi.

Rep: Marcownah

Red: Jemailah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*