Home / Artikel / Kamu Harus Tahu! / Yahudi, Pihak yang Paling Bersalah atas Penyebaran Rokok di Masyarakat

Yahudi, Pihak yang Paling Bersalah atas Penyebaran Rokok di Masyarakat

KONTERKULTUR— Menurut pemerintahan Nazi, orang-orang Yahudi adalah pihak paling bertanggung-jawab atas pengenalan dan penyebaran rokok. Menurut mereka, Yahudi  juga pihak yang paling disalahkan dalam meningkatnya dampak buruk dari rokok di masyarakat. Perkumpulan gereja protestan ternama di Jerman (The Seventh-day Adventist Church) juga pernah menyatakan bahwa merokok adalah gaya hidup tidak sehat yang disebarkan oleh Yahudi.

Senada dengan apa yang dikatakan oleh Johann von Leers, seorang editor dari Nordische Welt (Nordic World), disaat upacara pembukaan dari Wissenchafliches Institut zur Erforschung der Tabakgefahren pada tahun 1941, menyatakan dengan tegas bahwa kapitalisme Yahudi bertanggungjawab atas tersebarnya penggunaan tembakau ke seluruh dataran Eropa.

 

Respon Pemerintah Jerman terhadap penyebaran tembakau oleh kaum Yahudi

Setelah para dokter dari Jerman yang pertama kalinya mengidentifikasi adanya hubungan erat antara kanker paru-paru dengan kebiasaan merokok, pemerintah Jerman mencetuskan Gerakan Anti Rokok yang militan. Gerakan anti merokok tersebut hingga dianggap sebagai gerakan publik yang pertama yang mengkampanyekan bahaya rokok dalam sejarah dunia modern.

Gerakan anti tembakau berkembang di banyak negara diawal abad 20-an, namun mereka hanya menuai kesuksesan yang tidak signifikan. Namun berbeda dengan di Jerman, dimana disana dilakukan kampanye yang didukung oleh pemerintah sejak Nazi berkuasa. Oleh karenanya, Nazi dianggap sebagai pendukung gerakan anti rokok paling besar didunia antara tahun 1930 hingga awal 1940-an.

Kepemimpinan Nazi melarang kegiatan merokok dan sejenisnya dan secara terbuka mengkritik pengunaan tembakau. Riset-riset tentang dampak negatif merokok terhadap kesehatan dilakukan dibawah pemerintahan Nazi.

Kampanye yang dilakukan Nazi termasuk pelarangan keras merokok di kendaraan umum seperti tram, bus, dan kereta dalam kota. Juga melakukan edukasi terhadap kesehatan, membatasi ratio masuknya rokok di Wehrmacht, mengorganisir penyuluhan medis kepada para tentara dan menaikkan pajak untuk tembakau. Nazi juga memperketat regulasi untuk iklan tembakau di area publik, restoran-restoran umum, sampai warung-warung kopi.

 

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia?

Di Indonesia saat ini menjadi surga bagi industri rokok asing yang notabene dikuasai oleh orang-orang Yahudi pula. Sebut saja The Phillip Morris Company, ada banyak sosok yang berada dibalik industri-industri rokok terbesar diseluruh dunia itu ternyata adalah Yahudi tulen. Pendirinya, Dr.Kadri Ulman dan Morris Sinasi adalah Yahudi. Pimpinan Phillip Morris di Amerika, Michael Szymanczyk, ternyata adalah keturunan Yahudi asli. Artinya sejak awal berdirinya Phillip Morris Company hingga kini, perusahaan ini tetap saja dikuasai oleh kepemilikan Yahudi. Dan Indonesia adalah market terbesar mereka dalam memasarkan produk rokok. Pada tahun 2013 saja, Sampoerna (yang merupakan kepanjangan tangan dari Phillip Morris) memiliki pangsa pasar sebesar 36,1% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil Nielsen Retail Audit Results Full Year 2013. Benar-benar jumlah yang sangat besar, dan pemerintah tetap saja tidak pernah serius melindungi kesehatan masyarakat dari invasi produk Yahudi ini.*[]

Oleh: Markonah

(Disarikan dari berbagai sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.